Facebook Badge

Kamis, 09 Februari 2012

Pembunuh Cinta Airlangga #Cerpen

Tampak sebuah mobil b'henti tepat d depan sebuah rumah b'tingkat dua.. Dan tampak dua remaja di dalam mobil sport itu.
"Thank ga, hari ini ga akan pernah aku lupakan" mega berkata pada angga y duduk di samping'a tampak wajah bahagia'a saat itu..
Betapa tidak, mega baru saja di tembak dan jadian dgn angga,cow t'populer di sekolah..
"its ok's, sekarang kamu masuk udah malam" mega mengangguk mendengar perkataan angga. Iapun membuka pintu mobil dan b'lalu keluar.
"besok aku jemput kamu" angga b'kata sambil menatap mega y tlah b'diri di luar mobilnya dan mega hanya mengangguk.
"kamu hati-hati yah,i love you" mega b'kata dgn nada malu2 dan anggapun segera membalasnya.
"i love you more"
Mobilpun b'lalu setelah kata2 itu angga ucapkan dan kini hanya tampak mega dijalan sepi itu.
Saat mega hendak memasuki gerbang ia mendengar suara klakson mobil,tp saat mega mencari arah suara klakson itu, mega tak mendapati satu mobilpun di sana. Saat ini sudah pukul 10 malam jd jarang sekali mobil b'keliaran di jam malam seperti ini.
Mega menatap sekeliling, tak ada mobil d sana, tapi matanya t'tuju pada sebuah bingkisan y t'geletak d pinggir jalan.Tanpa ragu mega melangkahkan kakinya mendekati bingkisan merah itu dan membuka'a ternyata mega mendapati sebuah teddy bear luchu di dalam'a.
"teddy bear?" tanya mega dalam hati.
Seketika ia menemukan sebuah surat kecil d tangan boneka itu dan megapun membacanya
"he's mine"
Tak beberapa lama tanpa sepengetahuan mega sebuah mobil melaju kencang ke arahnya dan...

BRUKKK
Mobil silver itu menabrak tubuh mega hingga ia t'pental jauh dan mobil itupun b'lalu tanpa berniat menolong'a.


*~~~~~*
Pagi hari di rumah airlangga atau angga..
Angga bersiap2 berangkat sekolah, tiba2 dyland sahabat'a menghampiri'a di kamar dgn wajah pucat.
Dan pertanya'anpun t'lontar dr bibir angga
"kenapa loe,sob?"tanya angga y b'diri d depan cermin.
"loe baru jadian sama mega?"tanya dyland balik tampa menjawab p'tanyaan angga sebelum'a dan angga hanya mengangguk sambil merapikan dasi y dipakainya.
"gw baru jadian sama dia kemarin malam, dan rencana'a pagi ini gw akan nganterin dia ke sekolah"
Dylang hanya menunduk tanpa memandang angga y bicara.
"loe baik2 ajah kan dyl?" tanya angga sambil menatap dyland y berdiri d samping'a dan dyland menggeleng pelan
"apa y terjadi?" tanya angga penasaran.
Dyland menarik nafas'a sebelum ia bicara "mega meninggal,ditambrak mobil kemarin malam"

Druarr..
Seperti d sambar petir d pagi hari.. Angga tergeletak lemas tak percaya..

"kenapa ini,harus terjadi lagi?"angga berkata dgn nada penuh kekecewaan.



****

Sudah seminggu berlalu sejak kejadian mengenaskan itu, angga kembali mencoba membuka dirinya termasuk dalam urusan cinta.ia tak mau terlalu lama terpukul dgn apa y terjadi dan kini ia mencoba membuka hatinya kembali.
Tapi t'nyata tak semudah itu, mega bukanlah cewe pertama y tewas akibat tabrak lari dan surat misterius itu, melainkan mega adalah cewe ke6 y mengalami peristiwa naas itu.
Entah apa motif di balik pembunuhan teddy bear itu? Tp y pasti semua cewe akan bernasib sama ketika ia berani mengencani arlangga..
Karena Setiap cewe y ia (angga) kencani b'nasib tragis,karena itulah anggapun di juluki sang pembunuh cinta..

Angga terus melangkahkan kakinya menyusuri kolidor sekolah,saat ia hendak berbelok tiba2 ia menabrak seorang cewe berseragam putih abu2.
"sorry"angga berkata sambil duduk di anak tangga sekolah.
"its ok ga" kata mona cewe y bertabrakan dgn angga itu.
Di tatapnya wajah angga y keluh dan monapun duduk di sampingnya.
"aku turut berduka, atas kejadian y menimpa mega" kata mona prihatin sambil mengelus pundak angga, sementara angga hanya tersenyum tipis.
Seketika angga menatap mona yg sedang tersenyum pada seorang siswa y baru saja melewati mereka.
Dan terlintas di benak angga untuk menanyakan mona sesuatu..
"loe masih benci sama gw?"pertanyaan angga itu membuat mona terkejut tak ada jawaban dr bibir merahnya.
"loe masih belum bisa terima karena gw putusin loe beberapa bulan y lalu dan loe ga terima gw dekat sama cewe lain karena loe selalu bilang kalau gw cuma milik loe"
"maksud loe apa ga?"
"sekarang jawab, loe bencikan sama gw sehingga loe ga rela gw bahagia sama cewe lain"
Kata kata angga membuat mona terdiam tp suara bel masuk membuat angga berdiri dan berlalu meninggalkan mona sang mantan seorang diri..

Mungkinkah mona y melakukan semua pembunuhan berencana ini??



Bel istirahatpun berbunyi, sebagian anak keluar kelas dan sebagian lagi lebih memilih untuk tetap tinggal d dalam kelas.
Seperti kedua sahabat angga dan dyland, mereka lebih memilih untuk berdiam diri di kelas.
"Oh yah ga, ntar pulang sekolah kita ke toko buku dekat rumah loe yuk? Ajak dyland pada angga y sedang merapikan beberapa buku'a di atas meja.
"mau ngapain loe ke toko buku, tumben?" tanya angga heran.
"cuci mata"jawab dyland singkat diiringi dgn senyum manisnya.
"kalau loe mau nyuci mata di mall sono bukannya di toko buku"
"alah ga gaul loe, sekarang banyak cewe cantik y b'keliaran di toko buku, cuma cewe norak y masih berkeliaran di mall2 ga jelas"
"jiah berkeliaran, loe pikir kucing" kata2 angga membuat dyland tertawa lepas.

Dan seperti yg telah mereka sepakati,sepulang sekolah dyland mengajak angga ke toko buku favoritenya,dan benar adanya ternyata memang banyak cewe cantik di sana. Dan merekapun berpisah di dalam toko buku nirwana itu.
Dyland lebih memilih2 buku tentang hewan sementara angga mencoba mencari2 buku tentang cinta. Matanya langsung t'tuju pada sbuah buku b'judul "atasi masalahmu dgn cinta" saat angga akan meraih buku itu tiba2 ia menyentuh tangan halus cewe y juga ingin meraih buku y sama dgnnya. Dgn cepat angga menjauhkan tangannya dr gadis sma itu.
"sorry,bukunya buat loe ajah" angga berkata sambil menatap cewe b'nama mia itu.
"kamu arlangga?"pertanyaan mia membuat angga terkejut
"dari mana ia tau namaku?"batin angga.
"kamu arlangga kan sang pembunuh cinta"
Degg
Untuk kedua kalinya angga dibuat kaget oleh ucapan cewe berambut pendek itu.
"ia, tapi kamu tau dari mana, tentang julukan itu?"tanya angga makin penasaran.
"karena sebenarnya aku adalah penggemar rahasiamu"
Penggemar rahasia? Apalagi ini..

Dyland mendekati angga y sedang duduk seorang diri di meja panjang. Dan dyland pun duduk di sampingnya.
Dan yah ternyata perbincangan angga dan mia tlah berakhir.
Dyland menatap angga y terus saja membolak balik buku tanpa membacanya
"what's up bro?"
Sapaan dyland membuat angga membuyarkan lamunannya
" nope" jawab angga singkat.

Di atas genteng rumah angga, nampak angga y sedang melamun.
Anggapun teringat kata2 mia tadi sore
"aku adalah penggemar rahasiamu, aku slalu mengintai kamu kemanapun kamu pergi, tapi kamu jangan salah aku melakukan semua ini bukan karena aku cinta sama kamu, tapi semua ini aku lakukan karena aku ingin tau siapa pembunuh cinta arlangga sesungguhnya" perkataan mia yg selalu terliang di telinga angga.



***

Anehnya setelah kejadian kemarin, angga kerap kali bertemu dgn mia secara kebetulan,seperti saat ini, angga bertemu dgn mia di depan rumah makan favorite angga.
"hey,kamu masih ingat aku kan?"tanya mia
"tentu"jawab angga singkat.
Sejak saat itu, mereka akhirnya sering janjian untuk sekedar makan siang atau perkenalan.
Angga yang awalnya ragu dgn kehadiran mia kini berpaling simpati pada cewe virgo itu, sifat mia yang energic dan mampu membuat angga kembali ceria, membuat angga tak ingin kehilangan mia.
Suatu malam di sebuah cafe ternama..
"kamu ga takut dekat dgnku?"
Pertanyaan angga membuat mia tersenyum.
"kenapa aku harus takut?"tanya mia balik.
"Karna saat ini kamu lagi dekat dgn sang pembunuh cinta" untuk kedua kalinya mia tersenyum mendengar perkataan angga.
"angga, kalau aku takut dekat dengan kamu,saat ini kita ga mungkin bersama, justru aku senang bisa dekat dgn sang pembunuh cinta arlangga"
Saat ini angga y tersenyum mendengar perkataan mia.
"aku pikir setelah kejadian itu,gak akan ada cewe y mau dekat dgn aku" kt angga
"aku di sini untuk kamu angga"
"kamu ga takut,akan mengalami hal y sama karena dekat dgnku?"
Tanya angga sambil menatap mia y juga menatapnya.
"aku ga percaya semua itu, kita udah dekat lebih dari satu bulan dan sampai saat ini aku baik2 ajah"
Angga terus menatap mia y masih bicara.
"kamu harus percaya, semua itu akan berakhir,dan mungkin sekaranglah saatnya"

Untuk beberapa saat angga terdiam, mungkin mia benar, mereka tlah dekat lebih dari satu bulan dan tak terjadi apa2 pada mia, mungkin sang pembunuh misterius itu sudah letih dan semuanya tlah berakhir.
Dalam hati anggapun tersirat hasrat untuk menyatakan cintanya pada mia.


Keesokan harinya,di kelas angga dan dyland.
Tanpak keduanya sedang bercakap2.
"jadi loe kembali dekat dgn cewe?"tanya dyland
"ya..dan gw yakin kali ini dia benar2 cinta sejati gw"
"loe ga takut kejadian itu terulang lagi?"
"entah kenapa gw yakin,semuanya tlah berakhir"
"kenapa loe begitu yakin?"tanya dyland lagi.
"loe ingat, setiap gw jadian sama cewe, cewe itu slalu ngadu sama gw tentang ancaman2 aneh y mereka terima,gw udah nanya sama mia,dan dia bilang dia ga pernah dapat ancaman itu,bukankah itu aman"
Dyland terdiam beberapa saat sebelum kembali bicara"tapi bagi gw,ini aneh,dan gw malah curiga sama mia" anggapun tersenyum mendengar perkataan dyland.
"udahlah dyl, percaya ama gw semua akan baik2 ajah" angga berkata sambil berdiri dari kursi duduknya.
"oh yah,ntar malam gw berencana nembak mia"
Degg jantung dyland seakan terhenti mendengar perkataan angga barusan.
Entah apa y ada dipikiran dyland saat itu..
Anggapun berlalu setelah kata itu ia ucapkan..
Tapi tunggu tampak mona y sedang memperhatikan mereka dari kejauhan.


Malam tiba, sebuah mobil berhenti tepat di depan rumah bercat putih. Mia turun dari mobil sport angga dan berdiri sambil menatap angga y masih di dalam mobil.
"thx ga, hari ini adalah hari terbaik dalam hidup aku"
Angga tersenyum sambil memberikan mia sebuah kotak pink cantik dan mia segera mengambilnya.
"ini apa?"tanya mia sambil menatap kotak pink itu.
"bukan sesuatu yg mahal tapi sangat berharga buat aku"
Mia membuka bingkisan itu dan ternyata di dalamnya berisi sebuah gelang hitam bertuliskan nama arlangga di tengahnya.
"gelang itu adalah gelang penjaga aku, aku harap gelang itu dapat menjaga kamu dari segala bahaya y akan menimpa kamu seperti ia menjaga aku selama ini" tanpa terasa air mata mia menetes mendengar perkataan angga.
"aku cinta kamu mia" angga berkata sambil menatap mia y sedang membasuh air matanya.
"aku juga cinta kamu ga" kata mia.
Dan angga tersenyum mendengarnya.

Keesokan harinya di sekolah, tanpa dyland y sedang duduk seorang diri di kelas tak beberapa lama mona menghampirinya dan duduk di sampingnya.
"Ternyata ga ada kapoknya yah sahabat loe itu" kata2 mona membuat dyland menatapnya tajam.
"maksud loe?"
"gw bingung ajah, sampai kapan angga bertahan sebagai pembunuh cinta. Mengingat udah 6 cewe tewas karena dia"
"kenapa mon,loe cemburu angga jalan sama cewe lain,jangan2 benar loe masih cinta sama dia"
Mona terdiam mendengar perkataan dyland, karena emang benar dirinya masih mencintai angga.
"kenapa diam,benarkan kalau loe emang masih mencintai dia, oh jangan2 loe y udah rencanain semuanya, karena loe ga mau liat angga dekat sama cewe lain"
Plakk..
Sebuah tamparan mendarat tepat di pipi kanan dyland.
"loe kalau ngomong dijaga" mona berkata sambil mengangkat tas pinggang dyland dan melemparnya tepat ke arah dyland.
Semua benda di dalam tas dylandpun segera berserakan dilantai.
Mona mengambil sebuah buku yg tergeletak di tepat bawah telapak kakinya dan membacanya..
Betapa terkejutnya mona mendapati apa arti tulisan y tertera di sana..dan dgn lantang mona membaca tulisan tangan dyland

LOE EMANG SAHABAT GW GA,TAPI LOE UDAH BUAT GW BENCI SAMA LOE..
LOE BILANG LOE SAHABAT GW DAN KITA AKAN SELALU BERSAMA SEMULA SEMUANYA INDAH SEBELUM CINTA DATANG MENGHAMPIRI LOE.
KARENA CINTA KINI LOE LUPA SAMA GW.. KARENA CINTA LOE JARANG TELPON GW KAYA DULU DAN KARENA CINTA LOE JADI ANGKUH SAMA GW.. TERNYATA CEWE UDAH BUAT LOE BERUBAH.
APAPUN CARANYA, GW AKAN REBUT LOE KEMBALI.. GW BENCI SEMUA CEWE YANG DEKAT SAMA LOE
LOE CUMA MILIK Gw GA

Sahabat sejati loe
,dyland.
Dyland hanya terdiam..sementara tawa kecil terlihat jelas di bibir merah mona.
"Dyland..dyland..ternyat bukan hanya gw y benci cewe2 y dekat sama angga, ternyata loe juga,atau jangan2 loe lagi y rencanain semua ini"
Dyland menarik buku y di pegang mona.dan menatap mona penuh kebencian.
"oh jadi gini caranya loe memutar balikkan fakta"dyland berkata sambil tersenyum sinis.
Oh yah keadaan kelas masih sepi jadi tak ada seorangpun di sana kecuali mona dan dyland.
"dgr dyl,gw emang masih cinta sama angga dan gw ga rela dia jadi milik org lain,karena dia cuma milik gw" teriak mona kencang.
"dan gw ga terima dia lebih mementingkan cewe daripada gw sahabatnya.. Karena itu gw benci semua cewe y dkat sama angga" teriak dyland tak kalah kerasnya.
Suasanapun menjadi hening saat angga memasuki kelas dan menghampiri keduanya.tampak kekecewaan di wajah angga saat itu..ternyata angga telah mendengar semua pembicaraan mereka..
"sekarang jujur sama gw, siapa diantara kalian y merencanakan semua ini?"pertanyaan angga itu membuat keduanya terdiam..


Suasana kelas menjadi sunyi seketika, ketika p'tanyaan itu t'lontar dari bibir angga.
"jd siapa dalang semua ini? Apakah kau,mantanku?"angga menunjuk ke arah mona kemudian b'alih ke arah dyland"atau justru kau,sahabatku?"
Dyland hanya menunduk sementara mona berusaha angkat bicara.
"sebenarnya.."blum selesai mona bicara, tiba2 suara hp angga berbunyi. Angga meraba saku seragam'a dan mengambil hp dan segera menekan tombol hijau.
"mia,ada apa?" tanya angga panik, terdengar samar2 suara seseorang dr balik telpon genggam angga.
"aku lisa,sahabat mia,apa benar ini nomor tlp angga?" tanya seorang cewe y t'nyata adalah sahabat mia.
"iya saya angga, mia baik2 ajah kan?"tanya angga makin khawatir..
Tapi tubuhnya lemas tak berdaya mendengar perkataan indah
"Mia meninggal kemarin malam akibat tabrak lari di depan rumahnya"

Lagi..lagi..dan lg pembunuh cinta itu tlah membunuh wanita y sangat di cintai angga.. Saat ini hatinya benar2 hancur..
Dyland dan mona berusaha mendekati angga y tergeletak lemas d lantai tp angga lebih memilih pergi dan meninggalkan sekolah..

Jam terus b'jalan, pelajaranpun terus berganti tp angga tak juga kembali dan itu membuat dyland khawatir.
#istirahat
Dyland terus berusaha menghubungi angga, tp sayang angga slalu mematikan panggilan dari dyland, tak beberapa lama mona tiba dan duduk di samping dyland.
"Gmana udah ada kabar?" tanya mona dan Dyland hanya menggeleng.
"ini semua karena loe" kata dyland kasar.
"loe ga boleh nyalahin gw tampa bukti.."
"udahlah.. Gw tau siapa loe Mon"Dyland b'kata sambil berdiri dan berlalu pergi.
"dyland loe mau kemana?"
Tak ada jawaban dari dyland,ia terus melangkahkan kakinya keluar gerbang sekolah.
"Tunggu gw ikut" mona berkata sambil berlari mengejar Dyland.


Sepanjang perjalanan mona mencoba berjalan di samping Dyland, tp langkah dyland y cepat membuat cewe manja itu kelelahan.
"Dyl,bisa jalan loe di pelanin dikit,gw capek ngikutin langkah seribu loe" kata mona sambil tergesa2,sementara Dyland trus saja berjalan.
"dasar cewe"batin dyland.
Langkah merekapun terhenti saat Dyland mendapati angga sedang terduduk lemas di cafe melati.
"Kenapa berhenti, loe lapar?"ucap mona diiringi senyum manjanya. Dan Dyland hanya menatapnya tajam dan berlalu masuk.
"dasar cowo aneh"

#Dicafe
Dyland menghampiri angga diikuti mona di belakangnya.
"Ngapain kalian kesini,blum puas liat gw menderita"
Kata angga ketika mendapati dyland dan mona duduk di depannya.
"sekarang kalian puas liat setiap kali cewe y gw kencani tewas mengenaskan?"kata angga lagi membuat keduanya menunduk.
"Ga,loe harus p'caya sama gw,gw ga mungkin ngelakuin hal sejahat itu sama loe sahabat gw, masalah diary, itu gw cuma iseng ajah ga bermaksud apa2,loe percayakan sama gw?"pertanyaan dyland membuat angga terdiam dan kemudian menatap tajam mona "loe?"
"Ga,gw cewe, sekejam2nya gw,gw ga pernah berniat untuk membunuh seseorang,apalagi seorang cewe y status'a sama kaya gw"
Untuk kedua kalinya angga t'diam..
Entah apa ia harus percaya pada Dyland dan mona?
Angga hanya ingin tau siapa pembunuh cintanya y sesungguhnya.

Angga memasuki kamarnya dilantai atas, matanyapun langsung tertuju pada sebuah amplop pink berserta teddy bear diatas meja belajarnya.
Dan iapun segera meraih dan membacanya

"Semua'a akan berakhir, temui aku malam ini jam12 di taman matahari..
Jika kamu tidak datang slamanya kau tak akan p'nah mengetahui siapa aku?"

"YOUR'S MINE"
Pembunuh cinta arlangga.



Sperti yg tertulis d surat pink itu, tepat jam setengah 12 anggapun langsung menuju Tempat y tlah di tentukan.. Dgn mengunakan motor sport miliknya angga berlalu menjauh dari rumah bercat putih itu.
Tak sampai setengah jam,ia tlah sampai di taman cinta..
Angga menghentikan motornya,dan membuka helm y dipakainya.
Ditatapnya sekeliling taman y sunyi,tapi pandangannya langsung t'tuju pada seorang cewe y sedang duduk sendiri di bangku panjang taman. Dgn langkah cemas dan gelisah,angga mencoba mendekati cewe berambut panjang itu..
"hai"sapa angga ketika tiba didepan cewe itu.
Untuk sesaat,angga menatap tajam cewe tinggi itu.. "ia begitu anggun"gumam angga.
"duduk,kamu pasti angga" kata cewe itu sambil menggeser sedikit duduknya ke arah kiri dan mempersilahkan angga duduk.
Dan selayaknya di hipnotis tanpa kata anggapun langsung duduk..

Pembicaraanpun di mulai..
"aku,lisa sahabat mia,kamu masih ingatkan?"tanya lisa memulai pembicaraan.
"jd kamu y nelpon aku tadi pagi" tanya angga balik sambil menatap lisa y mengangguk.
"ok's to the poin ajah, loe ngapain panggil gw kesini?" tanya angga penasaran.
"gw cuma mau ngasih tau loe,siapa y sesungguhny udah ngebunuh cinta2 loe"
Kata2 lisa itu membuat angga tersentak..
"lisa,tau semuanya?? Apa ini ada hubunganny dgn mia??
Lisa berdiri dan membelakangi angga.
"loe tau apa tentang semua ini?"tanya angga penasaran sambil menatap punggung lisa.
"gw tau siapa y tlah membunuh cinta loe selama ini"
"siapa??"
"orang itu mia" lisa berkata sambil duduk kembali disamping angga.
"apa?loe jangan becanda gw serius" angga berkata tak percaya.
"apa gw keliatan becanda?"pertanyaan lisa itu membuat angga menatapnya tajam.
Yah ia menemukan kejujuran di mata lisa..
"Jadi mia y tlah melakukan semua ini,tp kenapa?"tanya angga lemas.
"karena mia punya dendam pribadi sama loe,ga"
"dendam pribadi?"
"iya, loe ingat cewe gendut teman smp loe,yg pernah nembak loe?"pertanyaan lisa membuat angga mengangguk.
"cewe aneh,y udah nembak gw di depan anak2"kata angga sambil mengingat kejadian 4tahun silam itu..

4 tahun yg lalu saat angga masih smp.
"hahaha...apa ga salah kamu nembak aku?" kata angga sambil tertawa panjang diikuti anak laennya y ikut t'tawa.
Tampak gadis kecil gendut menangis sambil menundukkan kepalanya malu.
"kamu sadar dung,apa pantas aku Angga, cowo keren jadi pacar kamu,cewe gendut jelek lagi" kata2 angga itu membuat gadis kecil gendut itu berlari sambil menangis..
Setelah kejadian memalukan itu, sang gadis kecil itu memilih untuk pindah sekolah.



Lamunan angga t'henti saat lisa menepuk pelan pudaknya.
"ya gadis kecil gendut itu nia,saudara kembar mia"
Angga menatap lisa y terus bicara.
"setelah kejadian itu,nia terus2an mengurung diri dikamar tapi pada suatu hari mia mengajak nia jalan2 agar nia kembali ceria..dan mia mengajak nia jalan2 ketaman, nia slalu membawa buku diary dan teddy bear kemanapun dia pergi,sampai akhirnya mia meninggalkan nia seorang diri untuk membeli es krim favorite mereka, tapi tubuh mia melemas saat ia mendapati nia terbaring tak berdaya ditengah jalan dgn darah disekejur tubuhnya yg besar sambil mendekat diary dan teddy bear"
Angga menunduk lemas tak berdaya mendengar pernyataan lisa.
"tapi nia sempat mengatakan sesuatu sebelum pergi untuk selamanya"
"apa?"tanya angga pelan.
"dia sangat mencintai kamu,tp dia begitu sedih karena kamu ga pernah mencintai dia,dan dia lebih baik mati daripada melihat kamu jalan dgn cewe lain"
Sekarang sudah jelas,semuanya..
T'nyata mia melakukan semua ini,untuk membalas dendam pada angga atas apa y tlah menimpa saudara kembarnya.
"nia meninggal tertabrak mobil sambil memegang teddy bear dan diary pink y isinya penuh dgn tulisan "he's mine""
Kata lisa sambil menatap angga y terdiam.
"trus,tentang kecelakaan y menimpa mia?"anggapun memberanikan diri untuk bertanya.
"sebenarnya,mia bukan kecelakaan tp bunuh diri"
"bunuh diri?"
"iya, mia bunuh diri setelah dia puas buat loe menderita"

Ini sulit dipercaya, ternyata orang dalang dari semua ini adalah mia,cewe y sangat angga cintai. Dan tentang pembunuhan misterius itu,mia hanya ingin angga merasakan apa y ia rasakan,kehilangan seseorang y kita cintai dgn cara mengenaskan.
Tapi semuanya tlah t'jadi, dan angga harus dapat menerima semua ini dgn ihklas.
Kini semuanya tlah jelas.. Lisa melangkahkan kakinya menjauhi angga y masih terdiam tp sebelum lisa pergi ia memberikan sebuah gelang y pernah angga berikan pada mia kemarin..

Keesokan harinya.
Angga menghampiri dyland dan mona yg sedang berbincang2 di samping kelas.
"cie yg baru jadian"ejek angga sambil duduk di tengah dyland dan mona.
"apaan sech ga"mona berkata malu2 sementara dyland hanya t'senyum.
"gw minta maaf ama loe dyl,karena gw udah mentingin cewe daripada loe sahabat gw,dan loe juga mon,maafin gw jg yah udah kasar slama ini ama loe,padahal loe sayang bgd sama gw"perkataan angga membuat keduanya mengangguk.
"oh yah gw kekantin dulu lapar"angga berkata kemudian berlalu meninggalkan dyland dan mona y sama2 terdiam.


Satu tahun kemudian.



Tampak angga dan vanny y sedang berdiri di depan pagar rumah vanny.
"makasih say, hari ini adalah hari spesial dalam hidup aku"kata vanny manja sambil menggandeng tangan kiri angga, dan seperti biasa angga hanya tersenyum.
Oh yach vanny adalah pacar pertama angga setelah mia meninggal, angga butuh waktu satu tahun untuk membuat semua cintanya kembali normal dan vannylah cewe y meyakinkan angga bahwa semuanya tlah berakhir.
"ya udah sekarang kamu masuk"perintah angga sambil mengelus lembut rambut panjang vanny.
Tapi langkah vanny t'henti ketika angga memegang tangan kanan vanny.
"oh yah ingat yah,kalau ada teddy bear di tengah jalan jangan.."belum selesai angga bicara, vanny melanjutkan perkataan angga.
"aku hiraukan,siapa tau ajah itu jebakan y akan buat aku celaka" kata2 vanny membuat angga mengangguk.
Sebenarnya vanny sudah hafal betul apa y akan angga katakan.
"angga mia itu udah ga ada, jd kamu ga usah parno lagi sama kejadian itu, ok's sayang"
Vanny berkata sambil menggenggam erat tangan angga y menunduk.
Vanny menarik nafas panjang2 kemudian kembali berkata"ok's aku janji" janji vanny cukup buat angga tersenyum lebar.
Vanny melangkahkan kakinya mendekati pintu masuk rumahnya tp ia mendapati sebuah teddy bear tergeletak tepat di depan pintu,vannypun segera mengambilnya dan membaca tulisan y tertera di selembar kertas.
"gw emang udah ga ada,tp gw tetap ga rela angga dkat dgn cewe lain t'masuk loe"
Tertanda
Sang PEMBUNUH CINTA

Vannypun teriak histeris ketakutan setelah membaca tulisan itu "ARLANGGA"

The end

Selasa, 07 Februari 2012

"Good Morning MR.Simple" #PART2

Anna terduduk lemas ditaman belakang sekolah, Hatinya hari ini benar benar hancur, bagaimana bisa ia tidak mengetahui semuanya, bahwa sang kakak (angel) telah berpacaran dan kini putus dengan Rafa, cowo yg begitu Anna cintai.
Yah, angel adalah kakak kandung Anna, perbedaan usia mereka hanya terpaut satu tahun, walaupun mereka tinggal satu atap tapi mereka seperti layaknya orang asing, karena sifat Angel yang hobi shopping,makan dan negerumpi dicafe serta mempercantik diri disalon menbuat Angel jarang berada dirumah, sementara Anna yg lebih sering menghabiskan waktunya dirumah, merasa kehilangan sosok Kakak yang begitu ia sayangi.
Anna terus menggigit bibir bawahnya agar tak menangis "Aku harus kuat, aku harus kuat"Batin Anna pelan.
tiba tiba seseorang menghampiri Anna dan duduk disampingnya.
"Kamu nangis?"Tanyanya sambil menatap mata Anna yg memerah, Anna menatap cowo disampingnya dan menggelelng.
"Tidak, aku tidak menangis."
"Lalu, mengapa matamu merah seolah olah kau menangis."
"Tidak, aku hanya kelilipan, itu saja,"Anna menatap Dicky yang kini duduk disampingnya.
Cowo imut itupun sibuk dengan yuppy ditangannya..
Anna mengucek ucek matanya dan terus menatap Dicky yang sibuk mengunyah yuppy.
"Sepertinya, kau sangat menyukai yuppy, benarkan?" pertanyaan Anna membuat Dicky mengangguk diiringi senyum manisnya. Giginya yang rapi berbehel mengingatkan Anna pada seseorang, yah BISMA.
"Kau mau satu,"Dicky mengambil yuppy dari saku celananya dan diberikan pada Anna yg segera mengambilnya.
"Terimakasih, tapi aku maunya sepuluh,"Canda Anna sambil menatap bibir Dicky yang manyun.
"Sudah untung aku memberimu satu, seharusnya kau bersyukur karena tak seorangpun yang pernah diberi yuppy oleh cowo secute aku"Dicky berkata pede membuat Anna tertawa pelan.
"Terimakasih,"Anna berkata pelan, tapi cukup didengar oleh Dicky.
"tidak perlu, aku ihklas memberimu yuppy."
"Bukan itu, terimakasih karena kau telah membuatku tertawa saat ini,"Dicky tersenyum mendengar perkataan Anna sambil kembali mengambil yuppy dari saku seragamnya.
"Ini satu lagi untukmu"Dickky memberikan yuppy pada Anna. "berarti aku telah memberimu tiga yuppy"
Yuppy itu kini telah berpindah ketangan Anna, anna menatap dua yuppy pemberian dicky ditangan kanan dan kirinya bergantian.
"tiga?? tapi aku hanya memiliki dua yuppy,"Anna menatap kedua yuppi ditangannya bergantian dengan wajah bingung membuat Dicky tersenyum tipis.
"Yang satu lagi itu yuppy cinta, kamu gak bisa melihatnya,"Dicky berkata sambil menatap Anna yang semakin kebingungan.
"Yuppi cinta, emang ada Ki?"
"Ada dung, yuppy cinta itu cuma milik Dicky seorang, dan adanya dihati kamu,"Dicky berkata sambil mencubit gemas kedua pipi Anna membuat Anna terdiam.
Dicky menatap Anna yg masih terdiam dan menatapnya aneh "Garing yah?" Pertanyaan dicky membuat Anna mengangguk pelan sambil terus menatap cowo berkaca mata itu yg terus menggaruk garuk belakang kepalanya.
"Tapi terimakasih banyak"Anna berkata sambil tersenyum pada Dicky yang ikut tersenyum.






****
"GUE CINTA LOE, ANGEL"beberapa kali kata itu keluar dari bibir Rafa untuk cewe didepannya.
"Tapi loe taukan gue gak pernah mencintai loe, Raf."
"Terus untuk apa kebersamaan kita selama ini, loe hanya mempermainkan gue agar Morgan cemburu sama kita,"Rafa berkata sambil terus menatap Angel yang berdiri didepannya.
"Bukannya itu loe yang mau,gue ga mencintai lo, Raf, lo harus terima itu, karena gue mencintai orang lain."
Rafa tersenyum sinis "Morgan,cowo angkuh itu,"perkataan Rafa membuat Angel menatapnya tajam.
"Jangan bicara macam macam loe tentang Morgan, yang pasti dia itu lebih baik dari LOE,"Angel berkata lantang membuat Rafa tersenyum sinis.
"Dan gue gak mau, lo, menghina cowo yang gue cintai, mengeti?"
Angel berusaha melangkahkan kakinya meninggalkan Rafa tapi Rafa menarik tangan ANGEL membuat angle susah bergerak. ditatapnya Rafa yg kini berdiri didepannya sambil terus menggenggam tangannya erat.
"Sadar angel, Morgan udah benci loe"perkataan Rafa membuat Angel menepis pegangan tangan kekar Rafa.
"gue yakin dihatinya masih mencintai gue."
"Morgan akan benar benar tolol kalau dia maafin lo, setelah apa yang udah loe lakuin dibelakang dia,LOE SELINGKUH.."
Plaakkkk, sebuah tamparan mendarat tepat dipipi kanan Rafa dari tangan mulus ANGEL.
"gue gak pernah selingkuh, lo yang sengaja ngejebak gue,"Angel berkata keras sambil menatap Rafa yg mengelus pipi kanannya akibat tamparan Angel.
Rafa tersenyum sinis sebelum ia memulai perkataannya "Tapi loe keasikkankan jadi simpanan gue."
PLAKKKK lagi lagi Angel menampar Rafa untuk kedua kalinya, Rafa bukannya marah malah tersenyum tipis membuat Angel kesal dan pergi, meninggalkan Rafa yang masih berdiri diruang bercat putih itu.




***
Anna kembali lagi ketaman belakang sekolah setelah menggelilingi kolidor sekolah mencari morgan, Anna menyandarkan tubuhnya dipepohonan.
"Kamu dimana Mr, simple, kenapa kamu menghilang disaat aku butuh kamu seperti saat ini,cuma kamu satu satunya yang ngertiin aku, aku kangen kamu,"Anna menutup kedua matanya hingga tak menyadari seseorang berjalan mendekatinya.
"Baru setengah jam kau tak melihatku, kau sudah begitu merindukanku, bagaiman jika aku pergi jauh dari dari, bisa bisa kau gila karena merindukanku,"Suara seseorang membuat Anna membuka matanya, didapatinya Morgan berdiri bersandar disampingnya.
"Morgan"Tampak senyum senang diwajah Anna saat ini.
"Sepertinya ada yang merindukanku,:Morgan berkata sambil menatap sekeliling membuat Anna salah tingkah.
"Apa kau mendengarnya?"pertanyaan Anna membuat Morgan menatapnya dan mengangguk.
"Pendengaranku masih sempurna untuk dapat mendengar apa yang kau katakan tadi"Morgan berjalan kearah kursi yang terletak tak jauh dari tempat mereka berdiri dan duduk.
Anna mendekati Morgan dan duduk disampingnya, ditatapnya wajah Morgan yang semakin hari menurut anna semakin tampan.
"Tapi tak ada salahnya bukan, bila aku merindukan sahabatku sendiri,"Kata kata Anna membuat Morgan mengangguk.

satu menit... dua menit.. tiga menit... hanya keheningan yang menemani keduanya, Morgan sibuk menatap sekeliling sementara Anna sibuk dengan dedaunan ditangannya.
Sikap morgan yang acuh membuatnya tak terbiasa memulai pembicaraan terlebih dengan seorang wanita, sedangkan Anna tak mungkin memulai pembicaraan jika Morgan tak memulainya terlebih dahulu..
"Apa kau mencintai Angel?"Akhirnya dengan segala keberanian, pertanyaan itu keluar dengan tepat dari bibir merah Anna.
Morgan tak menatap Anna, ia terus saja menatap kedepan"aku rasa kau tau jawabannya,"Katanya pelan membuat Anna menunduk.
Morgan tiba tiba berdiri dan membelakangi anna, membuat Anna menatap punggung kekar Morgan yang tertutupi oleh baju seragam putihnya.
"Gue bukan tipe cowo yang mudah jatuh cinta, Angel cewe pertama yang berani masuk dalam kehidupan gue yang cenderung membosankan,tanpa lelah dia berusaha membuat gue percaya cinta itu ada, dengan semua kelebihan yang dimiliknya membuat gue sadar ternyata cinta itu memang ada, dan cinta itu adalah ANGEL,"
Anna bangun dari duduknya dan berjalan kesamping Morgan dan berdiri.
"Tapi semuanya seolah sirna, saat gue tau yang sebenarnya, orang yang sangat gue cintai ternyata selingkuh dibelakang gue, dan lebih kejamnya lagi, dihadapan gue mereka berciuman, RAFA dan ANGEL,"perkataan morgan membuat Anna menatapnya sedih, wajah yang selalau angkuh dan cenderung cuek kini lemah dan begitu teduh.
morgan menatap Anna dengan tatapan kosong "gue gak salah bukan, kalau gue membencinya?"Anna menggeleng menjawab pertanyaan Morgan.
"gue udah coba, tapi gue gak bisa, gue cinta banget sama dia, walaupun dia udah buat hati gue sakit tpai gue gak bisa pungkiri bahwa dialah satu satunya yang gue cintai"
"Morgan, kamu.."
"aku baik baik ajah, percayalah." Morganpun berlalu setelah kata kata itu ia ucapkan.
Sekarang anna baru menyadari betapa besar cinta morgan untuk Angel kakaknya, Anna terus menatap morgan yang menjauh sampai bayangan cowo tinggi itu hilang.
"Kamu begitu baik Morgan,Terimakasih telah mencintai kakakku, aku harap kau akan menjadi kakak iparku nanti,"
Tapi entah kenapa hati ana sakit, saat morgan menyatakan betapa besar cintanya untuk Angel, apa mungkin anna cemburu karena semua cowo mencintai kakaknya atau ada suatu perasaan untuk morgan yang tak pernah Anna sadari selama ini melebihi sayang dan sahabat???


"Udah dipinjemin baik baik, malah dibuang, nasib nasib" Suara seseorang tiba tiba, membuat Anna menatap suara itu berasal.
"Rafa"Anna menatap Rafa yg telah berdiri disampingnya dengan handuk kecil ditangannya.
ternyata handuk kecil milik Rafa itu terjatuh dari tangan Anna saat anna menguping pembicaraab Rafa dan Angel tadi, "aduh kenapa aku bisa lupa tentang handuk itu"tanya anna dalam hati.
"Maaf, tadi gak sengaja terjatuh waktu mau aku kembaliin sama kamu,"sangkal Anna sambil menatap Rafa yang tersenyum.
"santai ajah lagi,"kata Rafa sambil mendekatkan handuk biru kehidung mancungnya"harum juga, minyak wangi apa?"tanya Rafa sambil mencium handuk biru ditangannya.
"Minyak tanah,"Jawab anna singkat membuat Rafa menjauhkan hidungnya dari handuk biru itu.
"Minyak tanah???" Keterkejutan Rafa membuat Anna tertawa lepas.
"kamu manis juga,"Rafa berkata sambil mendekatkan wajahnya kewajah anna yang terdiam sambil mengacak ngacak rambut hitam Anna, "Jadian yukk??"kata kata Rafa yng tiba tiba itu membuat Anna terkejut.

Tuhan, apa ini mimpi????


"Bagaimana, aku rasa kau tak akan menolakku, bukankah begitu??"Tanya Rafa sambil menaik turunkan alisnya genit.
Jarak wajah mereka begitu dekat membuat Anna salah tingkah, wajahnya seketika berubah menjadi merah merona.
"Kau tau bukan, tak ada satupun siswi disekolah ini yang menolak untuk kencan dengan Kapten basket sekolah, RAFAEL LANDRY TANUBRATA,"rafa berkata dengan sedikit penekanan saat menyebutkan namanya membuat Anna menatapnya heran.
Rafa menjauhkan wajahnya dari wajah Oval anna dan terus menatap Anna yang menatapnya heran.
"Laundry?seperti nama cucian,"kata anna pelan tapi cukup didengar oleh telinga Rafa.
"LANDRY BUKAN LAUNDRY,"teriak Rafa menjelaskan membuat Anna tersenyum tipis.
"Bagaimana, kau menerimaku bukan, ingatlah tak ada seorangpun yang menolak berkencan denganku,"Rafa berkata sambil membusungkan dadanya dan meletakkan kedua tangannya bertolak pinggang.
"Berarti kau harus memberiku hadiah."
"Hadiah karena kau menerimaku, itu masalah mudah."
"Bukan, hadiah karena aku cewe pertama yang menolakmu," Kata kata Anna itu membuat Rafa menatapnya tajam.
"Menolakku??"
Anna mengangguk mengiyakan,"Iya, aku menolakmu, MR.LAUNDRY."Kini anna berkata sambil bertolak pinggang membuat Rafa menghernitkan dahinya.
"LANDRY BUKAN LAUNDRY,"Teriak Rafa pada Anna yang tersenyum tipis.
"kau serius menolakku?"Rafa menatap mata coklat anna tajam membuat anna mengangguk pelan.
"Lalu mengapa, apa yang tak kau suka dariku, mungkin aku bisa merubahnya untukmu."
"sebenarnya ada tiga alasan mengapa aku menolakmu,MR.LAUNDRY."
"LANDRY."
"pertama, karena kau itu playboy, aku tak begitu suka dengan playboy."
"Aku bisa setia padamu jika kau menginginkannya, percayalah,"kata kata Rafa membuat Anna tersenyum tipis.
"lalu kedua, karena kau Mantan pacar kakakku Angel."
"Mantan pacar itu berarti aku telah putus dan tak ada hubungan apa apa dengannya,"Kata kata Rafa kali ini membuat Anna menggelengkan kepalanya.
"Dan terakhir karena namamu yang sangatlah jelek,"kata kata Anna itu membuat Rafa membelakkan matanya tak percaya.
"Namaku? ada apa dengan namaku?"
"RAFAEL LAUNDRY TANUBRATA, nama yang aneh, terlebih dengan kata laundry ditengahnya."
"Landry bukan laundry, kau tak tau apa artinya itu."
"Laundry itu sejenis cucian kalau aku tidak salah."
"Landry itu bagaikan pemimpin, mengerti?"
Anna menggeleng membuat Rafa sedikit kesal.
"jika nanti aku menikah denganmu, otomatis mereka akan memanggilku nyonya LAUNDRY,"Kata anna sambil menampakkan wajah cemberutnya.
"Landry, L-A-N-D-R-Y" rafa mengeja membuat Anna menutup kedua mulutnya menahan Tawa.
"Rafa semakin tampan, jika ia kesal seperti sekarang,"Kata Anna dalam hati sambil terus tertawa dibalik jemari tangannya yang menutupi mulutnya.



*****
Anna masih terduduk dikursi belakang taman sekolah, setelah kepergian Rafa, ia terus saja mengacak-acak rambutnya, terlihat penyesalan diwajah anna yang telah menolak Rafa, pujaan hatinya.
"Aduh, aku benar benar bodoh, kenapa aku menolak untuk menjadi pacar Rafa, bukankah itu adalah mimpiku, selalu bersamanya, tapi aku tak mungkin menerimanya, sementara rafa dan angel baru saja putus satu hari, aku tak ingin mereka menyebutku orang ketiga putusnya hubungan mereka, Aduh aku benar benar bodoh bodoh bodoh,"Anna terus saja mengacak rambutnya, rambutnya yang tadinya rapi terkuncir kini terlihat tak beraturan.
"ADA ORANG GILA BARU NIH,"kata Reza tiba tiba membuat anna merapikan sedikit rambutnya.
"Apaan sih,"Kata Anna kesal pada Reza yang duduk disampingnya dengan sebotol minuman ditangan Reza.
"udah si Bisma ga usah dikangenin, baru sehari ajah loe gak ketemu dia, udah gila gini."
"Siapa juga yang kangen MR.Jail kayak dia, ga penting,"Kata kata Anna membuat Reza tersenyum tipis.
"Oh yah gimana kabar kakak loe, Angel?" Anna terdiam sejenak memdengar pertanyaan Reza yg sedang membuka minuman ditangannya.
"Baik,"jawab Anna singkat sambil menatap kedepan.
"Gue denger dia udah putus sama Rafa, kalau gue tembak kira kira gue bakal diterima ga?"Anna seketika tertawa mendengar pertanyaan Reza itu membuat reza menghernitkan dahinya, bingung.
"Loe mau nembak kakak gue, nyadar diri dung, gue gak bakalan mau punya kakak ipar kayak loe, ogah,"Celoteh anna membuat Reza menatapnay tajam.
"Emangnya gue kenapa, masih mending gue daripada si Rafa, cowo tak berhati itu."
"masih mending rafa kemana mana kali, ZA."
"kalaupun emang iya masih mending gue, jelek jelek gini masih ada yang mau, nah lo, gak ada satupun cowo yg mau sama lo, iya kan?" Kata kata Reza membuat Anna cemberut.
"Gue ga sejelk itu juga kali, za,"Bela Anna sambil memukul lengan Reza.
"Gue heran lo kan, kakak adik sama angel, tapi kenapa loe jelek sementar angel cantiknya luar biasa,"Untuk kedua kalinya Anna memukul Lengan Reza kesal.
"Gue gak jelek, Reza,"Anna berkata keras dengan Nada kesalnya.




****
Anna menghampiri Morgan yang sedang membaca diperpustakaan seperti biasa. Anna duduk didepan morgan yang sedang membaca, ditatapnya morgan yang mengacuhkannya.
lima menit tak ada kata yang dibicarakan keduanya, Anna menatap sekeliling sementara Morgan sibuk dengan buku bacaannya.
Seketika Morgan menatap Anna yang asik menatap kedepan, anna mengenbungkan kedua pipinya membuat morgan mengerti apa yang sedang dipikirkan sahabatnya itu.
"ceritakanlah apa yang ingin kau ceritakan!"Morgan menatap Anna yang menatapnya terkejut.
"Tapi ini tentang Rafa, aku rasa kau tak ingin mendengarnya,bukankah begitu?"
"Ceritakan, aku akan mendengarkanmu,"Morgan berkata tanpa mengalihkan pandangannya pada buku didepannya.
tampak senyum senang diwajah Anna saat ini.
"Tadi Rafa nembak aku,"Kata kata Anna membuat Morgan berhenti membaca.
entah kenapa hatinya seolah olah berhenti mendengar perkataan Anna itu. dengan mata masih kearah buku, morgan terus mendengarkan Anna yg masih bicara.
"Morgan, ini seperti mimpi, seorang Rafael laundry..eh bukan landry.. nembak aku dan meminta aku untuk jadi pacarnya,kamu tau bagaiman perasaan aku saat itu, morgna aku..."
"selamat yah,"Kata morgan memutuskan perkataan Anna yang belum selesai, membuat anna menatapnya tajam.
"Untuk apa?Pangeran wiliam belum memintaku untuk menjadi istrinya dan aku belum menikah dengan pangeran willian."
Morgan menatap Anna sambil tersenyum tipis,mungkin itu adalah senyum termanis dari bibir cowo angkuh itu.
"selamat atas hubunganmu dengan Rafa,"Morgan menjelaskan membuat Anna membulatkan mulutnya.
"OOHH"
Morgan kembali membaca sementara anna berpindah duduk kesamping morgan.
"Tapi aku menolaknya,"bisik anna pelan membuat morgan menatapnya tak percaya.
"Mengapa bukankah kau menyukainya?" Anna mengangguk menjawab pertanyaan morgan.
"Lalu?"
"Aku tak enak dengan kak angel jika aku menerima Rafa, sementara mereka baru sehari putus."
"Rafa dan Angel putus?"Kata morgan tak percaya sambil menatap Anna yang mengangguk.
"Kak angel tak pernah mencintai rafa, mereka bersama akhir akhir ini karena Rafa yang selalu memaksa kak angel untuk selalu bersamanya, masalah ciuman itu, itu hanyalah jebakan kak Rafa agar kau membenci angel."Jelas Anna panjang lebar membuat morgan terdiam.
"Kak angel sangat mencintaimu Morgan, sampai saat inipun hanya kau dihatinya, percayalah."Kata kata Anna membuat Morgan mengepalkan kedua tangannya, amarah dalam dirinya tak bisa lagi dihindarkan, RAFA harus membalas semuanya.
Morgan berdiri membuat Anna menarik tangan Morgan yang ingin melangkahkan kakinya pergi.
"Kau mau kemana?"Tanya Anna sambil menatap Mata teduh morgan.
"Kamatr mandi,"Morgna menepis tangan Anna dan berlalu pergi meninggalkan anna yang masih terdiam bingung.





BUUUGGGHHH
sebuah tonjokan mendarat tepat diwajah Tanpan Rafa hingga terjatuh ke aspal sekolah, beberapa murid menyaksikan Morgan yang menarik kasar kerah baju seragam Rafa yg masih terduduk.
"Itu balasan buat pecundang kaya' lo,"Morgan berkata keras sambil memberikan beberapa pukulan lagi diwajah Rafa.
Rafa tak mau kalah, ia menemdang siku kaki kanan Morgan membuat morgan terjatuh, pukulan balsanpun ditujukan Rafa untuk morgan.
Anna yang menyaksikan perbuatan keduanya pun berusaha memisahkan mereka.
"Morgan, Rafa, hentikan,"Anna berkata sambil berdiri ditengah tengah morgan dan Rafa berusaha memisahkan keduanya.
tapi keduanya tak menghiraukan Anna yang berdiri ditengah mereka, Rafa dan morgan tetap berusaha melawan satu sama lainnya, Anna menahan tangan Morgan yang hendka memukul Rafa, membuat Morgan menepis pegangan tangan Anna kasar sehingga menyebabkan Anna terjatuh.
"AWWW" teriak Anna kesakitan, sebuah batu melukai kepala Anna hingga mengeluarkan Banyak darah.
"ANNA,"teriak Morgan dan Rafa bersamaan.
Tapi semuanya telah terlambat, anna merasakan sekelilingnya kabur dan buram, dan Annapun pingsan...


"Aku kenapa??"Anna membuka matanya berlahan, didapatinya Morgan dan Angel yang setia menunggunya diruang UKS.
"Maafin aku, aku gak bermaksud untuk mencelakai kamu,"Morgan berkata dengan wajah bersalah membuat Anna tersenyum tipis.
Anna berbaring diranjang UKS dengan perban dikepalanya.Seketika Anna menatap Tangan Morgan yang menggandeng jemari lentik Angel, kakaknya, sebuah pertanyaanpun terlontar dari bibir Anna.
"Apa kalian??"Belum selesai Anna bertanya, keduanya mengangguk seolah mengerti apa yang akan ditanyakan Anna.
Angel menggenggam tangan Anna dan membantunya duduk diatas ranjang.
"Terimakasih, atas menyelasan kamu keMorgan, sekarang kita jadian lagi."
JADIAN LAGI???
enath mengapa saat kata kata itu terucap dari bibir Angel, Anna merasakan dadanya tiba tibasesak, mengapa ia harus merasakan sesak didadanya, bukankah Anna tak pernah mencintai Morgan, seharusnya Anna bahagia dan senang atas kembalinya pasangan yang sangat ia cintai.
"Selamat yah, oh yach, mr.simple, apapun yang terjadi kamu harus percaya Angel, karena dia adalah kekasihmu,"Anna berkata pada Morgan yang tersenyum tipis sambil mengangguk.
"Gue janji An,"kata Morgan dalam Hati.
tiba tiba datang Ilham dan Reza dari luar pintu, mereka memasuki UKS dan langsung menghampiri Anna.
"An, lo baik baik ajah kan??apanya yang sakit??loe masih inget guekan??"pertanyaan bertubi tubipun seketika keluar dari mulut Reza untuk anna yang bingung menjawabnya,Anna hanya tersenyum tipis sambil mengangguk pelan.
"Alhamdulillah, makanya lain kali hati hati yah,"ILham angkat bicara sambil mnegelus pelan rambut Anna.
"terimakasih.ilham,reza,"Anna bahagia ternyata masih banyak yang menyayanginya seperti ilham dan reza shabatnya.
"Kita pergi dulu,"Angel berkata pada Anna yang mengangguk.Angel menggandeng tangan Morgan dan merekapun berlalu keluar UKS.
Anna terus menatap keduanya hingga bayang bayang mereka hilang dari pandangan Anna.

Tiba tiba datang Rafael dari arah berlawanan, Rafapun melangkahkan kakinya memasuki UKS.
"Gimana keadaan loe?"Tanyanya sambil duduk disamping Anna. Ilham dan reza menatapnya tidak suka.
Yah, sikap arogant Rafa membuat Ilham,Reza dan Bisma membencinya, karena itu mereka tak begitu suka dengan kehadiran Rafa.
"Gue gak apa apa kok,MR.Laundry"Kata kata Anna itupun membuat Rafa menatap Reza dan Ilham yang tertawa tertahankan.
"Ngapain kalian ketawa, ada yang lucu?"Tanya Rafa kasar, membuat keduanya terdiam sejenak.
"ga itu tadi anak kucing tetangga pake daster,"Jawab Reza asal membuat Rafa yang berdiri didepannya menoyor kepala ilham kesal.
Anna hanya tersenyum tipis melihat tingkah ketiganya.




Malam hari dikamar pink anna,Anna menghampiri meja belajar dan meraih buku diary didepannya,Annapun mulai menuliskan sesuatu pada buku diarynya itu.

Dear diary,,,
Hari ini Morgan dan kak Angel resmi jadian lagi, setelah ada sedikit masalah dengan hubungan mereka, kak angel begitu bahagia kembali dengan cowo yang sangat dicintainya,Morgan..aku rasa begitupun dengan morgan.
diary...
walau morgan telah kembali dengan kak angel, dia akan tetap menjadi sahabatku bukan?
"Good Morning.MR.Simple" apa setiap pagi aku masih bisa menyapanya seperti itu??



Malam telah berganti pagi, kegelisahan anna ternyata terbukti, biasanya setiap pagi Morgan selalu menunggunya ditikungan komplek dan selalu mengajaknya berangkat sekolah bareng, tapi hari ini, Anna tak mendapati Morgan disana, Anna sadar mungkin karena sekarang Angel disisi Morgan, morgan kembali dengan motor tigernya mengantar jemput Angel sang kekasih.
Anna meraih HP disaku seraagamnya dan mulai mengirimi Morgan pesan.

to:"MR.Simple
Good Morning MR.Simple

Rasanya ingin sekali Anna mengirimi Morgan pesan, tapi Anna mengurungkan niatnya itu,anna memasukkan pesan itu pada draft Hpnya.
"Good Morning,MR.Simple"Kata Anna pelan berharap sang angin menyampaikan rindunya itu pada Morgan.



Dengan langkah malas Anna mengintari kolidor sekolahnya, sepanjang perjalanan Anna terus memandangi foto morgan dalam HP pink Anna, tak dapat Anna pungkiri Anna rindu sosok Morgan yang selalu mengacuuhkannya, padahal baru satu hari anna tak menatap mata teduhnya.
Keseriusan Anna menatap layar sentuh itu membuat Anna menabrak seseorang..
bruuukkk.. Hp ditangan Annapun seketika terjatuh..
"Maaf,maaf,"cowo yang menabrak Anna berkata sambil meraih HP yang tergeletak dilantai sekolah.
Anna hanya terdiam sambil mengambil Hp dari tangan cowo chubby itu.
"Maaf, kalau emang rusak biar aku ganti,"Katanya lembut membuat Anna salah tingkah.
"tidak perlu,"Anna menatap cowo itu yang tersenyum tipis.
"kalau begitu bisa kau antarkan aku ke kantor kepala sekolah,"perkataan cowo itu membuat Anna mengangguk pelan.

sepanjang perjalanan mereka berbincang ringan, sampai akhirnya mereka tiba didepan kantor kepala sekolah,
"kita udah sampai,"Anna berkata pada cowo chubby yang berdiri didepannya.
"terimakasih,"
"kembali"
"oh...aku Rangga,"cowo itu mengulurkan tangannya yang langsung dibalas oleh Anna.
"Anna."

batin Rangga "Anna,manis juga, apapun yang terjadi loe harus jadi milik gue, walaupun gue harus bertaruh dengan Rafa, sepupu gue sendiri"



"I'M BACK PEOPLE.."teriak Bisma dari balik pintu sambil berdiri didepan kelas, kedua tangannya dilapangkan seolah olah menunggu seseorang memeluknya.
Anna menatap Bisma kesal, sementara Ilham dan Reza menyambutnya dengan senyum senang.
"Anybody, missing me??"Bisma melangkahkan kakinya mendekati meja Anna dan Bismapun duduk dikursinya disebelah Anna.
"Gue balik, setidaknya kangen lo terobati,"Bisma tersenyum lepas sambil memperlihatkan barisan behel digiginya membuat Anna menatapnya kesal.
"Siapa yang kangen sama loe?? gue??? ogah!!! Kata kata Anna membuat bisma lagi lagi tersenyum, bisma membalikkan badannya dan menatap kedua sahabatnya yang duduk dibelakangnya.
"Loe kelihatan kurusan ma,"Reza berkata sambil meraba lengan bisma.
"Masa'?"Bisma mencoba memperhatikan badannya yang sedikit mengurus.
"Pasti karena mikirin gue tuh,"secara refleks kata kata itu keluar begitu saja dari bibir Anna, bisma yang mendengarnyapun tertawa keras.
"HAHAHA, gue mikirin cewe jelek dan bodoh kaya loe,"Bisma menunjuk Anna sambil terus memegangi perutnya yang masih terus tertawa.
"Gue gak jelek, ya kan il?"Tanya Anna sambil menatap Ilham yang mengangguk.
"Anna manis kok,"Jawaban ilham membuat Anna tersenyum senang. Hanya ilham yang mengerti perasaan Anna.
"Cewe kaya gini manis, gimana jeleknya coba, cewe manis itu seperti..."Bisma menggantungkan perkataannya sambil memikirkan seseorang.
"Angel, yah angel baru dibilang manis, Kalau loe sih asem,"Ledek bisma membuat emosi Anna meningkat.
Dengan emosi yang meluap Anna berdiri dari duduknya, tapi bisma memegang tangan Anna membuat Anna menepisnya.
"Kok marah sih, gue kan cuma becanda Na."
"Tapi loe kelewatan bis."
"iya iya sorry, oh yach gue ampe lupa, ada titipan buat loe,"Bisma mencari sesuatu didalam tasnya, membuat Anna kembali duduk.
"titipan??"
"Nih..!"Bisma memberikan kotak kecil kepada Anna, annapun segera mengambilnya.
"Itu dari Rafa buat loe,buka"
tampa perlu waktu lama Annapun membuka bingkisan pink itu.
dengan senyum senang Anna terus membuka bingkisan ditangannya, ia tak pernah menyangka Rafa akan memberinya hadiah..
Tapi senyumnya menciut, matanya membesar saat mendapati isi dari bingkisan itu.
KODOK..!!!
Annapun langsung melompat dari duduknya dan berdiri, bingkisan ditangannyapun ia buang begitu saja kesegala arah, Seketika kelas menjadi risuh karena seekor kodok yang terus meloncat loncat disetiap meja..Anna mendengar tawa kencang Bisma..
Seharusnya Anna sadar, ini semua adalah ulah Bisma, Rafa tak mungkin memberinya hadiah..



Rangga terus berjalan seorang diri dikolidor sekolah sambil membawa secarik kertas ditangannya, kertas itu bertuliskan kelas yang akan ia tempati.. Rangga menatap setiap tulisan diatas pintu kelas, ia terus mencari dimana letak kelasnya, tapi tiba tiba seseorang menarik tangannya dan menyandarkan tubuh rangga pada dinding sekolah.
"Rafa,"
"Ngapain loe disini, apa loe belum puas menghancurkan hidup gue,"Rafa berkata sambil meletakkan tangan kanannya menempel ditembok sementara tangan kirinya menekan lengan Rangga keras.
Rangga tersenyum tipis,"Gue cuma mau cari suasana baru, itu ajah,"Rangga menepis tangan rafa dari lengannya dan berlalu pergi.
"Apapun rencana loe, gue gak akan pernah membiarkan rencana loe itu berhasil,"Rafa berkata sambil terus menatap Rangga yang terus berjalan membelakanginya.
"Gue tau, loe pindah kesini bukan tanpa alasan, apapun itu gue akan cari tau,"Rafa berkata keras pada Rangga yang masih tak menghiraukannya.Dengan tas ransel dipundaknya ranggapun berbelok, seketika itu pula bayangan Rangga menghilang, dengan kesal Rafa menghantam tembok didepannya dengan tangan kekarnya.
"SIALLL"



***
Dikelas, Anna terus menatap Kesal Bisma yang tak henti hentinya tertawa,"tertawalah, dan tunggu pembalasana gue,"Anna berkata kesal sambil mengkrucutkan bibirnya.
"Gue kan udah minta maaf,dendam itu gak baiik loh."
"Sampai kapan lo akan jailin gue seperti ini, gue capek."
"nanti kalau lo udah jadi milik gue,"Bisma berkata dalam hati sambil menatap Anna yang berdiri dan keluar kelas.

Anna melangkahkan kakinya lurus mendekati perpustakaan, biasanya Morgan selalu menghabiskan waktunya disana, ternyata Anna benar, Ditatapnya morgan yang sedang membaca dimeja panjang perpus,Anna ingin sekali menghampirinya tapi langkahnya tiba-tiba terhenti.
"Aku harus bisa menjaga jarak dengan Morgan, karena sekarang Morgan adalah pacar Angel, kakakku,"Annapun membalikkan badannya menjauhi Perpustakaan, tapi suara seseorang membuat Anna menghentikan langkahnya.
"ANNA,"teriak morgan dengan posisi masih terduduk.
Untuk beberapa saat Anna terdiam, apa yang harus ia lakukan sekarang, apa aku harus menghampirinya atau??
Anna menatap Morgan yang berdiri dari duduknya dan menghampirinya, "Maaf, tadi pagi aku tak menunggu," ucap Morgan ketika tiba didepan Anna, anna hanya mengangguk pelan.
"Tidak apa, sekarang kau memiliki Angel, kau harus lebih mengutamakan dia."
"Kau sungguh baik, Anna,"Morgan meMbelai rambut Anna pelan.
belaian lembut ini,.Apa Anna akan merasakannya lagi besok, lusa dan seterusnya?
"Kau tak ingin mengatakan sesuatu padaku?"Tanya Morgan sambil meyandarkan tubuhnya ditembok, kaki kanannya ia tekuk dan menempel pada tembok putih itu.
"Apa??"Tanya Anna bingung.
"Sesuatu yang selalu kau katakan padaku, setiap kali kita bertemu."
"Good,Morning,MR.Simple, maksudmu?"Tanya Anna memastikan dan Morgan hanya mengangguk pelan.
"Apa kau merindukan kata kata itu?"Anna menatap Morgan sambil menaik turunkan alisnya, Morgan menggeleng.
"Tentu tidak."Jawaban Morgan seketika membuat Anna kecewa.

Batin Anna..
"Morgan tak akan pernah merindukanku, selama,"
Batin Morgan..
"Tentu saja aku merindukan kata kata itu, bahkan terlalu sangat merindukannya."


Ketika Cintamu tak dapat memilih, biarlah Hatimu yang menentukannya..!!
karena tak selamanya Cinta harus saling memiliki tapi cinta akan selamanya saling melengkapi.


"Kau tetap sahabatku bukan?"Anna bertanya sambil menatap Morgan yang saat itu terlihat lebih tampan,Morgan hanya tersenyum tipis.
Bila dibandingkan dengan semua cewe satu sekolah,hanya Annalah satu satunya cewe yg beruntung,karena hanya kepada Annalah Morgan memberikan senyum manisnya, Angel sang kekasihpun tak mudah mendapatkan senyum sang MR.Simple itu.
"Kau akan selamanya menjadi sahabatku,percayalah,"Morgan mengacak rambut Anna, membuat Anna terdiam.
"Hanya sahabat, apa aku tak akan pernah menjadi kekasihmu,seperti Angel?"Gumam Anna dalam hati tanpa menyadari Morgan menatapnya dengan pandangan aneh.
"Apa kau baik,baik saja?"Pertanyaan Morgan membuat Anna membuyarkan lamunannya. dengan cepat Anna mengangguk.

tibatiba Anna mendengar suara dari dalam dirinya.."Apa yang kau pikirkan,Anna???Morgan tak akan pernah menyukaimu,kau hanya sahabat bagi morgan, tidak lebih, tapi tunggu, mengapa kau jadi memikirkan Morgan seperti ini, bukankah pangeranmu itu Rafa??kau tak jatuh cinta pada morgan bukan,ingatlah Anna, morgan itu kekasih Angel, kakak kandungmu,kau harus menjaga jarak dengannya kalau bisa lupakan dia..!!"
Anna menggeleng gelengkan kepalanya... "Tidak, aku tidak mencitai Morgan, tidak, itu tidak boleh terjadi," Anna terus menggaruk garuk kepalanya yang tak gatal membuat Morgan kewalahan melihatnya.
"Ada apa, apa kau ada masalah?"Tanya Morgan membuat Anna menatapnya Tajam.
"sebaiknya kita jangan terlalu dekat Morgan,aku ingin mencoba menjauh darimu,"Anna menundukkan wajahnya setelah katakata itu ia ucapkan.
sebenarnya Anna tak ingin mengucapkan itu, tapi ia harus mengatakannya.
Morgan mengangkat dagu Anna sehingga wajah Anna sejajar dengan wajahnya "Apa yang terjadi, mengapa kau katakan itu, apa aku melakukan kesalahan padamu?"Pertanyaan bertubi tubi terlontar dari bibir morgan untuk Anna yang masih tak berani menatapnya.
"Tidak."
"Lalu,mengapa?"
"Karena aku tak ingin mencin..."Belum selesai Anna berkata tibatiba terdengar suara seseorang memanggil nama Morgan.
"MORGAN,"teriak Rangga sambil menghampiri Morgan dan Anna yang masih berdiri didepan perpustakaan.
"Rangga,"Sapa morgan pada Rangga yg telah berdiri didepannya.
"Gue cari kemana-mana ternyata lo disini,"Rangga bicara pada Morgan tapi pandangannya beralih pada Anna yg berdiri didepannya.
"oh yach, Rangga,anna" "Anna, Rangga,"Morgan mengenalkan keduanya secara bergantian membuat Rangga dan Anna tersenyum tipis.
"Sebelumnya kita udah saling kenal, iya kan Na?"Perkataan Rangga membuat Anna mengangguk.
"Iya, aku yang nganterin Rangga ke kantor kepala sekolah tadi pagi,"Jelas Anna pada Morgan yang terdiam.
"Aku kekelas dulu, ada sesuatu yang harus aku selesaikan,"Kata Anna dan berlalu pergi meninggalkan keduanya setelah Rangga dan Morgan mengangguk.
"Manis juga, jadi dia cewe yang setiap malam lo ceritain sama gue,yang kata lo,lo mulai menyukainya?"Morgan mengangguk pelan menjawab pertanyaan Rangga membuat Rangga tersenyum tipis.
"Terus gimana dengan Angel?" Rangga menyenderkan tubuhnya disamping Morgan yang telah lebih dudlu meyender didinding putih itu.
"Entahlah, setelah kejadian itu, cinta gue ke Angel serasa berkurang, gue malah semakin gak mau kehilangan Anna."
Batin Rangga "Gue gak Mungkin bersaing sama lo untuk mendapatkan Anna, tapi jujur gue juga ngerasain hal yang sama kaya' lo,gue suka Anna,"Rangga menatap Morgan yang menatap sekeliling,"Sepertinya gue harus rela,Anna jadi milik lo,gan."




Anna terduduk ditaman belakang sekolah, yah tempat itu memang termasuk tempat favorite anna ketika pikirannya sedang kacau seperti sekarang,"Gue gak mungkin mencintai Morgan,"Kata Anna sedikit keras sambil terus memainkan beberapa daun kering ditangannya.
tanpa diduga tiba tiba Anna cegukan,"Aduh, cegukan lagi, mana aku gak bawa air putih, ke kantin malas,"Gerutu Anna sambil memajukan bibirnya kedepan.
Tibba tiba datang Reza dari balik Pohon, ternyata reza telah berada disana terlebih dahulu,kemunjulan Rezapun membuat Anna terkejut.
"Sejak kapan kamu disana?"Tanya Anna pada reza yg bersandar dipohon depan anna duduk.Anna menatap tajam Reza yg mengenakan hedset dengan air mineral ditangannya.
"Apa dia denger sesuatu?"Resah Anna dengan kondisi masih cegukan.
Reza membuka hedset yg sedari tadi melekat ditelinganya dan menatap Anna tajam"tadi lo ngomong apa?"
"Huh?"
"Barusan lo ngomong sama gue kan?"
"Gak, pede,"Kata kata Anna membuat Reza tersenyum tipis.
Reza menghampiri Anna dan duduk disampingnya kemudian memberikan Anna minuman yang sedari tadi ditangan Reza,"Minumlah, kata nenek gue cegukan itu dapat menimbulkan kematian."
Anna menatap Minuman yang kini berpindah ketangannya,Anna meresa ragu untuk meminumnya.
"Tenang, seteril kok,"Reza memastika sambil mengambil kembali minuman ditangan Anna dan membukanya, kemudian ia berikan lagi pada Anna.
Anna mengambilnya dengan ragu dan langsung meminumnya.
Reza tersenyum senang,"Minuman itu sebenarnya udah gue minum tadi,"Reza berkata pelan membuat Anna tersendak dan menghentikan minumnya.
"APA??"
"gue ana lo sama sama minum munuman dalam satu botol,bibir gue dan bibir lo menyatu diujungh lingkaran botol itu,itu artinya secara tidak langsung lo sama gue udah ciumana, gimana?"Reza menaik turunkan alisnya genit membuat Anna kesal.
"APA?Jadi secara tidak langsung gue udah ciuman sama lo?"pertanyaan Anna itu membuat Reza mengangguk sambil tersenyum evil.
"Aduh, mimpi apa gue bisa ciuman sama playboyz cap teri kaya lo?"
"Jangan, lebai Na, lo kagak tau apa, tuh cewe dibelakang lo anteri cuma buat ciuman sama gue reza si ganteng maut."
Anna meletakkan motol minuman disampingnya,wajahnya masih kesal menatap Reza yg tak henti hentinya tersenyum.
Anna mengusap bibirnya dengan kedua tangannya,"Ini ciuman pertama gue ZA, kenapa lo hancurin semuanya?"
Reza menatap Anna yang terus mengusap bibirnya dengan kedua tangannya,"Lo kayaknya benci banget sama gue Na,"
"Karena gue gak suka sama playboy kayak lo,"Anna berdiri dari duduknya dan berlalu begitu saja meninggalkan reza yang terus menatapnya.
"Seandainya, gue berubah gak jadi playboy lagi, apa lo akan jatuh cinta sama gue An?"Reza meraih botol disampingnya dan menatapnya erat.
Tiba tiba datang Dicky yang langsung merebut botol ditangan Reza dan meminumnya.
"Minuman itu tadi udah gue minum,"Reza berkata pelan membuat Dicky memuntahkan semua air dimulutnya rerumputan taman.
"APA??"Teriak dicky sambil membuang botol ditangannya kerurumputan taman,kemudian ia mengusap bibirnya dengan kedua tangannya,hal yang sama seperti yang dilakukan Anna tadi.
Reza berdiri dengan wajah kesalnya,"kenapa loh?"
"IIIYYYUUUHH,"
"GAK USAH LEBAI, BIBIR GUE GAK ADA RACUNNYA,"Kesal Reza dan berlalu pergi.
"Aduh, gue lupa, gue kan lagi sariawan,lagian tuh anak kenapa tiba tiba marah marah gak jelas gitu, lagi dapet kali,"




Sepanjang kolidor sekolah Anna terus mengacak acak rambutnya,membuat anak anak disekelilingnya menatapnya aneh, tak terkecuali Rafa.
"Anna,"Teriak Rafa sambil berjalan disamping Anna yang menampakkan wajah cemberutnya.
"Kenapa juga harus Reza, kenapa gak Morgan atau Rafa gitu,mana itu ciuman pertama aku lagi,"Anna berkata pelan membuat Rafa menatanya aneh.
"kamu baik baik ajah?"Rafa menepuk lengan Anna beberapa kali membuat Anna membuyarkan lamunannya.
"MR,LAUNDRY,"Kata anna sambil menatap Rafa yg setia berjalan disampingnya.
Rafa tersenyum tipis,"Kamu kenapa, ada masalah?"Rafa menatap Anna yang mengangguk.
"Gak ada apa apa kok,cuma ada sedikit masalah ajah."
"Kalau kamu gak keberatan kamu bisa cerita sama aku."
"Terimakasih, tapi ada saatnya suatu masalah sebaiknya tak diceritakan pada orang lain."
"Rahasia maksud kamu?"
Anna mengangguk.
"baiklah aku tak akan memaksa kamu untuk menceritakannya, tapi jika kau membutuhkan seseorang untuk berbagi, aku siap menjadi pendengar setiamu,"Rafa mengelus lembut rambut anna membuat anna tersenyum lepas.
"Terimakasih MR,LAUNDRY,"Anna berkata pelan sambil menatap Rafa yang berjalan didepannya.
Anna merasakan satu kehangatan saat berada disamping rafa, beda saat Anna berada disamping Morgan yang dingin dan angkuh.





"HEY, lo cewe belagu,"Sseseorang mendorong tubuh Anna hingga menempel didinding.
"Saya?"tanya anna sambil menatap cewe berambut panjang didepannya.
"gak usah belagu lo, lo gak tau siapa gue?"Tanyanya balik membuat Anna menggeleng.
"Gue berliana, TUNANGANNYA RAFAEL LANDRY TANUBRATA,"

DEGH..tiba tiba jantung anna seolah berhenti saat kata kata itu keluar dari bibir seksi Lia,"Rafa udah tunangan?"Tanya Anna ririh, tanpa terasa matanya sudah berkaca kaca.
"Gue minta, lo jauhi dia, atau hidup lo akan sengsara,"Lia mendorong tubuh Anna kekiri, Anna hampir saja terjatuh jika Rangga tidak menangkapnya.
Rangga menatap Lia tajam,"Lo apain dia?"Rangga menahan lengan Anna yang mulai meneteskan air matanya.
"Gue cuma peringatin dia agar jauh jauh dari Rafa, tunangan gue,"Lia berkata keras pada Rangga dan berlalu pergi.
"Kamu baik baik ajah?"Rangga menatap Anna dan membayanya berdiri dipinggir lapangan.
Anna mengangguk pelan,"Apa semua orang didunia ini, diciptakan berpasangan?"
"Iya, seperti hawa tercipta didunia untuk menemani sang adam, kamu percaya itukan?"
"tidak."
"Tidak,mengapa?"Rangga mengusap air mata yang mengalir dipipi anna, beberapa anak menatap mereka tajam.
"Kalau emang iya, kenapa sampai saat ini tak ada pasangan untukku,sementara semua orang yang aku sukai telah memiliki pasangan," kata kata Anna membuat Rangga tersenyum lepas.
"Kamu sangat polos, jika tuhan menciptakan kamu itu artinya tuhan telah menciptakan pasanganmu, mungkin saja saat ini dia ada disini,didekatmu tapi kamu tak pernah menyadari kehadirannya, atau mungkin saja dia jauh dan kamu belum waktunya mengenal dia,"Rangga mengelus pelan rambut Anna membuat Anna tersenyum tipis.


Dear, diary...
Hari ini tiga cowo yang berbeda,menanyakan padaku apa aku baik baik saja??. dan ketiganya membelai rambutku lembut.
pertama, morgan,MR.SIMPLE, dia sahabat terbaikku..
belaian lembut Morgan begitu dingin,tapi aku merasa nyaman setiap kali ia melakukan itu padaku,Tapi morgan telah memiliki kekasih dia kakakku sendiri kak Angel.
sementara Rafa,MR.LAUNDRY,dia itu pangeranku,kau tau bukan aku menyukainya??
belain lembut Rafa begitu hangat, aku merasakan suatu kehangatan setiap kali didekatnya, tapi ternyata dia telah memiliki tunangan,namanya LIA.
dan yang terakhir,Rangga,MR,BAKPAO,aku baru sehari mengenalnya tapi aku rasa kami bisa jadi sahabat.
belaian lembutnya sangat tulus dan ikhlas,dia yang mengatakan padaku bahwa setiap manusia didunia ini memiliki pasangan masing masing.
Aku percaya kata kata itu, kau juga kan diary..
Siapapun dia, yang nantinya menjadi pasanganku, aku hanya ingin yang terbaik untukku dan untuknya..
jakarta,28 desember 2011.
**Anna**

Senin, 06 Februari 2012

"Good Morning MR.Simple"

Good Morning,Mr.Simple" part perkenalan.



"Good morning,Mr.Simple"teriak cewe berseragam SMU itu seraya berlari menghampiri cowo SMU y mengenakan seragam yg sama.
Cowo itupun menghentikan langkahnya dan menatap cewe imut yg kini berdiri disampingnya.
"bisa loe ga nyapa gw kayak tadi" cowo tinggi itu berkata dengan nada kesalnya membuat cewe putih itu tersenyum.
"bagus dung, dari pada gw manggil loe Mr.jelek, ayo pilih yg mana?"

Cewe imut berkulit putih dgn rambut panjangnya yg selalu diikat itu bernama andriana chantika maharani atau biasa dipanggil anna atau cantik. Dan cowo tinggi berkulit putih dgn wajah yg cukup tampan itu bernama Morgan handy winata atau biasa disapa Morgan atau Mr.simple panggilan anna khusus untuk morgan sahabatnya.
Anna adalah cewe yg energic dan sedikit ceroboh sementara morgan adalah cowo misterius yg ga suka sesuatu yg neko neko dan lebih cenderung pendiam, mereka bersahabat sejak awal masuk Sma.

Morgan melanjutkan langkahnya yg sempat terhenti karena anna memanggil y disusul oleh anna berjalan dibelakangnya.
Langkah morgan begitu cepat membuat anna kewalahan mengejarnya..
"Morgan, tunggu gw" anna berkata sambil menyimbangi langkah seribu Morgan.
"dasar keong"kata morgan pelan berharap anna tak mendengarnya.
"apa?" Anna menatap tajam Morgan yg terus melangkah,Morgan selalu saja mengacuhkannya, "bagaimana aku bisa bersahabat dgn cowo sedingin ini?"



Akhirnya mereka tiba juga digedung pendidikan itu,dan Anna masih mengimbangi jalan morgan yg cukup cepat.
Mereka terus mengintari kolidor sekolah sebelum seseorang memanggil nama anna.
"Anna"teriak cowo berbehel membuat anna dan morgan berhenti dan menatapnya.
Anna menatap cowo bertopi itu menghampiri mereka dgn setangkai bunga ditangan kanannya.
"ada apa?"tanya anna sambil menatap cowo itu yg kini berdiri didepannya.
"nih,buat kamu"cowo itu memberikan anna yg ada ditangannya dgn cepat anna meraihnya. Morgan y berdiri disamping ana hanya diam menatap keduanya.
"wah indah sekali,terimakasih" anna terus menatap kagum bunga ditangannya, tangkai bunga itu cukup panjang dan ada dua daun diantara tangkainya.
"loe suka?"
"iya, gw suka bunganya"
"bukan bunganya tapi ulet"
"apa?ulet?"
Anna berkata dgn nada takut sambil menatap cowo itu yg membalikkan daun hijau ditangkai bunga itu. Betapa terkejutnya anna mendapati ulet gendut diantara dedaunan itu.
"Aahh..."teriak anna histeris sambil memeluk Morgan disampingnya,Morgan y terkejut dgn pelukan anna hanya terdiam..Anna seketika membuang bunga ditangannya kelantai sekolah dan terdengar jelas suara tawa senang dari bibir cowo jail itu.
Anna melepas pelukannya dan menatap tajam cowo berbehel y masih tertawa lepas.
"Bismaa"Anna berkata sambil memukul lengan bisma.
Yah..namanya bisma karisma, cowo energic yg hobi menjaili orang lain dan jago dance, bisma adalah ketua dance di SMA merah putih itu...
Dan sebenarnya sejak lama bisma menyukai anna, teman sekelasnya sekaligus teman sebangkunya yg selalu ia jaili.
Morgan melangkahkan kakinya menjauhi keduanya yg sedang berdebat, langkahnya memasuki perpustakaan disamping ruang kesenian.
"bisa sehari ajah loe gak ngerjain gw?"tanya anna dengan wajah cemberutnya.
"ga bisa"jawab bisma enteng sambil mengambil bunga yg tergeletak dilantai dan membuangnya ketanaman kecil didepannya.
Tiba2 seseorang menabrak punggung bisma membuat bisma menatapnya tajam.
"aduh cupu,kalau jalan liat liat dung, untung yg loe tabrak gw bukan siRafa cowo sombong angkuh itu kalau enggak loe bisa dilabrak"bisma berkata pada cowo berkacamata yg berdiri disampingnya..
"maaf"katanya pelan dan berlalu pergi..
"dia itu dicky kan?"tanya anna sambil menatap bisma yg mengangguk.
Cowo berkacamata tebal yg hobi membaca itu bernama Dicky prasetya,Dicky adalah murid teladan yg selalu menjadi juara kelas dan dicky itu adalah ketua kelas dikelasnya. Walaupun cupu tp dicky itu cukup manis loch..
Anna menatap sekeliling pandangan'a langsung tertuju pada cowo tinggi yg sedang bermain basket ditengah lapangan,gayanya begitu lincah dan menawan membuat anna terpanah,bisma menatap ana y serius memandang cowo basket itu.
"dia sangat tampan"kata2 anna membuat bisma menatapnya tajam.
"siapa?"
"Rafael" jawab anna singkat sambil terus memperhatikan cowo berwajah oriental itu.
Sejak lama anna mengagumi sosok cowo oriental itu, tapi sifatnya yg cool dan arogant membuat anna enggan menyatakan perasaannya.
Tapi bagi anna cowo bernama lengkap Rafael landry tanubrata itu adalah pujaan hatinya selamanya.
"bisma buku gw mana?"teriak seorang cowo sambil berdiri disamping bisma.
Annapun segera menatap kedua sahabat bisma itu.
Reza adalah cowo playboy yg memiliki banyak kekasih wajahnya yg ganteng membuatnya menjadi idola..sementara ilham adalah cowo manis yg hobi melukis dan bikin puisi, dan ilham termasuk cowo romantis yg penuh perhatian terhadap semua cewe..bisma,reza dan ilham adalah sahabat tak terpisahkan..
"buku loe ada ditas gw,tenang ajah za"bisma berkata sambil merangkul lengan Reza tp reza menepisnya. Sementara ilham yg berdiri disampingnya hanya tersenyum tipis. Ilham mengalihkan pandangannya pada anna yg juga menatapnya dan mengambil sesuatu dari dalam saku seragamnya.
"ini buat kamu"ilham mengulurkan selembar kertas pada sasya yg langsung mengambilnya.
"ini apa?"tanya anna bingung.
"buka ajah"ilham segera berlalu setelah mengatakan kata2 itu dan annapun segera membukanya..
Anna membaca sebuah tulisan yg tertera disana.

I LOVE YOU,ANNA


Anna terduduk dipinggir lapangan, matanya tak pernah lepas memandang pujaannya Rafael yg sedang asik mengiring bola basket ditengah lapangan. Jam masih menunjukkan pukul setengah tujuh pagi jadi sekeliling gedung pendidikan itu masih terlihat sepi. Udara pagi ini begitu panas membuat tenggorokan Anna menjadi haus.
Rafael terus menggiring bola dengan lincah dan energic membuat anna semakin mengaguminya,Anna menatap kedepan dilihatnya beberapa cewe genit memanggil manggil nama pujaannya. Ternyata bukan hanya Anna yg terpesona pada ketampanan Rafael kapten basket sekolah.
"Anna"teriak seseorang membuat anna memalingkan wajahnya dari sekumpulan cewe centil itu. dilihatnya bisma duduk disampingnya.
"Bisma, ada apa?" anna menjauhkan duduknya kekanan, takut takut bisma membawa ulet gendut seperti tadi pagi.melihat tingkah anna bisma hanya tersenyum tipis.
"Ini untukmu,"Bisma berkata sambil meyodorkan sekaleng minuman soda pada anna yg segera mengambilnya.
"terimakasih"
"bukalah, aku rasa kau haus dan butuh sesuatu untuk menyegarkan tenggorokanmu" kata kata bisma membuat anna tersenyum lepas.
Untuk sesaat Anna terdiam, apa ini salah satu kejailan bisma padanya, tumben tumben bisma memberinya minuman sesuatu yg tak pernah bisma lakukan sebelumnya.
"tenang ajah ga ada uletnya kok" ledek bisma sambil menaikkan kedua alisnya genit.
Anna pun segera membukanya, tapi tiba tiba benar saja apa yg ditakutinya terjadi....
bruuurrrrrhhhhh seketika minuman soda itu menyembur tubuh dan wajah Anna membuat Bisma tertawa lepas, ternyata sebelum minuman itu bisma berikan pada anna, Bisma telah mengocok ngocok minuman itu hingga soda dalam minuman itu menyatu dan saat minuman itu dibuka soda itupun seketika menyembur sang pembuka.
Anna menatap Bisma garang yg masih tertawa.
Rafael yg telah menghentikan permainan menatap anna dan menghampirinya, terlihat handuk kecil dilehernya.
"kau baik baik saja?" tanya rafael pada Anna yg berdiri. Anna berusaha membersihkan semua soda disekujur tubuhnya tak tak menyadari kehadiran Rafael.
"pakailah ini untuk membersikan seragammu" rafael memberikan handuk kecil yg tergelantung dilehernya pada Anna, sesaat Anna baru menyadari pujaannya ada disampingnya.
Anna tersipu malu sambil meraih handuk kecil ditangan Rafael dan mulai membersihkan seragamnya, Rafael terus menatap Anna sambil tersenyum.
sementara bisma masih tertawa terbahak bahak hingga berguling guling diaspal sekolah sambil memegangi perutnya... Rafa yg melihat tawa berlebihan bismapun menendang kaki kanan bisma membuat bisma terdiam dan berdiri.
"Sorry, Na" kata bisma diiringi senyum lebarnya.
"AWAS KAU, BISMA" ancam anna dalam hati sambil menatap garang bisma yg tersenyum tak berdosa.






****
"lihatlah morgan, handuk biru ini milik rafael, aku tak pernah menyangka dapat memilikinya" Anna terus saja memamerkan haduk biru milik rafael pada morgan yg duduk didepannya.
"rafa hanya meminjamkanmu bukan memberimu handuk itu" morgan berkata tampa memandang Anna yg terdiam, Cowo cool itupun sibuk membaca.
saat ini Anna dan Morgan berada di ruang perpustakaan.
"benar juga, tapi tak apa, itu artinya besok aku dapat bertemu dengannya lagi untuk mengembalikan ini,"Kata Anna sumriyah sambil terus melambai lambaikan handuk kedepan wajah Morgan.
"Morgan, apa kau tak ingin memegangnya?"pertanyaan Anna membuat Morgan berhenti membaca dan menatapnya tajam.
"untuk apa, kau pikir aku menyukai Rafael?"
"maaf" anna menunduk sambil mengembungkan kedua pipinya.
"tapi Morgan hari ini aku benar benar bahagia" Anna berkata yg tiba tiba kembali ceria membuat morgan menggelengkan kepalanya dan kembali membaca.
"Tadi aku tak menyangka akan sedekat itu dengan Rafa, apalagi tadi dia sempat tersenyum padaku,Morgan senyumnya itu sangat manis, senyum termanis yg pernah aku temui, mor..." Anna menghentikan perkataannya ketika mendapati morgan sibuk membaca dan tak menghiraukannya.
"Morgan, kau tak mendengarkanku?" anna menatap morgan kesal sambil menutup buku yg dibaca Morgan.
"untuk apa, apa kau pikir aku tak bosan mendengarkan kau bicara rafa, rafa, rafa dan rafa setiap harinya, carilah seseorang yg bersedia mendengarkan keluh kesahmu itu"
morgan berdiri dan meraih buku diatas meja kemudian berlalu meninggalkan Anna yg cemberut.
"kenapa dia?"




****
Bisma menghampiri ilham dan Reza yg sedang berbincang bincang disudut sekolah. dengan bunga mawar ditangannya Bisma duduk disamping keduanya.
"apaan tuh, bunga?" tanya Reza heran sambil menatap Bisma yg mengangguk.
"yepz, bunga mawar merah plus ulet gendut" jawab bisma enteng.
"ulet gendut?"seru ilham dan Reza berbarengan dengan tampang terkejutnya.
"yepz, nih liat" bisma membalikkan daun hijau itu dengan tangan kananya sementara tangan kirinya memegang gagang tangkai bunga mawar merah itu. seketika ilham dan Reza mendapati satu ekor ulet gendut dibelakang daun hijau itu.
Ilham menggeser tubuhnya menjauh dari Bisma karena takut sementara Reza hanya menggeleng gelengkan kepalanya heran.
"kau ingin menjaihili anna lagi?"ilham bertanya sambil berdiri dari duduknya.
"mengapa, kau tak suka aku menjahilinya?" pertanyaan bisma membuat ilham terdiam sejenak.
" Wajah anna sangat luchu jika dia ketakutan seperti tadi,aku rasa akan lebih seru jika ada siaran ulangnya"kata bisma lagi sambil tersenyum evil.
"iya, apa kau tak kasihan padanya?"ilham berkata pelan sambil memperlihatkan wajah kecewanya membuat bisma yg menatapnya tersenyum.
Reza mengambil bunga ditangan bisma dan mulai bermain dengan ulet gendut ditangkai daun itu.
"tau dech yg suka, cinta, perhatian mah" ledek bisma sambil berdiri dan merangkul lengan Ilham.



*****
"Dimana dia, mengapa aku tak melihatnya?"Anna terus berjalan dikolidor sekolah sambil menengok kiri kanan mencari morgan sahabatnya.Anna telah mengintari seluruh ruang sekolah ini tapi tetap saja ia tak melihat morgan.
dengan handuk rafa masih ditangannya, Anna mendekati ruang kesenian dipojok kiri.
"apa mungkin morgan disana?"tanya anna dalam hati sambil mendekati ruang kesenian itu.
Anna terdiam saat mendapati Morgan disana dengan seorang cewe berseragm sama seperti anna.
"Angel?" anna memastikan sambil berdiri dibalik tembok, tiba tiba terdengar suara keduanya dari dalam ruang kesenian itu.
"mengapa kau selalu saja bersikap angkuh padaku, Morgan?" tanya angel cewe tinggi dan putih itu pada morgan yg terduduk didepan piano sementara posisi angel berdiri.
tak ada jawaban dari bibir morgan.
"Morgan, jawab aku, apa kau masih marah padaku?" tanya Angel lagi sambil memegang lengan Morgan membuat morgan menatapnya kaget.
"lepaskan, kau tak ingin aku bermain kasar padamu bukan?"morgan menepis pegangan tangan Angel dan berdiri.
"Apa kau tak bisa memaafkanku, Morgan"Angel berkata memelas sambil menundukkan wajahnya berharap Morgan simpati dan meminta maaf, tapi morgan berlalu begitu saja meninggalkan Angel yg kecewa dengan sikap angkuh Morgan.
Anna terus menyaksikan keduanya dari balik tembok, tapi tiba tiba seseorang menarik tangannya.
"kau???"belum sempat anna berbicara banyak tiba tiba orang itu menutup mulut anna dengan kedua tangannya membuat Anna diam Tak berkutik.... Anna membelakkan matanya menatap cowo yg kini ada didepannya, begitu dekat dan nyata...


***
"dicky,apa yg kau lakukan disini?"Tanya anna ketika dicky tak lagi mendekap mulutnya.
"seharusnya aku yg tanya padamu, apa yang kau lakukan disini, kau menguping, huh?" Dicky mengambil permen yuppy dikantong seragamnya dan membukanya.
"Tidak,kalaupun ia itu tak ada hubungannya denganmu" Anna berkata sambil merebut yuppy dari tangan Dicky dan memakannya.
"Yuppyku"Dicky berkata sambil menampakkan wajah cemberutnya membuat Anna tersenyum tipis.
"Jangan terlalu pelit,nanti kau bisa kaya mendadak," kata Anna sambil mengacak rambut cowo pintar itu.
Anna berlalu meninggalkan dicky yg masih belum ikhlas menerima kenyataan yuppy miliknya dimakan Anna.




***
"Dimana dia, tumben belum kembali?"Anna menatap keluar kelas menanti kedatangan MR.Jahil Bisma karisma..
"Bisma karisma..nama yg indah, tapi tidak dgn pemiliknya yang selalu membuat orang kesal"Gerutu Anna dalam hati.
"Bisma mana?"tanya anna pada ilham Dan Reza yang duduk dibelakangnya.
Ilham menggelengkan kepalanya sementara Reza mengangkat bahunya.
"Mana gue tau, Tumben loe nanyain Bisma, kenapa kangen loe ama dia," kata kata Reza membuat Anna memukul lengan reza keras.
"Siapa juga yang kangen, ga penting banget ngangenin Mr.jahil kayak dia" Anna terduduk dibangkunya dan menatap keluar kelas. Bel masuk telah berbunyi tapi kenapa Bisma belum kembali?
Anna menatap bangku disebelahnya, kosong hanya tampak tas ransel bisma tergeletak diatas meja.

Tak berapa lama,Bisma muncul dari balik pintu dan berjalan kearah tempat duduknya disamping Anna.
"Bis, tadi loe dicariin tuch ama Anna, katanya kangen sama loe" Reza berkata pada Bisma yg berdiri disamping mejanya.
"Benarkah,kau merindukanku?"tanya Bisma sambil menatap anna yg tersenyum sinis.
Bisma mencoba duduk dibangkunya..
"Emang cowo tampan nan mempesona seperti gue, selalu menjadi.."
Belum selesai kata itu diucapkan, tiba2.. BRRUUKK.. Bisma terjatuh dari duduknya, semua yg menatapnya tertawa lebar, tak terkecuali Anna Reza dan Ilham, seketika kelas menjadi risuh.. Bisma menundukkan kepala menahan malu sambil mengelus kakinya yg tiba2 ngilu.
"Makanya jadi cowo jangan jahil,makan tuch akibatnya, BISMA KARISMA,"Anna berkata dgn senyum kemenangan diwajahnya menatap Bisma diam tak berkutik.
"Tunggu pembalasan gue"
Kata Bisma dalam hati sambil berusaha berdiri, ditatapnya sekeliling kelas yang masih menertawakannya.




Morgan terdiam disudut ruang perpustakaan,pikirannya benar2 kacau, ia memilih untuk tetap diruang penuh buku bacaan itu ketimbang kembali mengikuti pelajaran.
Ia lebih senang menyendiri dan menyimpan masalahnya dalam hati, ia tak ingin ada satupun orang yg masuk dalam masalahnya.
Morgan membuka buku didepannya yg sedari tadi ia acuhkan dan mencoba membaca, tapi ia tetap tak dapat berkosentrasi, morgan menutup kembali buku didepannya dan menjatuhkan kepalanya keatas meja.
"Gue,harus lupain loe,Angel" kata Morgan pelan sambil berusaha menutup matanya.



"ANNA"Teriak seseorang membuat anna yg sedang membenahi kelas karena piket, berhenti dan menatap tajam cowo yg memanggil namanya tadi.
"Ilham"sapa anna pada ilham Yg tersenyum. Ilham berjalan kearah Anna dan mengambil sapu dari tangan Anna.
"Aku bantu yah" kata ilham lembut sambil mulai menyapu. Anna tersenyum sambil terus menatap cowo manis itu.
"kenapa kau begitu baik padaku?"Anna mencoba memulai pertanyaan sambil menghapus papan tulis didepannya.
"Aku rasa kau tau jawabannya" jawaban Ilham membuat Anna terdiam sejenak, Anna membalikkan badannya dan menatap ilham yg sedang menyapu meja paling belakang, tak ada siapapun dikelas hanya ada mereka berdua disana.
"Mengapa kau mencintaiku?" pertanyaan Anna yang tiba2 membuat ilham berhenti menyapu dan menatapnya tajam, jarak mereka memang cukup jauh tapi anna dapat merasakan tatapan tajam yg diberikan Ilham padanya.
"Apa ada alasan, untuk mencintai seseorang" jawab ilham sambil menatap Anna yg terdiam.

"I'm here" Reza berkata tiba2 dari arah pintu membuat keheningan itu berakhir,Tampak bisma mengekor dibelakang Reza.
"Perasaan hari ini bukan hari piket loe ham" Reza menatap daftar piket didinding kelas.
"gue cuma bantu2 ajah" ilham kembali menyapu begitupun Anna yg kembali membersihkan papan tulis.
Bisma mendekati anna dgn ulet gendut ditangannya, Anna terus ajah asik menghapus papan tulis dan tak menyadari bisma dibelakangnya.
Reza menatap Bisma yang mulai menjaili Anna dgn meletakkan ulet dibahu kiri Anna.
Reza melangkahkan kakinya berdiri disamping Anna,
"biasanya situasi seperti ini,Anna membutuhkan seseorang untuk dipeluk, kesempatan buat gue" kata Reza dalam hati sambil tersenyum tipis.
"Anna, kamu ga ngerasain sesuatu gitu yang aneh dibahu kamu?" pertanyaan bisma membuat anna membalikkan badannya dan menatap bisma yg tersenyum menampakkan deretan giginya yg berbehel.
"ga, emang kenapa?" tanya anna balik sambil memegang penghapus papan tulis ditangannya.
"Ga, itu ada ulet dibaju kamu" Bisma berkata sambil menunjuk ulet yg sedang jalan2 dibaju putih Anna, membuat Anna seketika berteriak kencang dan Reza siap2 menangkap pelukan cewe mungil itu.
"AAAAHHHH"Teriak Anna reflek sambil melempar penghapus papan tulis kesamping yg tak sengaja mengenai kepala Reza.
"aow"Rintih reza kesakitan.
Bisma tertawa lepas melihat anna loncat loncat ketakutan sambil membuang ulet dari baju seragamnya.
"Bisma karisma"Teriak anna kesal setelah berhasil menjauhkan ulet dari seragamnya dan menatap tajam bisma yg masih tertawa.
Anna mengalihkan pandangannya pada Reza yg sedang memegangi kepalanya.
"kamu kenapa?"tanya Anna tanpa rasa bersalah.
"seharusnya loe meluk gue, bukan malah lempar gue pake penghapus" kata Reza kesal pada Anna yg menunduk.
"Maaf" kata anna pelan.
Ilham hanya terdiam sambil terus menatap ketiganya dari sudut kelas.




"Good morning,MR.Simple" teriak Anna sambil berlari menghampiri Morgan yg berdiri disamping gerbang sekolah.
"Sekarang udah sore dan berhenti memanggilku mr.simple,"
"Aku selalu disini untuk menolongmu,"
"apa?"
"jika kau butuh seseorang untuk berbagi, aku bersedia mendengarnya" kata2 Anna membuat Morgan menatapnya tajam.
"apa kau pikir, saat ini aku sedang ada Masalah?"pertanyaan Morgan membuat anna mengangguk.
"kau sahabatku, aku akan melakukan apapun untukmu"
"benarkah?"Morgan menatap Anna yg mengangguk diiringi senyum manisnya.
Morgan meraih kedua tangan Anna membuat anna terkejut.
Morgan menggenggam erat tangan Anna dan menatapnya tajam..
Sebelum sebuah pertanyaan terlontar dari bibir sexy Morgan yg membuat Anna tersentak kaget..

"kalau begitu,jadilah pacarku"



***
Anna terdiam mendengar perkataan Morgan yg tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Anna menatap mata kecoklatan Morgan yg tajam menatapnya...
Tiba2 sebuah mobil menyerempet tubuh mungil Anna y berdiri ditengah jalan membuat anna terjatuh,seketika tangan Anna terlepas dari genggaman tangan Morgan.
"aww"teriak anna kesakitan sambil mengelus siku tangannya yg berdarah, mobil itupun berhenti.. Seseorang turun dari mobil dan menghampiri Anna yg masih duduk kesakitan.
"kau baik2 saja?"tanya pengemudi mobil itu yg ternyata adalah Rafa.
Anna menatap Rafa kaget sambil terus menatap Rafa yg membantu anna berdiri.
"Maaf,aku benar2 tidak sengaja,kau baik baik saja bukan?"pertanyaan Rafa itu membuat Anna tersenyum senang.
"Aku baik baik saja,"
"tapi siku mu berdarah"Rafa menatap siku Anna yg berdarah membuat Anna lagi2 tersenyum senang.
"tidak apa, jangan khawatir ini hanya masalah kecil."
"Bagaimana jika aku mengantarmu pulang?"
Pertanyaan Rafa membuat Anna terdiam, apa aku mimpi, Rafa mengajakku pulang bersamanya, siapapun tolong cubit aku, apa ini benar2 kenyataan..
"hello"Rafa melambaikan tangannya didepan wajah anna yg terdiam, tak ada respon Rafapun mencubit pelan pipi tembem anna.
"aww"Teriak anna kesakitan.
"Kau baik2 saja bukan?"pertanyaan Rafa membuat Anna mengangguk pelan sambil mengelus pipi merahnya.
"Bagaimana, apa kau mau aku antar?"tanya Rafa sambil menatap tajam Anna.
"terimakasih, tapi aku masih ada sedikit urusan, kau pulang saja"
"Baiklah" Rafapun melangkahkan kakinya menjauhi anna yg masih menatapnya tajam.
Rafa memasuki mobil hitam itu dan Berlalu.
"Bodoh, bodoh, mengapa aku menolaknya, ini adalah kesempatanku untuk dekat dgn Rafa, aku benar benar bodoh" anna berkata sambil mengacak acak rambut hitamnya.
"Tapi tunggu sepertinya aku melupakan sesuatu" Anna mencoba mengingat sesuatu yg sepertinya ia lupakan.
"Morgan"
Anna menatap sekeliling dan tak mendapati morgan disampingnya.
"kemana perginya dia?"
Keseriusan anna menatap Rafa membuatnya tak menyadari kepergian Morgan.



Anna telah sampai dikamar pink miliknya, anna menghampiri meja belajar dan menaruh tas pinknya diatas meja, Anna terduduk didepan meja belajar sambil mencari sesuatu dalam tasnya, seketika anna menemukan kertas bertuliskan "I LOVE YOU, ANNA" pemberian ilham, anna membuka laci dibawah meja belajarnya dan menaruh kertas itu didalamnya bersama kertas2 sebelumnya.. Yah sudah lebih dari 30 bertuliskan "I LOVE YOU, ANNA" pemberian ilham untuk anna, dan anna selalu menyimpan semua kertas pemberian ilham itu.
"aku tak butuh semua kertas ini, aku butuh kejujuran dari bibirmu, Ilham"
Anna menutup laci meja dan berjalan kearah tempat tidur dan berbaring.. Seketika anna teringat Morgan sahabatnya.
"kenapa dia selalu menghilang tiba2 seperti hantu,"
Anna menatap langit2 kamarnya.
"apa Morgan benar2 memintaku untuk menjadi pacarnya, apa aku hanya dijadikan pelampiasan cinta morgan pada Angel?"
Anna mengambil hp disaku seragam yg masih dipakainya "apa aku Sms dia?" annapun segera memainkan jemarinya diatas layar sentuh itu.

To: Mr.Simple (Morgan)
Apa kamu udah sampai Rumah?
Kenapa kamu tinggalin aku disekolah tadi?

10 menit tak ada sms balasan dari morgan, membuat Anna kembali mengirimi Morgan Sms.

To:Mr.Simple
Kenapa sms aku tak kau balas, apa kau marah padaku?

To:Mr.Simple
Good Morning Mr.Simple ^^

To: Mr.simple
Morgan

To:Mr.Simple
... :,( ...

Lebih dari 20 sms, anna kirim untuk Morgan tapi satupun tak ada jawaban dari cowo angkuh itu.



*** keesokan harinya ***

"Good Morning Mr.simple"teriak Anna sambil berlari menghampiri morgan yg terus berjalan mengacuhkannya.
Anna mencoba menyeimbangi jalan mereka.
"Morgan, mengapa kau tak membalas pesanku, apa pesanku tak masuk?"
Anna bertanya pada Morgan yg terus berjalan disampingnya.
"Ga ada pulsa"
"Kenapa kau tak mengisinya"
"malas"
Jawaban Morgan membuat Anna cemberut.
"Apa kau marah padaku?"tanya Anna sambil terus berjalan disamping Morgan.
"tidak,"jawaban Morgan singkat tanpa menatap anna.
"Lalu mengapa kau angkuh padaku?"
"karena ini sifat gue"
"Tapi dulu kamu tak pernah mengacuhkanku" anna berkata sambil menghentikan langkahnya dan menunduk.
Morgan menatap kebelakang, dilihatnya Anna yg menunduk sedih dan Morganpun menghampirinya.
"Maaf" Morgan berkata sambil mengangkat dagu anna membuat anna menatapnya.Morgan menurunkan sedikit tubuhnya mensejajarkan tubuhnya dgn tubuh mungil anna.
"gue ga bermaksud buat lo sedih karena sifat angkuh gue, tapi gue ingin lo tau inilah gue yg sebenarnya."
Anna menatap diam morgan yg masih bicara.
"sifat gue yg angkuh dan cuek membuat mereka menjauh, tapi kamu datang menawarkan persahabatan, cuma lo yang mengerti gue."
"Morgan.."
"gue gak akan pernah marah sama loe, mengerti?"kata2 Morgan anna mengangguk. "dan terimakasih, untuk pertemanan ini," Morgan tersenyum tipis sambil membelai lembut Rambut hitam Anna..
Anna kembali berjalan disamping morgan.
"Oh yah, tentang perkataan kamu kemarin, aku..."
"lupakan," Kata morgan memotong perkataan anna, membuat anna terkejut.
"Apa?"
"Anggap gue ga pernah ngomong apapun sama loe"
Perkataan Morgan membuat Anna terdiam tanpa kata.



Anna telah tiba dikelasnya, pikiran anna tak bisa lepas memikirkan perkataan Morgan tadi.
Bagaimana bisa, dengan mudahnya Morgan menyuruhnya melupakan kata2 yg telah membuatnya susah tidur karena memikirkan kata2 itu. "kalau begitu jadilah pacarku", memang anna hanya menganggap Morgan sahabatnya tapi entah mengapa saat Morgan mengatakan itu, hati Anna berbunga bunga.. Dan sekarang Morgan menyuruhnya untuk melupakan semuanya.
Anna terduduk dibangkunya dan menatap bangku Bisma yg kosong, tak beberapa lama tiba ilham dan Reza yg duduk tepat dibelakang Anna, tapi anna tak mendapati Bisma yg selalu bersama ilham dan Reza.
Tiba2 hp Anna bergetar tanda satu sms masuk.
Dan annapun segera membacanya.

From: Mr.Jahil (Bisma)
Ehh jelek, hari ini gue ga masuk, lo jangan kangenin gue yee

To:Mr.Jahil
Ga penting -,-'



Anna berjalan lurus dikolidor sekolah, sesekali menatap kiri kanan mencari seseorang dgn handuk kecil milik Rafael ditangannya.
"Rafa,dimana dia?"
Tanya anna dalam hati mencari2 Rafael.
Tiba2 anna menatap Rafael yg menarik tangan Angel memasuki ruang UKS, membuat anna melangkahkan kakinya menuju ruang UKS dan menatap keduanya yg sedang berdebat.
Dari balik pintu anna mendengarkan perkataan keduanya.
"Lepasin gue Rafa," Angel berkata sambil berusaha menepis pegangan tangan Rafa.
"gue butuh penjelasan dari lo, Angel"
"Penjelasan apa lagi, kita udah putus,Raf."
Putus.. Apa mereka sempat jadian.. Batin Anna.

"Gue Cinta Loe, angel"Rafa berkata sambil terus menggenggam tangan angel membuat Angel terdiam.
Begitupun anna yg tiba2 membeku mendengar perkataan Rafa itu.
Hati anna tiba2 sakit dan sesak mendengar cowo yg dicintainya ternyata mencintai cewe lain, yang tak lain adalah Angel, Kakak kandung Anna.


CONTINUE ^^

Online Now Icons