Facebook Badge

Senin, 11 Juni 2012

"Good Morning, MR.Simple" #PART3

Dengan langkah tergesa gesa, Bisma menghampiri kedua sahabatnya yg sedang berdiri didepan madding sekolah.

"Huffh” desah Bisma sesampainya didepan Ilham dan Reza yg sedang asik berbincang bincang.

“Pasti begadang lagi,” Reza berkata sambil merangkul lengan Bisma yg masih mengatur nafasnya akibat berlari tadi, Bisma hanya terdiam sementara Ilham hanya tersenyum tipis.

"biasalah anak muda bro,"Bisma berkata sambil membalas rangkulan lengan Reza membuat reza menggeleng gelengkan kepalanya.

Tak beberapa lama tiba Anna dengan langkah goyahnya melewati Bisma,Reza dan Ilham yg menatapnya heran, karena tak biasanya Anna tak menghiraukan mereka.

Rezapun berinisiatif untuk mengikuti langkah Anna yg diikuti oleh Bisma dan Ilham.

Ketiganyapun berjalan disamping anna yg masih diam tak bersuara.

“Anna,lo baik baik ajah kan?”Tanya reza khawatir sambil menatap wajah pucat Anna. Anna hanya mengangguk dan terus berjalan.

“Wajah kamu pucat,apa kamu sakit?” Tanya Ilham yg berjalan disebelah kiri Anna.

“Klw lo sakit,biar kita ijinin sama bu nani,gmn?” Kata bisma membuat Anna menghentikan langkahnya.

Ditatapnya ketiga sahabatnya itu secara bergantian “aku baik baik saja,percayalah,” dengan senyum anna melanjutkan kembali angkahnya meninggalkan Bisma,ilham dan reza yg terdiam.

"dia bak baik ajah bukan,?"tanya Ilham cemas pada Reza yang mengangkat kedua lengannya keatas.





“Aduh,kenapa kepala aku sakit banget,udah beberapa hari terakhir ini kepala aku jadi sering pusing seperti ini” sepanjang koridor sekolah anna terus memijat2 keningnya yg ia rasa sakit. Entah mengapa akhir akhir ini anna merasakan kepalanya sering sakit, tak ada seorangpun yg tau penyakit apa yg ada dlm diri cewe imut itu. AnnA terus melangkahkan kakinya gontai hingga seseorang memanggil namanya.

“Anna,” Anna menghentikan langkahnya dan menatap rafael yg berjalan menghampirinya. Anna dapat melihat jelas senyum yg diberikan rafa untuknya sampai akhirnya Anna merasakan pusing dikepalanya semakin terasa,seketika pandangannya buram dan Annapun terjatuh pingsan dalam pelukan Rafa.

“Anna bangun,”rafa terus menepuk pipi anna dengan cemas, melihat tak ada respon Rafapun langsung menggendong tubuh mungil anna hingga ruang UKS.

"aduh, kecil kecil berat juga lo,An,"





*dikantin sekolah tampak Morgan dan angel yg sedang menikmati sarapan mereka.

“Kenapa gak dimakan?” Tanya Angel sambil menatap Morgn yg terus mengaduk-aduk nasi goreng didepannya.

“Tidak berselera,” kata morgan singkat.

"Ada apa?"Angel menggenggam tangan Morgan yang sedang mengaduk nasi goreng dipring puti itu,membuat morgan terdiam.

"tidak ada,"

"Apa kau masih marah padaku?"

"Tidak, aku telah melupakan semuanya,tenang saja." Morgan mulai menyuapkan sesendok nasi goreng pada Angel yg duduk didepannya, "makanlah."

Tiba tiba Dicky menghampiri Angel dan Morgan dgn nafas tak beraturan.

“Dicky ada apa?” Tanya Angel ketika Dicky tiba didepan mereka.

“Anna pingsan,”perkataan dicky itu membuat Morgan dan Angel terkejut.

“Apa? Lalu dimana anna sekarang?” Tanya angel cemas sambil berdiri dari duduknya.

Dicky mengatur nafasnya sebentar sebelum menjawab pertanyaan Angel “di UKS”





Dengan dicky disampingnya Angel berjalan cepat menuju ruang UKS, Morgan beralasan ada sedikit urusan dan membiarkan Angel lebih dulu melihat keadaan Anna,walau tenang sifatnya tapi dalam hatinya morgan sangat mengkhawatirkan keadaan Anna.

"apa lo benar benar ingin menjauh dari gue An, kalau emang itu bisa membuat kamu bahagia, aku rela menjauh dari kamu, walau berat dan sulit untuk aku lakukan,jujur gue masih bingung tentang prasaan gue sama lo anna, gue sayang sama lo tapi jujur gue gak mau jauh dari lo, didekat lo gue menemukan arti cinta sesungguhnya yg gue masih ragu menemukan jawabanya dalam diri Angel," Morgan melangkahkan kakinya memasuki ruang kesenian, langkahnya langsung tertuju pada gitar dipojokan ruang bercat hijau itu. Morgan mengambilnya dan mulai memainkannya.Sebuah lagupun terlantun indah dar bibir sexynya itu.



bersamamu kulewati lebih dari seribu malam

bersamamu yang kumau, namun kenyataannya tak sejalan

Tuhan bila masih kudiberi kesempatan, ijinkan aku untuk mencintanya

namun bila akuku telah habis dengannya, biar cinta hidup untuk sekali ini saja.



prokk prokk prokk,

Rangga berjalan mendekati morgan yg terduduk dikursi panjang dengan gitar ditangan morgan, morgan menatap rangga tajam yg masih bertepuk tangan.

"Udah, tembak ajah, sebelum semuanya terlambat,"Rangga merangkul lengan Morgan sambil duduk disampingnya, Morgan hanya terdiam tak bersuara.

"jujur gan tentang perasaan lo, bilang kalau lo cinta sama Anna,lebih dari sekedar sahabat, gue tau seberapa besar lo mencintai Anna,"

"bagaimana dengan angel?"

"tenang saja, Angel pasti akan mengerti, terlebih Anna itu adalah adik kandungnya,gue tau Angel sangat mencintai Anna,jika Angel adalah kakak yg baik, ia akan merelakan Anna bahagia dgn lo. "

Morgan terdiam mendengar perkataan angga itu,tapi ada benarnya juga rangga,bagaimanapun morgan harus jujur tentang perasaannya pada Anna sebelum smuanya terlambat.

"Gue cinta lo Anna, gue cinta lo," Morgan berdiri dari duduknya dan memberikan gitar ditangannya pada rangga yg tersenyum.

"Good luck."





Angel dan dicky tiba di Uks, ternyata disana sudah ada Rafa,Bisma,Reza dan ilham yg sama2 mengkhawatirkan keadaan Anna.

“Apa yg terjadi?” Tanya Angel cemas sambil berdiri disamping anna yg tertidur tak sadarkan diri.

“Entahlah,apa anna memiliki suatu penyakit?” Tanya rafa balik pada Angel yg menggeleng.

“Aku gak tau, anna terlalu tertutup denganku,”angel berkata dengan nada sedihnya.

Walaupun Angel tak begitu dekat dgn Anna, tapi dlm hatinya ia tak ingin kehilangan anna, adik yg sangat ia sayangi.

“Anna memang pandai menyimpan rahasia, semua masalah selalu ia tutupi dengan sifatnya yg ceria,tak ada satupun yg tau ada sebuah air mata dibalik senyum cerianya itu”kata2 ilham membuat bisma yg berdiri disampingnya mengangguk.



Suara bel masukpun terdengar.

“Kalian masuk saja biar aku yg menjaga anna di sini,”perkataan rafa membuat Angel menatapnya tajam.

“Percaya sama gue, anna akan baik baik ajah,” rafa menyakinkan membuat Angel tersenyum tipis.

Angel dan semuapun berlalu meninggalkan rafa yg masih setia disamping anna.



Rafa meraih tangan anna dan menggenggamnya erat2, ditatapnya wajah wajah anna yg tertidur pucat. “ Bangun Na, gue tau lo kuat, mana anna yg selalu ceria setiap kali didekat gue dan anna yg selalu manggil gue MR.Laundry,”tanpa disadari mata rafa telah berkaca2.

“Lo harus bangun na, gue janji klw lo bangun gue akan selalu ada disisi lo dan gue akan selalu ngejagain lo, dan gue rela lo panggil gue mr.laundry setiap hari,tapi lo harus bangun gue sayang lo anna, gue cinta lo.”

Genggaman tangann rafa semakin kencang,seketika rafa merasakan tangan anna yg bergetar,ditatapnya Anna yg mulai membuka matanya berlahan. “Anna kamu sudah sadar,” kata rafa senang sambil membantu anna terduduk.

“Mr.laundry,apa yg terjadi,mengapa aku bisa ada disini,apa aku pingsan atau...” Perkataan annapun terhenti karena tiba2 rafa memeluknya erat, dalam diam anna merasakan pelukan rafa yg begitu hangat.



Morgan melangkahkan kakinya menuju UKS tp langkah morgan terhenti tepat didepan pintu ruang bercat putih itu, pandangannya langsung tertuju pada rafa yg memeluk tubuh mungil anna, seketika itupula morgan merasakan sesak didadanya, terlebih lg saat ia mendengar kata2 yg keluar dari bibir rafa untuk anna.

“Gue cinta lo anna, please be mine,” rafa berkata dengan posisi masih memeluk anna yg terdiam, untuk kedua kalinya rafa menembak anna.

Morgan masih berdiri didepan pintu hanya bisa menatap keduanya dalam diam.Ternyata Morgan kalah cepat dengan Rafa.





"you're precious, you deserve the best man at the right time, if today is not your time,tomorror will be your"

--gouw ivan siswanto.


Anna masih terdiam dalam dekapan hangat pelukan Rafa, sementara Morgan masih terdiam didepan ruang putih itu.

“Gue cinta lo Na, please be mine,”Rafa mengulang perkataannya sambil melepas pelukannya beralih menggenggam tangan anna erat.” Percaya gue an, gue benar benar cinta dan sayang sama lo, lo maukan jadi pacar gue?”

Anna yang terduduk menghadap pintu UKS tiba tiba tersentak mendapati Morgan yang berdiri didepan pintu, Morgan menatap Anna yang menatapnya penuh tanda tanya, untuk beberapa saat mata mereka beradu, sementara Rafa yang menghadap tembok tak menyadari keberadaan Morgan.

Anna menepis pegangan tangan Rafa,”Maaf aku gak bisa,”Anna berkata pelan sambil menundukkan kepalanya.

“Kenapa, apa kamu tidak mencintai aku?”Rafa mengangkat dagu anna hingga menatapnya pelan.

“Karena aku gak mau jadi orang ketiga diantara kamu dan Lia,”

“Lia??”

Anna mengangguk sambil menatap kedepan pintu, ternyata Anna tak mendapati Morgan disana,

Kemana perginya, mr.simpleku???

Anna kembali menatap Rafa yang terduduk didepnnya,”Lia itu tunangan kamu bukan?”

“Bukan, orang tua aku dan dia bersahabat, kita Cuma dijodohkan, dan aku tidak pernah mencintainya.”

Anna terdiam menatap Rafa yang masih bicara, dalam mata coklat rafa seolah olah Anna menemukan suatu kejujuran seorang playboy.

“Gue cinta lo NA, Please percaya sama gue, gue emang playboy yang hobi gonta ganti pacar, tapi gue Cuma manusia biasa yang hanya memiliki satu cinta, dan gue percaya cinta gue itu lo, ANNA.”

“sejujurnya aku juga cinta sama kamu Rafa,”Anna berkata pelan sambil mengalihkan pandangannya kekiri membuat Rafa tersenyum tipis.

“Aku tau itu, jadi kita resmi jadian?”

Rafa menatap Anna tajam yang masih terdiam, “iya bilang iya”hati kecil rafa berkata.

Anna mengangguk sambil tersenyum malu”Iya.”

Seketika itupula rafa mendekatkan wajahnya kewajah oval Anna yang mulai meronah, “apa yang akan Rafa lakukan padaku?”

“Kalau gue nyium lo, lo bakal marah apa senang?”Pertanyaan rafa membuat Anna membelakkan matanya kaget.

“Rafa akan menciumku,apa ini mimpi??”

“Dari pada lo marah lebih baik lo diam ajah,”Ledek rafa sambil menurun naikkan alisnya membuat Anna salah tingkah.

“Tidak, aku akan membunuhmu kalau kau berani menciumku”Ancam Anna membuat Rafa tertawa keras.

“HAHA, bukankah aku telah lama terbunuh oleh cintamu,”ledek rafa lagi membuat anna semakin salah tingkah.

“Aku serius Rafa,”Anna menampar pelan pipi Rafa yang masih tertawa.

Anna berdiri dari duduknya dan berniat pergi, tapi rafa menggenggam tangan Anna membuat Anna tak dapat berkutik. Anna menatap rafa yang kini berdiri didepannya.

Rafa mendekatkan bibirnya ketelinga kanan anna yg terdiam “I love you,” kata Rafa pelan sambil mencium pipi kanan anna,membuat cewe mungil itu terkejut.

Rafapun berlalu pergi meninggalkan anna yang masih terdiam.

“Apa aku mimpi, rafa baru saja menciumku?”Anna terus saja mengelus pipi kanannya tak percaya.







Morgan melewati koridor sekolah dengan langkah tak bersemangat, pikirannya benar benar kacau, baru kali ini ia merasakan sesak didadanya yang semakin terasa, padahal dulu saat ia memergoki angel berciuman dengan Rafa, ia tak merasakan sesak didadanya seperti ini, ini kali pertama sang mister simple itu patah hati karena cinta.

Morgan tak pernah menyangka bahwa ia akan jatuh cinta dan patah hati pada Anna sahabatnya sendiri, ternyata kebersamaan mereka selama inilah yang menimbulkan rasa diantara keduanya.

Anna yang selalu ceria saat disampingnya, anna yang selalu menemaninya ngobrol saat menunggu angel yang sibuk berdandan,Anna yang selalu menghibur dan menyakinkan morgan saat morgan patah hati karena angel dan Rafa atau Anna yang selalu menyapanya setiap pagi dengan “good morning,MR.Simple”, semua yang dilakukan anna selalu spesial dihati morgan,tapi morgan sadar bahwa hanya Rafa yang Anna cintai.

Morgan menghentikan langkahnya tepat didepan beberapa siswi yang sedang bergosip ria didepan kelasnya.

“Eh, udah dengar kabar terHOT belum?”siswi dengan bandana merahnya dikepalanya berkata sambil menatap kedua temannya bergantian.

“Gosip apaan?”Tanya siswi dengan BB dikalungkan dilehernya bertanya dengan nada penasaran.

“SiRafa jadian sama Anna,”Siswi dengan bandana itu menyelaskan membuat cewe gendut disampingnya yang sedang asik menikmati hamburger tersentak kaget.

“Apa, serius lo?”Cewe gendut itu membelakkan matanya menatap siswi dengan bandana pink yang mengangguk.



Morgan melangkahkan kembali kakinya menjauh dari gosip yang mungkin dapat membuatnya semakin terpuruk. “Apa gue harus ngelupain Anna dan kembali mencintai Angel?”









Seperti Morgan yang perasaannya tak menentu,annapun merasakan hal yang sama saat ini.

Entah mengapa Anna merasakan ada yang mengganjal dalam hatinya, ia baru saja jadian dengan Rafa pangerannya tapi mengapa sepertinya ada seseatu yang menganjal dihati Anna.Anna senang impiannya untuk selalu disamping Rafa terpenuhi tapi ia sedih bila mengingat Morgan sahabatnya.

"DORR"Bisma berteriak mengejutkan Anna yang sedang melamun dikelas yang sepi karena jam istirahat telah tiba.

"Bisma, ngagetin aku ajah," Anna menatap Bisma kesal yang tersenyum menampakkan barisan behennya.

" Ngelamun ajah ntar kesambet loh."

"siapa juga yang ngelamun."

Bisma menatap Anna tajam yang sibuk menyalin pelajaran dibuku bersampul coklat itu,"gue cinta lo,Na,"Kata kata bisma yang tiba tiba itu membuat anna berhenti menyalin dan terdiam.

"Lo gak pernah taukan kalau sebenarnya gue cinta sama lo, selama ini gue selalu ngejahilin lo karena gue suka ngeliat lo cemberut dan gue pingin selalu disamping lo,"Bisma berkata sambil menggenggam jemari lentik Anna yang terdiam.

"Gue benar benar mencintai lo Na, lo mau jadi pacar gue?"

Jantung anna tiba tiba berhenti mendengar perkataan Bisma itu, baru saja ia jadian dengan rafa dan sekarang Bisma menyatakan perasaannya.

Bisma menatap anna tajam yang mulai tampak kebingungan, Anna menepis pegangan tangan Bisma.

"Sorry, bisma, aku gak bisa,"Anna menundukkan kepalanya tak ingin menatap wajah bisma yang kecewa.

Tiba tiba saja anna mendengar Bisma yang tertawa lepas membuat Anna bingung.

"Anna,Anna kamu pikir aku beneran suka sama kamu, nyadar dong aku gak mungkin suka sama cewe jelek seperti kamu,"Kata kata bisma itu membuat Anna kesal dan mencubit pinggang bisma keras yang duduk disampingnya.

"Bisma kamu ngerjain aku,"Anna mengkrucutkan bibirnya kesal membuat Bisma tertawa lepas.

"Lo jelek na, gue sukanya sama cewe cantik,"Bisma berdiri dariu duduknya dan mengelus pelan rambut anna yang masih terduduk,"but selamat atas jadian lo sama rafa,"Bismapun berlalu pergi setelah kata kata itu ia ucapkan, sementara anna menarik nafasnya panjang panjang dan membuangnya lega, ternyata bisma hanya bercanda, syukurlah.



Bisma menyenderkan tubuhnya didinding sekolah sambil menutup kedua matanya,"gue bohonG Na kalau gue bilang gue gak cinta sama lo, karena sesungguhnya Gue cinta lo Na, tapi gue tau gue gak mungkin pernah jadi milik lo, gue tau lo cuma nganggap gue sahabat, tapi gue gak salahkan kalau gue jatuh cinta sama lo, sahabat gue sendiri, kalau perih dan sakit, gue akan tetap tersenyum demi lo,"







"ANNA"teriak Reza sambil berlari menghampiri Anna yang sedang terduduk ditaman seorang diri.

"Ada apa za?"Tanya anna heran sambil menatap reza yang mencoba mengatur nafasnya akibat berlari.

"Ilham udah denger lo jadian sama rafa, dan sekarang ilham ada ditoliet."

"Ilham mau buang air kecil?"Tanya Anna sambil berdiri mensejajarkan tubuh Reza.

"bukan, ilham patah hati,dia ngurung diri ditoilet, gue takut terjadi apa apa sama dia, lo taukan Na, kalau ilham cinta mati sama Lo,"Kata kata Reza membuat Anna terdiam.

"Sekarang lebih baik lo ikut gue,"Reza menarik tangan Anna dan membawanya menjauh dari taman.







Reza membawa Anna ketoliet cowo, ternyata disana sudah ada bisma dan beberapa anak yang berkerumunan didepan pintu toilet.

"Ilham, ini aku, sekarang kamu keluar, aku bisa jelasin semuanya sama kamu,"Anna berkata sambil mencoba menggenggam gagang pintu berusaha membukanya, tapi sayang pintu terkunci dari dalam.

Tak beberapa lama terdengar suara Ilham dari dalam toilet.

"Gue cinta lo Na, Gue yang pertama mencintai lo, gue yang selalu bantuin lo piket setiap hari senin, gue yang bantuin lo ngerjain PR yang menurut lo susah, gue yang selalu ngasih lo semangat kalau lo lagi terpuruk,gue yang selalu ngasih lo kertas bertuliskan i love you anna setiap hari,tapi kenapa harus dia yang lo cintai?"

"Ilham,"mata anna mulai berkaca kaca.

"Kenapa harus rafa yang jadian sama kamu Na, kenapa bukan aku?, apa karena rafa lebih ganteng dari aku, apa karena Rafa lebih kaya dari aku atau karena rafa lebih poluler dari aku?"

"Ilham, aku..."

" apa dia tau apa makanan kesukaan lo, ada hal yang paling lo benci, jam berapa biasanya lo tidur, gak kan?, tapi gue tau semuanya tentang lo, gue tau lo suka banget warna pink, rider favorite lo jorge lorenzo, lo suka coklat apalagi ice krim coklat, lo gak bisa tidur kalau belum ngucapin good morning mr,simple sama morgan, lo dulu punya peliharaan kucing yang namanya manis, dan lo paling benci pelajaran bhs,sunda"

Anna meneteskan air matanya seketika mendengar perkataan Ilham itu, ia tak pernah menyangka bahwa Ilham begitu mengenal sosoknya sangat dalam, morgan saja tak mungkin mengenali anna sedalam itu.

"Ilham aku minta maaf, tapi cinta tidak dapat dipaksakan,"

"Gue cinta lo Na, sekarang dan selamanya,gue yang tulus mencintai lo,"Ilham yang masih didalam berkata kemudian terdengar suara ilham yang bernyanyi,"Aku memang manusia biasa, yang tak sempurna dan kadang salah,namun dihatiku hanya satu, cinta untukmu luar biasa..i love you Anna," tak ada kata kata yang terdengar dari dalam toilet itu, seketika hening dan sepi.

"ILHAM,ILHAM,"teriak bisma dan reza sambil mencoba mendobrak pintu kayu itu, tapi semuanya terhanyut saat pintu itu berhasil terbuka, ilham terkapar tak berdaya dengan sekujur darah dipergelangan tangannya dan hatipun anna semakin terhanyut saat ia mendapati dinding yang bertuliskan darah segar Ilham "I LOVE YOU,ANNA,"

"Kita bawa dia kerumah sakit,"Reza berkata sambil membokong tubuh ilham bersama beberapa anak lainnya.

***

Anna berlari tak tentu arah, pikirannya kacau, ia tak pernah menyangka bahwa ilham akan melakukan semua itu. Ilham telah dilarikan kerumah sakit. saat Anna hendak berbelok tiba tiba ia menabrak seseorang..

"Sorry,"Anna berkata sambil menunduk kebawah, ia tak ingin ada seorangpun yang tau bahwa ia sedang menangis.

"Kamu kenapa, kamu nangis?"Tanya seseorang yang bertabrakan dengan Anna tadi, yg ternyata adalah dicky.

"Gak kok,"Anna mencoba menghapus air matanya.

Dicky menarik tangan Anna dan membawanya duduk dipinggir lapangan.

"Ada apa, kalau kau ingin berbagi, ceritakanlah padaku, aku siap menjadi pendengarmu,"Kata kata Dicky itu membuat Anna menatapnya terharu.

"Kau tak mencintaiku bukan?" Pertanyaan Anna membuat Dicky terdiam.

Dengan setia Anna menatap dicky yang tak mengeluarkan sepatah katapun.

"Kau selalu baik padaku sama halnya dengan Ilham, kau tak menyukaiku seperti ilham bukan?"

"Tidak, tak semua orang yang baik padamu itu berarti bahwa ia menyukaimu,seperti aku, aku tak menyukaimu aku hanya peduli padamu."

Anna terdiam mendengar perkataan dicky itu, tiba tiba anna menjatuhkan kepalanya pada bahu dicky, annapun tak kuasa meneteskan air matanya.

"Menanngislah jika kau ingin menangis,"Dengan lembut dicky mengelus rambut hitam anna, suara tangis annapun semakin keras terdengar.



Anna tak tau mengapa Dicky selalu ada disaat ia membutuhkan seseorang seperti sekarang ini,Annapun seketika mengingat perkataan Rangga padanya, "jika tuhan menciptakan kamu itu artinya tuhan telah menciptakan pasanganmu,mungkin saja saat ini dia ada disini,didekatmu, tapi kau tak pernah menyadari kehadirannya," Apa orang yang dimaksud itu adalah Dicky??? entahlah kita tak akan pernah tau kemana dan pada siapa hati Anna kan berlabuh.



Anna menjauhkan wajahnya dari bahu Dicky, anna menatap dicky yang tersenyum sambil menghapus air mata yang mengalir dipipi Anna.

"Bagaimana apa sudah sedikit lebih baik sekarang??" Anna mengangguk pelan menjawab pertanyaan dicky.

Dicky mengeluarkan sebutir yuppy dan memberikannya pada Anna yg duduk disampingnya.

"Untukmu,semoga yuppy itu bisa sedikit menghilangkan kegundahan dan keresahanmu,"

"terimakasih, MR.SWEET"Anna meraih yuppy dari tangan dicky dan membukanya lalu memakannya.

"MR.Sweet, seharusnya kau memanggilku,MR.Yuppy,"berontak dicky pelan membuat Anna tersenyum kecil.

"Tidak aku ingin menggilmu MR,Sweet, karena yuppy itu manis seperti kau," Kini dicky yang tersenyum mendengar perkataan anna itu.



batin dicky"gue senang Na, akhirnya senyum ceria lo kembali lagi, apapun itu akan gue lakukan untuk sekedar melihat senyum ceriamu, dan jujur saat ini gue tidak mencintai lo, tapi gue gak salahkan jika suatu saat nanti hati gue berpihak sama lo."



Batin Anna"Terimakasi untuk semuanya MR.Sweet, mungkin saat ini kau hanya sahabat bagiku, tapi jika nanti kau akan menjadi sesuatu dalam hatiku, aku tak akan menyesal, karena aku tau, jikalau nanti aku bersamamu, aku akan menemukan sebuah kebahagia.sekali lagi terimasih MR.Sweet."







****

BRUUUKKKK

Sebuah kamus mendarat tepat diatas meja rafa yang sedang mengerjakan tugas sekolah dan itu membuat cowo playboy itu tersentak kaget.

"Apa apaan ini?"Tanyanya keras sambil menatap Lia yang telah berdiri didepan mejanya dengan bertolak pinggang.

"Ada hubungan apa lo sama cewe rese itu?" Lia mencoba meraih tangan Rafa yang sedang menyingkirkan kamus kekiri mejanya.

Rafa menepis pegangan tangan Lia, "itu bukan urusan lo."

"Rafa,aku ini tunangan kamu jadi aku berhak tau, apa hubungan kamu dengan cewe sialan itu."

" cukup lia,"Rafa berdiri dan menatap tajam lia yang saat itu mengenakan baju cheers dengan rambut terkuncir,"namanya Anna dan lo bukan tunangan gue, inget itu," Rafapun berlalu pergi setelah mengucapkan kata kata itu, tapi lia menghalangi langkah rafa,Lia menggenggam tangan Rafa tapi rafa menepisnya.

situasi kelas saat itu sedang sepi hanya ada lia dan Rafa disana.

"kenapa kamu begitu membenci aku, dan apa yang udah buat kamu tergila gila sama cewe sialan itu."

"Dia punya nama dan dia itu lebih baik dari lo, dan lo mau tau kenapa gue benci banget sama lo?"pertanyaan rafa membuat Lia menatapnya tajam.

"Karena gue gak pernah tertarik sama cewe egois seperti lo,"jawaban rafa itu membuat mata lia berkaca kaca.

"tapi aku cinta kamu."lia kembali mengenggam tangan rafa dan untuk kesekian kalinya rafa menepisnya.

"Sorry, gue gak bisa." rafapun pergi setelah kata kata itu ia ucapkan,Rafa terus menjauyh dari Lia yg menatapnya kesal.

Lia mengepalkan kedua tangannya "kalau gue gak bisa miliki rafa, tak ada seorangpun yang bisa memiliknya, terutama lo, ANNA."





***

Morgan menghampiri Angel yang sedang berbincang bincang dengan sahabatnya dikantin sekolah.

"Bisa kita bicara,"Morgan berkata ketika tiba didepan Angel, angelpun segera mengangguk cepat.

Morgan menggenggam tangan Angel membuat Angel terdiam, selama ini morgan selalu saja angkuh padanya, tapi hari ini Angel merasakan ada sesuatu yang beda pada diri morgan pacarnya. entah itu apa???

"Pulang sekolah nanti kau ada acara?"pertanyaan tiba tiba morgan membuat Angel terkegut. Apa morgan ingin mengajakku ngedate???

"Tidak, mengapa?"

Mereka mengehentikan langkahnya tepat didepan perpustakaan sekolah.

"Aku ingin mengajakmu jalan."

lagi lagi Angel dibuat terkejut oleh jawaban singkat Morgan.

selama ini morgan tak pernah mengajaknya jalan, kalau bukan angel yg memaksa morgan tak akan pernah mau jalan dengannya.

Morgan menatap Angel yg terdiam, tangannya masih menggenggam jemari lentik angel" kenapa kau diam, jawablah?"

"Kenapa kau seperti ini morgan?"Tanya angel balik membuat Morgan menatapnya tajam.

"AKU??"

"dulu kau sangat susah untuk mengajakku jalan, kalau bukan aku yang memintamu, tapi sekarang, tanpa aku meminta kau mengajakku jalan, apa ini tidak aneh."

Morgan menggenggam jemari tangan Angel semakin keras,"MAAF,aku hanya ingin menjadi kekasih yang baik untukmu."

"Hanya karena itu, bukan yang lainnya??"Morgan mengangguk menjawab pertanyaan ANGEL.



Walaupun sebenarnya itu bukanlah satu satunya alasan Morgan bersikap seperti itu pada Angel, Morgan ingin menjadi kekasih terbaik untuk angel, karena Morgan berharap Angellah yang dapat membuatnya melupakan Anna. Mungkin dengan disisi angel sedikit demi sedikit cinta Morgan untuk anna berkurang dan mungkin saja itu akan membuat cinta Morgan untuk angel semakin bertambah.







***** Di rumah sakit ******



Ilham telah sadar, disampingnya duduk Bisma dan Reza yang setia menemaninya.

" Lo baik baik ajah kan?"tanya Reza pada Ilham yang terduduk diatas ranjang rumah sakit. Ilham hanya mengangguk pelan.

"Gue tau lo cinta sama anna, tapi bukan gini juga caranya Ilham, lo pikir dengan bunuh diri lo akan bahagia, lo salah,"

Ilham hanya terdiam mendengar Bisma yang masih bicara.

"Gue tau lo patah hati, tapi cewe didunia ini masih banyak, lo bisa dapatin yang lebih baik dari anna."

"Tapi gue cuma cinta sama anna,Bis,"Ilham menunduk sambil menatap pergelangan tangannya yang diperban.

"lo pikir gue gak."

degghh kata kata bisma itu membuat Ilham dan Reza menatapnya kaget.

"Lo juga cinta sama anna?"Tanya Reza penasaran sambil menatap bisma yang mengangguk.

"Iya, tapi gue cuma bisa nyimpen perasaan gue ini hanya dalam hati, gak ada satu orangpun yang tau kalau sebenarnya dibalik sifat jail gue ini, gue sangat mencintai anna yang selalu menjadi korban kejailan gue."

"Kenapa lo pernah jujur sama kita sahabat lo?"Kata kata Ilham membuay Bisma menatapnya sambil tersenyum kecil.

"Lo pikir gue akan cerita sama kalian sahabat gue, saat gue tau salah satu diantara kalian mencintai anna, gue gak mau bersaing dengan lo Ilham sahabat gue sendiri, karena itu gue lebih baik mundur dan biarlah ini menjadi cinta dalam hati."

Reza mengelus pelan lengan Bisma, reza tak pernah menyangka dibalik sifat ceria seorang Bisma sebenarnya hatinya benar benar hancur, jika saja Reza menjadi bisma ia yakin, ia tak akan bisa setegar bisma sekarang.

"Lo emang sahabat terbaik gue bis,"Ilham berkata sambil memeluk bisma yang terduduk, dengan cepat bismapun membalas pelukan Ilham sahabatnya.



Jika suatu saat kalian dihadapkan pada satu pilihan, antara cinta dan sahabat, manakah yang akan menjadi jawaban terakhir kalian??? sahabat??? atau justru cinta??
jawaban manusia berbeda, tapi jika pertanyaan itu dijatuhkan pada Bisma, maka ia akan lebih memilih sahabat, karena hanya sahabatlah yang paling mengerti apa ingin kita, dipelukkan seseorang yang kita cintai kita menemukan keindahan dunia, tapi dalam genggaman seorang sahabat kita akan menemukan suatu kekbahagian. apa lagi yang kita inginkan didunia ini selain kebahagiaan, dan kebahagiaan kita ada pada sahabat kita.
jangan pernah sia siakan sahabat kalian hanya demi cinta yang kalian tak tau akhirnya.




continue ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Online Now Icons