Facebook Badge

Selasa, 07 Februari 2012

"Good Morning MR.Simple" #PART2

Anna terduduk lemas ditaman belakang sekolah, Hatinya hari ini benar benar hancur, bagaimana bisa ia tidak mengetahui semuanya, bahwa sang kakak (angel) telah berpacaran dan kini putus dengan Rafa, cowo yg begitu Anna cintai.
Yah, angel adalah kakak kandung Anna, perbedaan usia mereka hanya terpaut satu tahun, walaupun mereka tinggal satu atap tapi mereka seperti layaknya orang asing, karena sifat Angel yang hobi shopping,makan dan negerumpi dicafe serta mempercantik diri disalon menbuat Angel jarang berada dirumah, sementara Anna yg lebih sering menghabiskan waktunya dirumah, merasa kehilangan sosok Kakak yang begitu ia sayangi.
Anna terus menggigit bibir bawahnya agar tak menangis "Aku harus kuat, aku harus kuat"Batin Anna pelan.
tiba tiba seseorang menghampiri Anna dan duduk disampingnya.
"Kamu nangis?"Tanyanya sambil menatap mata Anna yg memerah, Anna menatap cowo disampingnya dan menggelelng.
"Tidak, aku tidak menangis."
"Lalu, mengapa matamu merah seolah olah kau menangis."
"Tidak, aku hanya kelilipan, itu saja,"Anna menatap Dicky yang kini duduk disampingnya.
Cowo imut itupun sibuk dengan yuppy ditangannya..
Anna mengucek ucek matanya dan terus menatap Dicky yang sibuk mengunyah yuppy.
"Sepertinya, kau sangat menyukai yuppy, benarkan?" pertanyaan Anna membuat Dicky mengangguk diiringi senyum manisnya. Giginya yang rapi berbehel mengingatkan Anna pada seseorang, yah BISMA.
"Kau mau satu,"Dicky mengambil yuppy dari saku celananya dan diberikan pada Anna yg segera mengambilnya.
"Terimakasih, tapi aku maunya sepuluh,"Canda Anna sambil menatap bibir Dicky yang manyun.
"Sudah untung aku memberimu satu, seharusnya kau bersyukur karena tak seorangpun yang pernah diberi yuppy oleh cowo secute aku"Dicky berkata pede membuat Anna tertawa pelan.
"Terimakasih,"Anna berkata pelan, tapi cukup didengar oleh Dicky.
"tidak perlu, aku ihklas memberimu yuppy."
"Bukan itu, terimakasih karena kau telah membuatku tertawa saat ini,"Dicky tersenyum mendengar perkataan Anna sambil kembali mengambil yuppy dari saku seragamnya.
"Ini satu lagi untukmu"Dickky memberikan yuppy pada Anna. "berarti aku telah memberimu tiga yuppy"
Yuppy itu kini telah berpindah ketangan Anna, anna menatap dua yuppy pemberian dicky ditangan kanan dan kirinya bergantian.
"tiga?? tapi aku hanya memiliki dua yuppy,"Anna menatap kedua yuppi ditangannya bergantian dengan wajah bingung membuat Dicky tersenyum tipis.
"Yang satu lagi itu yuppy cinta, kamu gak bisa melihatnya,"Dicky berkata sambil menatap Anna yang semakin kebingungan.
"Yuppi cinta, emang ada Ki?"
"Ada dung, yuppy cinta itu cuma milik Dicky seorang, dan adanya dihati kamu,"Dicky berkata sambil mencubit gemas kedua pipi Anna membuat Anna terdiam.
Dicky menatap Anna yg masih terdiam dan menatapnya aneh "Garing yah?" Pertanyaan dicky membuat Anna mengangguk pelan sambil terus menatap cowo berkaca mata itu yg terus menggaruk garuk belakang kepalanya.
"Tapi terimakasih banyak"Anna berkata sambil tersenyum pada Dicky yang ikut tersenyum.






****
"GUE CINTA LOE, ANGEL"beberapa kali kata itu keluar dari bibir Rafa untuk cewe didepannya.
"Tapi loe taukan gue gak pernah mencintai loe, Raf."
"Terus untuk apa kebersamaan kita selama ini, loe hanya mempermainkan gue agar Morgan cemburu sama kita,"Rafa berkata sambil terus menatap Angel yang berdiri didepannya.
"Bukannya itu loe yang mau,gue ga mencintai lo, Raf, lo harus terima itu, karena gue mencintai orang lain."
Rafa tersenyum sinis "Morgan,cowo angkuh itu,"perkataan Rafa membuat Angel menatapnya tajam.
"Jangan bicara macam macam loe tentang Morgan, yang pasti dia itu lebih baik dari LOE,"Angel berkata lantang membuat Rafa tersenyum sinis.
"Dan gue gak mau, lo, menghina cowo yang gue cintai, mengeti?"
Angel berusaha melangkahkan kakinya meninggalkan Rafa tapi Rafa menarik tangan ANGEL membuat angle susah bergerak. ditatapnya Rafa yg kini berdiri didepannya sambil terus menggenggam tangannya erat.
"Sadar angel, Morgan udah benci loe"perkataan Rafa membuat Angel menepis pegangan tangan kekar Rafa.
"gue yakin dihatinya masih mencintai gue."
"Morgan akan benar benar tolol kalau dia maafin lo, setelah apa yang udah loe lakuin dibelakang dia,LOE SELINGKUH.."
Plaakkkk, sebuah tamparan mendarat tepat dipipi kanan Rafa dari tangan mulus ANGEL.
"gue gak pernah selingkuh, lo yang sengaja ngejebak gue,"Angel berkata keras sambil menatap Rafa yg mengelus pipi kanannya akibat tamparan Angel.
Rafa tersenyum sinis sebelum ia memulai perkataannya "Tapi loe keasikkankan jadi simpanan gue."
PLAKKKK lagi lagi Angel menampar Rafa untuk kedua kalinya, Rafa bukannya marah malah tersenyum tipis membuat Angel kesal dan pergi, meninggalkan Rafa yang masih berdiri diruang bercat putih itu.




***
Anna kembali lagi ketaman belakang sekolah setelah menggelilingi kolidor sekolah mencari morgan, Anna menyandarkan tubuhnya dipepohonan.
"Kamu dimana Mr, simple, kenapa kamu menghilang disaat aku butuh kamu seperti saat ini,cuma kamu satu satunya yang ngertiin aku, aku kangen kamu,"Anna menutup kedua matanya hingga tak menyadari seseorang berjalan mendekatinya.
"Baru setengah jam kau tak melihatku, kau sudah begitu merindukanku, bagaiman jika aku pergi jauh dari dari, bisa bisa kau gila karena merindukanku,"Suara seseorang membuat Anna membuka matanya, didapatinya Morgan berdiri bersandar disampingnya.
"Morgan"Tampak senyum senang diwajah Anna saat ini.
"Sepertinya ada yang merindukanku,:Morgan berkata sambil menatap sekeliling membuat Anna salah tingkah.
"Apa kau mendengarnya?"pertanyaan Anna membuat Morgan menatapnya dan mengangguk.
"Pendengaranku masih sempurna untuk dapat mendengar apa yang kau katakan tadi"Morgan berjalan kearah kursi yang terletak tak jauh dari tempat mereka berdiri dan duduk.
Anna mendekati Morgan dan duduk disampingnya, ditatapnya wajah Morgan yang semakin hari menurut anna semakin tampan.
"Tapi tak ada salahnya bukan, bila aku merindukan sahabatku sendiri,"Kata kata Anna membuat Morgan mengangguk.

satu menit... dua menit.. tiga menit... hanya keheningan yang menemani keduanya, Morgan sibuk menatap sekeliling sementara Anna sibuk dengan dedaunan ditangannya.
Sikap morgan yang acuh membuatnya tak terbiasa memulai pembicaraan terlebih dengan seorang wanita, sedangkan Anna tak mungkin memulai pembicaraan jika Morgan tak memulainya terlebih dahulu..
"Apa kau mencintai Angel?"Akhirnya dengan segala keberanian, pertanyaan itu keluar dengan tepat dari bibir merah Anna.
Morgan tak menatap Anna, ia terus saja menatap kedepan"aku rasa kau tau jawabannya,"Katanya pelan membuat Anna menunduk.
Morgan tiba tiba berdiri dan membelakangi anna, membuat Anna menatap punggung kekar Morgan yang tertutupi oleh baju seragam putihnya.
"Gue bukan tipe cowo yang mudah jatuh cinta, Angel cewe pertama yang berani masuk dalam kehidupan gue yang cenderung membosankan,tanpa lelah dia berusaha membuat gue percaya cinta itu ada, dengan semua kelebihan yang dimiliknya membuat gue sadar ternyata cinta itu memang ada, dan cinta itu adalah ANGEL,"
Anna bangun dari duduknya dan berjalan kesamping Morgan dan berdiri.
"Tapi semuanya seolah sirna, saat gue tau yang sebenarnya, orang yang sangat gue cintai ternyata selingkuh dibelakang gue, dan lebih kejamnya lagi, dihadapan gue mereka berciuman, RAFA dan ANGEL,"perkataan morgan membuat Anna menatapnya sedih, wajah yang selalau angkuh dan cenderung cuek kini lemah dan begitu teduh.
morgan menatap Anna dengan tatapan kosong "gue gak salah bukan, kalau gue membencinya?"Anna menggeleng menjawab pertanyaan Morgan.
"gue udah coba, tapi gue gak bisa, gue cinta banget sama dia, walaupun dia udah buat hati gue sakit tpai gue gak bisa pungkiri bahwa dialah satu satunya yang gue cintai"
"Morgan, kamu.."
"aku baik baik ajah, percayalah." Morganpun berlalu setelah kata kata itu ia ucapkan.
Sekarang anna baru menyadari betapa besar cinta morgan untuk Angel kakaknya, Anna terus menatap morgan yang menjauh sampai bayangan cowo tinggi itu hilang.
"Kamu begitu baik Morgan,Terimakasih telah mencintai kakakku, aku harap kau akan menjadi kakak iparku nanti,"
Tapi entah kenapa hati ana sakit, saat morgan menyatakan betapa besar cintanya untuk Angel, apa mungkin anna cemburu karena semua cowo mencintai kakaknya atau ada suatu perasaan untuk morgan yang tak pernah Anna sadari selama ini melebihi sayang dan sahabat???


"Udah dipinjemin baik baik, malah dibuang, nasib nasib" Suara seseorang tiba tiba, membuat Anna menatap suara itu berasal.
"Rafa"Anna menatap Rafa yg telah berdiri disampingnya dengan handuk kecil ditangannya.
ternyata handuk kecil milik Rafa itu terjatuh dari tangan Anna saat anna menguping pembicaraab Rafa dan Angel tadi, "aduh kenapa aku bisa lupa tentang handuk itu"tanya anna dalam hati.
"Maaf, tadi gak sengaja terjatuh waktu mau aku kembaliin sama kamu,"sangkal Anna sambil menatap Rafa yang tersenyum.
"santai ajah lagi,"kata Rafa sambil mendekatkan handuk biru kehidung mancungnya"harum juga, minyak wangi apa?"tanya Rafa sambil mencium handuk biru ditangannya.
"Minyak tanah,"Jawab anna singkat membuat Rafa menjauhkan hidungnya dari handuk biru itu.
"Minyak tanah???" Keterkejutan Rafa membuat Anna tertawa lepas.
"kamu manis juga,"Rafa berkata sambil mendekatkan wajahnya kewajah anna yang terdiam sambil mengacak ngacak rambut hitam Anna, "Jadian yukk??"kata kata Rafa yng tiba tiba itu membuat Anna terkejut.

Tuhan, apa ini mimpi????


"Bagaimana, aku rasa kau tak akan menolakku, bukankah begitu??"Tanya Rafa sambil menaik turunkan alisnya genit.
Jarak wajah mereka begitu dekat membuat Anna salah tingkah, wajahnya seketika berubah menjadi merah merona.
"Kau tau bukan, tak ada satupun siswi disekolah ini yang menolak untuk kencan dengan Kapten basket sekolah, RAFAEL LANDRY TANUBRATA,"rafa berkata dengan sedikit penekanan saat menyebutkan namanya membuat Anna menatapnya heran.
Rafa menjauhkan wajahnya dari wajah Oval anna dan terus menatap Anna yang menatapnya heran.
"Laundry?seperti nama cucian,"kata anna pelan tapi cukup didengar oleh telinga Rafa.
"LANDRY BUKAN LAUNDRY,"teriak Rafa menjelaskan membuat Anna tersenyum tipis.
"Bagaimana, kau menerimaku bukan, ingatlah tak ada seorangpun yang menolak berkencan denganku,"Rafa berkata sambil membusungkan dadanya dan meletakkan kedua tangannya bertolak pinggang.
"Berarti kau harus memberiku hadiah."
"Hadiah karena kau menerimaku, itu masalah mudah."
"Bukan, hadiah karena aku cewe pertama yang menolakmu," Kata kata Anna itu membuat Rafa menatapnya tajam.
"Menolakku??"
Anna mengangguk mengiyakan,"Iya, aku menolakmu, MR.LAUNDRY."Kini anna berkata sambil bertolak pinggang membuat Rafa menghernitkan dahinya.
"LANDRY BUKAN LAUNDRY,"Teriak Rafa pada Anna yang tersenyum tipis.
"kau serius menolakku?"Rafa menatap mata coklat anna tajam membuat anna mengangguk pelan.
"Lalu mengapa, apa yang tak kau suka dariku, mungkin aku bisa merubahnya untukmu."
"sebenarnya ada tiga alasan mengapa aku menolakmu,MR.LAUNDRY."
"LANDRY."
"pertama, karena kau itu playboy, aku tak begitu suka dengan playboy."
"Aku bisa setia padamu jika kau menginginkannya, percayalah,"kata kata Rafa membuat Anna tersenyum tipis.
"lalu kedua, karena kau Mantan pacar kakakku Angel."
"Mantan pacar itu berarti aku telah putus dan tak ada hubungan apa apa dengannya,"Kata kata Rafa kali ini membuat Anna menggelengkan kepalanya.
"Dan terakhir karena namamu yang sangatlah jelek,"kata kata Anna itu membuat Rafa membelakkan matanya tak percaya.
"Namaku? ada apa dengan namaku?"
"RAFAEL LAUNDRY TANUBRATA, nama yang aneh, terlebih dengan kata laundry ditengahnya."
"Landry bukan laundry, kau tak tau apa artinya itu."
"Laundry itu sejenis cucian kalau aku tidak salah."
"Landry itu bagaikan pemimpin, mengerti?"
Anna menggeleng membuat Rafa sedikit kesal.
"jika nanti aku menikah denganmu, otomatis mereka akan memanggilku nyonya LAUNDRY,"Kata anna sambil menampakkan wajah cemberutnya.
"Landry, L-A-N-D-R-Y" rafa mengeja membuat Anna menutup kedua mulutnya menahan Tawa.
"Rafa semakin tampan, jika ia kesal seperti sekarang,"Kata Anna dalam hati sambil terus tertawa dibalik jemari tangannya yang menutupi mulutnya.



*****
Anna masih terduduk dikursi belakang taman sekolah, setelah kepergian Rafa, ia terus saja mengacak-acak rambutnya, terlihat penyesalan diwajah anna yang telah menolak Rafa, pujaan hatinya.
"Aduh, aku benar benar bodoh, kenapa aku menolak untuk menjadi pacar Rafa, bukankah itu adalah mimpiku, selalu bersamanya, tapi aku tak mungkin menerimanya, sementara rafa dan angel baru saja putus satu hari, aku tak ingin mereka menyebutku orang ketiga putusnya hubungan mereka, Aduh aku benar benar bodoh bodoh bodoh,"Anna terus saja mengacak rambutnya, rambutnya yang tadinya rapi terkuncir kini terlihat tak beraturan.
"ADA ORANG GILA BARU NIH,"kata Reza tiba tiba membuat anna merapikan sedikit rambutnya.
"Apaan sih,"Kata Anna kesal pada Reza yang duduk disampingnya dengan sebotol minuman ditangan Reza.
"udah si Bisma ga usah dikangenin, baru sehari ajah loe gak ketemu dia, udah gila gini."
"Siapa juga yang kangen MR.Jail kayak dia, ga penting,"Kata kata Anna membuat Reza tersenyum tipis.
"Oh yah gimana kabar kakak loe, Angel?" Anna terdiam sejenak memdengar pertanyaan Reza yg sedang membuka minuman ditangannya.
"Baik,"jawab Anna singkat sambil menatap kedepan.
"Gue denger dia udah putus sama Rafa, kalau gue tembak kira kira gue bakal diterima ga?"Anna seketika tertawa mendengar pertanyaan Reza itu membuat reza menghernitkan dahinya, bingung.
"Loe mau nembak kakak gue, nyadar diri dung, gue gak bakalan mau punya kakak ipar kayak loe, ogah,"Celoteh anna membuat Reza menatapnay tajam.
"Emangnya gue kenapa, masih mending gue daripada si Rafa, cowo tak berhati itu."
"masih mending rafa kemana mana kali, ZA."
"kalaupun emang iya masih mending gue, jelek jelek gini masih ada yang mau, nah lo, gak ada satupun cowo yg mau sama lo, iya kan?" Kata kata Reza membuat Anna cemberut.
"Gue ga sejelk itu juga kali, za,"Bela Anna sambil memukul lengan Reza.
"Gue heran lo kan, kakak adik sama angel, tapi kenapa loe jelek sementar angel cantiknya luar biasa,"Untuk kedua kalinya Anna memukul Lengan Reza kesal.
"Gue gak jelek, Reza,"Anna berkata keras dengan Nada kesalnya.




****
Anna menghampiri Morgan yang sedang membaca diperpustakaan seperti biasa. Anna duduk didepan morgan yang sedang membaca, ditatapnya morgan yang mengacuhkannya.
lima menit tak ada kata yang dibicarakan keduanya, Anna menatap sekeliling sementara Morgan sibuk dengan buku bacaannya.
Seketika Morgan menatap Anna yang asik menatap kedepan, anna mengenbungkan kedua pipinya membuat morgan mengerti apa yang sedang dipikirkan sahabatnya itu.
"ceritakanlah apa yang ingin kau ceritakan!"Morgan menatap Anna yang menatapnya terkejut.
"Tapi ini tentang Rafa, aku rasa kau tak ingin mendengarnya,bukankah begitu?"
"Ceritakan, aku akan mendengarkanmu,"Morgan berkata tanpa mengalihkan pandangannya pada buku didepannya.
tampak senyum senang diwajah Anna saat ini.
"Tadi Rafa nembak aku,"Kata kata Anna membuat Morgan berhenti membaca.
entah kenapa hatinya seolah olah berhenti mendengar perkataan Anna itu. dengan mata masih kearah buku, morgan terus mendengarkan Anna yg masih bicara.
"Morgan, ini seperti mimpi, seorang Rafael laundry..eh bukan landry.. nembak aku dan meminta aku untuk jadi pacarnya,kamu tau bagaiman perasaan aku saat itu, morgna aku..."
"selamat yah,"Kata morgan memutuskan perkataan Anna yang belum selesai, membuat anna menatapnya tajam.
"Untuk apa?Pangeran wiliam belum memintaku untuk menjadi istrinya dan aku belum menikah dengan pangeran willian."
Morgan menatap Anna sambil tersenyum tipis,mungkin itu adalah senyum termanis dari bibir cowo angkuh itu.
"selamat atas hubunganmu dengan Rafa,"Morgan menjelaskan membuat Anna membulatkan mulutnya.
"OOHH"
Morgan kembali membaca sementara anna berpindah duduk kesamping morgan.
"Tapi aku menolaknya,"bisik anna pelan membuat morgan menatapnya tak percaya.
"Mengapa bukankah kau menyukainya?" Anna mengangguk menjawab pertanyaan morgan.
"Lalu?"
"Aku tak enak dengan kak angel jika aku menerima Rafa, sementara mereka baru sehari putus."
"Rafa dan Angel putus?"Kata morgan tak percaya sambil menatap Anna yang mengangguk.
"Kak angel tak pernah mencintai rafa, mereka bersama akhir akhir ini karena Rafa yang selalu memaksa kak angel untuk selalu bersamanya, masalah ciuman itu, itu hanyalah jebakan kak Rafa agar kau membenci angel."Jelas Anna panjang lebar membuat morgan terdiam.
"Kak angel sangat mencintaimu Morgan, sampai saat inipun hanya kau dihatinya, percayalah."Kata kata Anna membuat Morgan mengepalkan kedua tangannya, amarah dalam dirinya tak bisa lagi dihindarkan, RAFA harus membalas semuanya.
Morgan berdiri membuat Anna menarik tangan Morgan yang ingin melangkahkan kakinya pergi.
"Kau mau kemana?"Tanya Anna sambil menatap Mata teduh morgan.
"Kamatr mandi,"Morgna menepis tangan Anna dan berlalu pergi meninggalkan anna yang masih terdiam bingung.





BUUUGGGHHH
sebuah tonjokan mendarat tepat diwajah Tanpan Rafa hingga terjatuh ke aspal sekolah, beberapa murid menyaksikan Morgan yang menarik kasar kerah baju seragam Rafa yg masih terduduk.
"Itu balasan buat pecundang kaya' lo,"Morgan berkata keras sambil memberikan beberapa pukulan lagi diwajah Rafa.
Rafa tak mau kalah, ia menemdang siku kaki kanan Morgan membuat morgan terjatuh, pukulan balsanpun ditujukan Rafa untuk morgan.
Anna yang menyaksikan perbuatan keduanya pun berusaha memisahkan mereka.
"Morgan, Rafa, hentikan,"Anna berkata sambil berdiri ditengah tengah morgan dan Rafa berusaha memisahkan keduanya.
tapi keduanya tak menghiraukan Anna yang berdiri ditengah mereka, Rafa dan morgan tetap berusaha melawan satu sama lainnya, Anna menahan tangan Morgan yang hendka memukul Rafa, membuat Morgan menepis pegangan tangan Anna kasar sehingga menyebabkan Anna terjatuh.
"AWWW" teriak Anna kesakitan, sebuah batu melukai kepala Anna hingga mengeluarkan Banyak darah.
"ANNA,"teriak Morgan dan Rafa bersamaan.
Tapi semuanya telah terlambat, anna merasakan sekelilingnya kabur dan buram, dan Annapun pingsan...


"Aku kenapa??"Anna membuka matanya berlahan, didapatinya Morgan dan Angel yang setia menunggunya diruang UKS.
"Maafin aku, aku gak bermaksud untuk mencelakai kamu,"Morgan berkata dengan wajah bersalah membuat Anna tersenyum tipis.
Anna berbaring diranjang UKS dengan perban dikepalanya.Seketika Anna menatap Tangan Morgan yang menggandeng jemari lentik Angel, kakaknya, sebuah pertanyaanpun terlontar dari bibir Anna.
"Apa kalian??"Belum selesai Anna bertanya, keduanya mengangguk seolah mengerti apa yang akan ditanyakan Anna.
Angel menggenggam tangan Anna dan membantunya duduk diatas ranjang.
"Terimakasih, atas menyelasan kamu keMorgan, sekarang kita jadian lagi."
JADIAN LAGI???
enath mengapa saat kata kata itu terucap dari bibir Angel, Anna merasakan dadanya tiba tibasesak, mengapa ia harus merasakan sesak didadanya, bukankah Anna tak pernah mencintai Morgan, seharusnya Anna bahagia dan senang atas kembalinya pasangan yang sangat ia cintai.
"Selamat yah, oh yach, mr.simple, apapun yang terjadi kamu harus percaya Angel, karena dia adalah kekasihmu,"Anna berkata pada Morgan yang tersenyum tipis sambil mengangguk.
"Gue janji An,"kata Morgan dalam Hati.
tiba tiba datang Ilham dan Reza dari luar pintu, mereka memasuki UKS dan langsung menghampiri Anna.
"An, lo baik baik ajah kan??apanya yang sakit??loe masih inget guekan??"pertanyaan bertubi tubipun seketika keluar dari mulut Reza untuk anna yang bingung menjawabnya,Anna hanya tersenyum tipis sambil mengangguk pelan.
"Alhamdulillah, makanya lain kali hati hati yah,"ILham angkat bicara sambil mnegelus pelan rambut Anna.
"terimakasih.ilham,reza,"Anna bahagia ternyata masih banyak yang menyayanginya seperti ilham dan reza shabatnya.
"Kita pergi dulu,"Angel berkata pada Anna yang mengangguk.Angel menggandeng tangan Morgan dan merekapun berlalu keluar UKS.
Anna terus menatap keduanya hingga bayang bayang mereka hilang dari pandangan Anna.

Tiba tiba datang Rafael dari arah berlawanan, Rafapun melangkahkan kakinya memasuki UKS.
"Gimana keadaan loe?"Tanyanya sambil duduk disamping Anna. Ilham dan reza menatapnya tidak suka.
Yah, sikap arogant Rafa membuat Ilham,Reza dan Bisma membencinya, karena itu mereka tak begitu suka dengan kehadiran Rafa.
"Gue gak apa apa kok,MR.Laundry"Kata kata Anna itupun membuat Rafa menatap Reza dan Ilham yang tertawa tertahankan.
"Ngapain kalian ketawa, ada yang lucu?"Tanya Rafa kasar, membuat keduanya terdiam sejenak.
"ga itu tadi anak kucing tetangga pake daster,"Jawab Reza asal membuat Rafa yang berdiri didepannya menoyor kepala ilham kesal.
Anna hanya tersenyum tipis melihat tingkah ketiganya.




Malam hari dikamar pink anna,Anna menghampiri meja belajar dan meraih buku diary didepannya,Annapun mulai menuliskan sesuatu pada buku diarynya itu.

Dear diary,,,
Hari ini Morgan dan kak Angel resmi jadian lagi, setelah ada sedikit masalah dengan hubungan mereka, kak angel begitu bahagia kembali dengan cowo yang sangat dicintainya,Morgan..aku rasa begitupun dengan morgan.
diary...
walau morgan telah kembali dengan kak angel, dia akan tetap menjadi sahabatku bukan?
"Good Morning.MR.Simple" apa setiap pagi aku masih bisa menyapanya seperti itu??



Malam telah berganti pagi, kegelisahan anna ternyata terbukti, biasanya setiap pagi Morgan selalu menunggunya ditikungan komplek dan selalu mengajaknya berangkat sekolah bareng, tapi hari ini, Anna tak mendapati Morgan disana, Anna sadar mungkin karena sekarang Angel disisi Morgan, morgan kembali dengan motor tigernya mengantar jemput Angel sang kekasih.
Anna meraih HP disaku seraagamnya dan mulai mengirimi Morgan pesan.

to:"MR.Simple
Good Morning MR.Simple

Rasanya ingin sekali Anna mengirimi Morgan pesan, tapi Anna mengurungkan niatnya itu,anna memasukkan pesan itu pada draft Hpnya.
"Good Morning,MR.Simple"Kata Anna pelan berharap sang angin menyampaikan rindunya itu pada Morgan.



Dengan langkah malas Anna mengintari kolidor sekolahnya, sepanjang perjalanan Anna terus memandangi foto morgan dalam HP pink Anna, tak dapat Anna pungkiri Anna rindu sosok Morgan yang selalu mengacuuhkannya, padahal baru satu hari anna tak menatap mata teduhnya.
Keseriusan Anna menatap layar sentuh itu membuat Anna menabrak seseorang..
bruuukkk.. Hp ditangan Annapun seketika terjatuh..
"Maaf,maaf,"cowo yang menabrak Anna berkata sambil meraih HP yang tergeletak dilantai sekolah.
Anna hanya terdiam sambil mengambil Hp dari tangan cowo chubby itu.
"Maaf, kalau emang rusak biar aku ganti,"Katanya lembut membuat Anna salah tingkah.
"tidak perlu,"Anna menatap cowo itu yang tersenyum tipis.
"kalau begitu bisa kau antarkan aku ke kantor kepala sekolah,"perkataan cowo itu membuat Anna mengangguk pelan.

sepanjang perjalanan mereka berbincang ringan, sampai akhirnya mereka tiba didepan kantor kepala sekolah,
"kita udah sampai,"Anna berkata pada cowo chubby yang berdiri didepannya.
"terimakasih,"
"kembali"
"oh...aku Rangga,"cowo itu mengulurkan tangannya yang langsung dibalas oleh Anna.
"Anna."

batin Rangga "Anna,manis juga, apapun yang terjadi loe harus jadi milik gue, walaupun gue harus bertaruh dengan Rafa, sepupu gue sendiri"



"I'M BACK PEOPLE.."teriak Bisma dari balik pintu sambil berdiri didepan kelas, kedua tangannya dilapangkan seolah olah menunggu seseorang memeluknya.
Anna menatap Bisma kesal, sementara Ilham dan Reza menyambutnya dengan senyum senang.
"Anybody, missing me??"Bisma melangkahkan kakinya mendekati meja Anna dan Bismapun duduk dikursinya disebelah Anna.
"Gue balik, setidaknya kangen lo terobati,"Bisma tersenyum lepas sambil memperlihatkan barisan behel digiginya membuat Anna menatapnya kesal.
"Siapa yang kangen sama loe?? gue??? ogah!!! Kata kata Anna membuat bisma lagi lagi tersenyum, bisma membalikkan badannya dan menatap kedua sahabatnya yang duduk dibelakangnya.
"Loe kelihatan kurusan ma,"Reza berkata sambil meraba lengan bisma.
"Masa'?"Bisma mencoba memperhatikan badannya yang sedikit mengurus.
"Pasti karena mikirin gue tuh,"secara refleks kata kata itu keluar begitu saja dari bibir Anna, bisma yang mendengarnyapun tertawa keras.
"HAHAHA, gue mikirin cewe jelek dan bodoh kaya loe,"Bisma menunjuk Anna sambil terus memegangi perutnya yang masih terus tertawa.
"Gue gak jelek, ya kan il?"Tanya Anna sambil menatap Ilham yang mengangguk.
"Anna manis kok,"Jawaban ilham membuat Anna tersenyum senang. Hanya ilham yang mengerti perasaan Anna.
"Cewe kaya gini manis, gimana jeleknya coba, cewe manis itu seperti..."Bisma menggantungkan perkataannya sambil memikirkan seseorang.
"Angel, yah angel baru dibilang manis, Kalau loe sih asem,"Ledek bisma membuat emosi Anna meningkat.
Dengan emosi yang meluap Anna berdiri dari duduknya, tapi bisma memegang tangan Anna membuat Anna menepisnya.
"Kok marah sih, gue kan cuma becanda Na."
"Tapi loe kelewatan bis."
"iya iya sorry, oh yach gue ampe lupa, ada titipan buat loe,"Bisma mencari sesuatu didalam tasnya, membuat Anna kembali duduk.
"titipan??"
"Nih..!"Bisma memberikan kotak kecil kepada Anna, annapun segera mengambilnya.
"Itu dari Rafa buat loe,buka"
tampa perlu waktu lama Annapun membuka bingkisan pink itu.
dengan senyum senang Anna terus membuka bingkisan ditangannya, ia tak pernah menyangka Rafa akan memberinya hadiah..
Tapi senyumnya menciut, matanya membesar saat mendapati isi dari bingkisan itu.
KODOK..!!!
Annapun langsung melompat dari duduknya dan berdiri, bingkisan ditangannyapun ia buang begitu saja kesegala arah, Seketika kelas menjadi risuh karena seekor kodok yang terus meloncat loncat disetiap meja..Anna mendengar tawa kencang Bisma..
Seharusnya Anna sadar, ini semua adalah ulah Bisma, Rafa tak mungkin memberinya hadiah..



Rangga terus berjalan seorang diri dikolidor sekolah sambil membawa secarik kertas ditangannya, kertas itu bertuliskan kelas yang akan ia tempati.. Rangga menatap setiap tulisan diatas pintu kelas, ia terus mencari dimana letak kelasnya, tapi tiba tiba seseorang menarik tangannya dan menyandarkan tubuh rangga pada dinding sekolah.
"Rafa,"
"Ngapain loe disini, apa loe belum puas menghancurkan hidup gue,"Rafa berkata sambil meletakkan tangan kanannya menempel ditembok sementara tangan kirinya menekan lengan Rangga keras.
Rangga tersenyum tipis,"Gue cuma mau cari suasana baru, itu ajah,"Rangga menepis tangan rafa dari lengannya dan berlalu pergi.
"Apapun rencana loe, gue gak akan pernah membiarkan rencana loe itu berhasil,"Rafa berkata sambil terus menatap Rangga yang terus berjalan membelakanginya.
"Gue tau, loe pindah kesini bukan tanpa alasan, apapun itu gue akan cari tau,"Rafa berkata keras pada Rangga yang masih tak menghiraukannya.Dengan tas ransel dipundaknya ranggapun berbelok, seketika itu pula bayangan Rangga menghilang, dengan kesal Rafa menghantam tembok didepannya dengan tangan kekarnya.
"SIALLL"



***
Dikelas, Anna terus menatap Kesal Bisma yang tak henti hentinya tertawa,"tertawalah, dan tunggu pembalasana gue,"Anna berkata kesal sambil mengkrucutkan bibirnya.
"Gue kan udah minta maaf,dendam itu gak baiik loh."
"Sampai kapan lo akan jailin gue seperti ini, gue capek."
"nanti kalau lo udah jadi milik gue,"Bisma berkata dalam hati sambil menatap Anna yang berdiri dan keluar kelas.

Anna melangkahkan kakinya lurus mendekati perpustakaan, biasanya Morgan selalu menghabiskan waktunya disana, ternyata Anna benar, Ditatapnya morgan yang sedang membaca dimeja panjang perpus,Anna ingin sekali menghampirinya tapi langkahnya tiba-tiba terhenti.
"Aku harus bisa menjaga jarak dengan Morgan, karena sekarang Morgan adalah pacar Angel, kakakku,"Annapun membalikkan badannya menjauhi Perpustakaan, tapi suara seseorang membuat Anna menghentikan langkahnya.
"ANNA,"teriak morgan dengan posisi masih terduduk.
Untuk beberapa saat Anna terdiam, apa yang harus ia lakukan sekarang, apa aku harus menghampirinya atau??
Anna menatap Morgan yang berdiri dari duduknya dan menghampirinya, "Maaf, tadi pagi aku tak menunggu," ucap Morgan ketika tiba didepan Anna, anna hanya mengangguk pelan.
"Tidak apa, sekarang kau memiliki Angel, kau harus lebih mengutamakan dia."
"Kau sungguh baik, Anna,"Morgan meMbelai rambut Anna pelan.
belaian lembut ini,.Apa Anna akan merasakannya lagi besok, lusa dan seterusnya?
"Kau tak ingin mengatakan sesuatu padaku?"Tanya Morgan sambil meyandarkan tubuhnya ditembok, kaki kanannya ia tekuk dan menempel pada tembok putih itu.
"Apa??"Tanya Anna bingung.
"Sesuatu yang selalu kau katakan padaku, setiap kali kita bertemu."
"Good,Morning,MR.Simple, maksudmu?"Tanya Anna memastikan dan Morgan hanya mengangguk pelan.
"Apa kau merindukan kata kata itu?"Anna menatap Morgan sambil menaik turunkan alisnya, Morgan menggeleng.
"Tentu tidak."Jawaban Morgan seketika membuat Anna kecewa.

Batin Anna..
"Morgan tak akan pernah merindukanku, selama,"
Batin Morgan..
"Tentu saja aku merindukan kata kata itu, bahkan terlalu sangat merindukannya."


Ketika Cintamu tak dapat memilih, biarlah Hatimu yang menentukannya..!!
karena tak selamanya Cinta harus saling memiliki tapi cinta akan selamanya saling melengkapi.


"Kau tetap sahabatku bukan?"Anna bertanya sambil menatap Morgan yang saat itu terlihat lebih tampan,Morgan hanya tersenyum tipis.
Bila dibandingkan dengan semua cewe satu sekolah,hanya Annalah satu satunya cewe yg beruntung,karena hanya kepada Annalah Morgan memberikan senyum manisnya, Angel sang kekasihpun tak mudah mendapatkan senyum sang MR.Simple itu.
"Kau akan selamanya menjadi sahabatku,percayalah,"Morgan mengacak rambut Anna, membuat Anna terdiam.
"Hanya sahabat, apa aku tak akan pernah menjadi kekasihmu,seperti Angel?"Gumam Anna dalam hati tanpa menyadari Morgan menatapnya dengan pandangan aneh.
"Apa kau baik,baik saja?"Pertanyaan Morgan membuat Anna membuyarkan lamunannya. dengan cepat Anna mengangguk.

tibatiba Anna mendengar suara dari dalam dirinya.."Apa yang kau pikirkan,Anna???Morgan tak akan pernah menyukaimu,kau hanya sahabat bagi morgan, tidak lebih, tapi tunggu, mengapa kau jadi memikirkan Morgan seperti ini, bukankah pangeranmu itu Rafa??kau tak jatuh cinta pada morgan bukan,ingatlah Anna, morgan itu kekasih Angel, kakak kandungmu,kau harus menjaga jarak dengannya kalau bisa lupakan dia..!!"
Anna menggeleng gelengkan kepalanya... "Tidak, aku tidak mencitai Morgan, tidak, itu tidak boleh terjadi," Anna terus menggaruk garuk kepalanya yang tak gatal membuat Morgan kewalahan melihatnya.
"Ada apa, apa kau ada masalah?"Tanya Morgan membuat Anna menatapnya Tajam.
"sebaiknya kita jangan terlalu dekat Morgan,aku ingin mencoba menjauh darimu,"Anna menundukkan wajahnya setelah katakata itu ia ucapkan.
sebenarnya Anna tak ingin mengucapkan itu, tapi ia harus mengatakannya.
Morgan mengangkat dagu Anna sehingga wajah Anna sejajar dengan wajahnya "Apa yang terjadi, mengapa kau katakan itu, apa aku melakukan kesalahan padamu?"Pertanyaan bertubi tubi terlontar dari bibir morgan untuk Anna yang masih tak berani menatapnya.
"Tidak."
"Lalu,mengapa?"
"Karena aku tak ingin mencin..."Belum selesai Anna berkata tibatiba terdengar suara seseorang memanggil nama Morgan.
"MORGAN,"teriak Rangga sambil menghampiri Morgan dan Anna yang masih berdiri didepan perpustakaan.
"Rangga,"Sapa morgan pada Rangga yg telah berdiri didepannya.
"Gue cari kemana-mana ternyata lo disini,"Rangga bicara pada Morgan tapi pandangannya beralih pada Anna yg berdiri didepannya.
"oh yach, Rangga,anna" "Anna, Rangga,"Morgan mengenalkan keduanya secara bergantian membuat Rangga dan Anna tersenyum tipis.
"Sebelumnya kita udah saling kenal, iya kan Na?"Perkataan Rangga membuat Anna mengangguk.
"Iya, aku yang nganterin Rangga ke kantor kepala sekolah tadi pagi,"Jelas Anna pada Morgan yang terdiam.
"Aku kekelas dulu, ada sesuatu yang harus aku selesaikan,"Kata Anna dan berlalu pergi meninggalkan keduanya setelah Rangga dan Morgan mengangguk.
"Manis juga, jadi dia cewe yang setiap malam lo ceritain sama gue,yang kata lo,lo mulai menyukainya?"Morgan mengangguk pelan menjawab pertanyaan Rangga membuat Rangga tersenyum tipis.
"Terus gimana dengan Angel?" Rangga menyenderkan tubuhnya disamping Morgan yang telah lebih dudlu meyender didinding putih itu.
"Entahlah, setelah kejadian itu, cinta gue ke Angel serasa berkurang, gue malah semakin gak mau kehilangan Anna."
Batin Rangga "Gue gak Mungkin bersaing sama lo untuk mendapatkan Anna, tapi jujur gue juga ngerasain hal yang sama kaya' lo,gue suka Anna,"Rangga menatap Morgan yang menatap sekeliling,"Sepertinya gue harus rela,Anna jadi milik lo,gan."




Anna terduduk ditaman belakang sekolah, yah tempat itu memang termasuk tempat favorite anna ketika pikirannya sedang kacau seperti sekarang,"Gue gak mungkin mencintai Morgan,"Kata Anna sedikit keras sambil terus memainkan beberapa daun kering ditangannya.
tanpa diduga tiba tiba Anna cegukan,"Aduh, cegukan lagi, mana aku gak bawa air putih, ke kantin malas,"Gerutu Anna sambil memajukan bibirnya kedepan.
Tibba tiba datang Reza dari balik Pohon, ternyata reza telah berada disana terlebih dahulu,kemunjulan Rezapun membuat Anna terkejut.
"Sejak kapan kamu disana?"Tanya Anna pada reza yg bersandar dipohon depan anna duduk.Anna menatap tajam Reza yg mengenakan hedset dengan air mineral ditangannya.
"Apa dia denger sesuatu?"Resah Anna dengan kondisi masih cegukan.
Reza membuka hedset yg sedari tadi melekat ditelinganya dan menatap Anna tajam"tadi lo ngomong apa?"
"Huh?"
"Barusan lo ngomong sama gue kan?"
"Gak, pede,"Kata kata Anna membuat Reza tersenyum tipis.
Reza menghampiri Anna dan duduk disampingnya kemudian memberikan Anna minuman yang sedari tadi ditangan Reza,"Minumlah, kata nenek gue cegukan itu dapat menimbulkan kematian."
Anna menatap Minuman yang kini berpindah ketangannya,Anna meresa ragu untuk meminumnya.
"Tenang, seteril kok,"Reza memastika sambil mengambil kembali minuman ditangan Anna dan membukanya, kemudian ia berikan lagi pada Anna.
Anna mengambilnya dengan ragu dan langsung meminumnya.
Reza tersenyum senang,"Minuman itu sebenarnya udah gue minum tadi,"Reza berkata pelan membuat Anna tersendak dan menghentikan minumnya.
"APA??"
"gue ana lo sama sama minum munuman dalam satu botol,bibir gue dan bibir lo menyatu diujungh lingkaran botol itu,itu artinya secara tidak langsung lo sama gue udah ciumana, gimana?"Reza menaik turunkan alisnya genit membuat Anna kesal.
"APA?Jadi secara tidak langsung gue udah ciuman sama lo?"pertanyaan Anna itu membuat Reza mengangguk sambil tersenyum evil.
"Aduh, mimpi apa gue bisa ciuman sama playboyz cap teri kaya lo?"
"Jangan, lebai Na, lo kagak tau apa, tuh cewe dibelakang lo anteri cuma buat ciuman sama gue reza si ganteng maut."
Anna meletakkan motol minuman disampingnya,wajahnya masih kesal menatap Reza yg tak henti hentinya tersenyum.
Anna mengusap bibirnya dengan kedua tangannya,"Ini ciuman pertama gue ZA, kenapa lo hancurin semuanya?"
Reza menatap Anna yang terus mengusap bibirnya dengan kedua tangannya,"Lo kayaknya benci banget sama gue Na,"
"Karena gue gak suka sama playboy kayak lo,"Anna berdiri dari duduknya dan berlalu begitu saja meninggalkan reza yang terus menatapnya.
"Seandainya, gue berubah gak jadi playboy lagi, apa lo akan jatuh cinta sama gue An?"Reza meraih botol disampingnya dan menatapnya erat.
Tiba tiba datang Dicky yang langsung merebut botol ditangan Reza dan meminumnya.
"Minuman itu tadi udah gue minum,"Reza berkata pelan membuat Dicky memuntahkan semua air dimulutnya rerumputan taman.
"APA??"Teriak dicky sambil membuang botol ditangannya kerurumputan taman,kemudian ia mengusap bibirnya dengan kedua tangannya,hal yang sama seperti yang dilakukan Anna tadi.
Reza berdiri dengan wajah kesalnya,"kenapa loh?"
"IIIYYYUUUHH,"
"GAK USAH LEBAI, BIBIR GUE GAK ADA RACUNNYA,"Kesal Reza dan berlalu pergi.
"Aduh, gue lupa, gue kan lagi sariawan,lagian tuh anak kenapa tiba tiba marah marah gak jelas gitu, lagi dapet kali,"




Sepanjang kolidor sekolah Anna terus mengacak acak rambutnya,membuat anak anak disekelilingnya menatapnya aneh, tak terkecuali Rafa.
"Anna,"Teriak Rafa sambil berjalan disamping Anna yang menampakkan wajah cemberutnya.
"Kenapa juga harus Reza, kenapa gak Morgan atau Rafa gitu,mana itu ciuman pertama aku lagi,"Anna berkata pelan membuat Rafa menatanya aneh.
"kamu baik baik ajah?"Rafa menepuk lengan Anna beberapa kali membuat Anna membuyarkan lamunannya.
"MR,LAUNDRY,"Kata anna sambil menatap Rafa yg setia berjalan disampingnya.
Rafa tersenyum tipis,"Kamu kenapa, ada masalah?"Rafa menatap Anna yang mengangguk.
"Gak ada apa apa kok,cuma ada sedikit masalah ajah."
"Kalau kamu gak keberatan kamu bisa cerita sama aku."
"Terimakasih, tapi ada saatnya suatu masalah sebaiknya tak diceritakan pada orang lain."
"Rahasia maksud kamu?"
Anna mengangguk.
"baiklah aku tak akan memaksa kamu untuk menceritakannya, tapi jika kau membutuhkan seseorang untuk berbagi, aku siap menjadi pendengar setiamu,"Rafa mengelus lembut rambut anna membuat anna tersenyum lepas.
"Terimakasih MR,LAUNDRY,"Anna berkata pelan sambil menatap Rafa yang berjalan didepannya.
Anna merasakan satu kehangatan saat berada disamping rafa, beda saat Anna berada disamping Morgan yang dingin dan angkuh.





"HEY, lo cewe belagu,"Sseseorang mendorong tubuh Anna hingga menempel didinding.
"Saya?"tanya anna sambil menatap cewe berambut panjang didepannya.
"gak usah belagu lo, lo gak tau siapa gue?"Tanyanya balik membuat Anna menggeleng.
"Gue berliana, TUNANGANNYA RAFAEL LANDRY TANUBRATA,"

DEGH..tiba tiba jantung anna seolah berhenti saat kata kata itu keluar dari bibir seksi Lia,"Rafa udah tunangan?"Tanya Anna ririh, tanpa terasa matanya sudah berkaca kaca.
"Gue minta, lo jauhi dia, atau hidup lo akan sengsara,"Lia mendorong tubuh Anna kekiri, Anna hampir saja terjatuh jika Rangga tidak menangkapnya.
Rangga menatap Lia tajam,"Lo apain dia?"Rangga menahan lengan Anna yang mulai meneteskan air matanya.
"Gue cuma peringatin dia agar jauh jauh dari Rafa, tunangan gue,"Lia berkata keras pada Rangga dan berlalu pergi.
"Kamu baik baik ajah?"Rangga menatap Anna dan membayanya berdiri dipinggir lapangan.
Anna mengangguk pelan,"Apa semua orang didunia ini, diciptakan berpasangan?"
"Iya, seperti hawa tercipta didunia untuk menemani sang adam, kamu percaya itukan?"
"tidak."
"Tidak,mengapa?"Rangga mengusap air mata yang mengalir dipipi anna, beberapa anak menatap mereka tajam.
"Kalau emang iya, kenapa sampai saat ini tak ada pasangan untukku,sementara semua orang yang aku sukai telah memiliki pasangan," kata kata Anna membuat Rangga tersenyum lepas.
"Kamu sangat polos, jika tuhan menciptakan kamu itu artinya tuhan telah menciptakan pasanganmu, mungkin saja saat ini dia ada disini,didekatmu tapi kamu tak pernah menyadari kehadirannya, atau mungkin saja dia jauh dan kamu belum waktunya mengenal dia,"Rangga mengelus pelan rambut Anna membuat Anna tersenyum tipis.


Dear, diary...
Hari ini tiga cowo yang berbeda,menanyakan padaku apa aku baik baik saja??. dan ketiganya membelai rambutku lembut.
pertama, morgan,MR.SIMPLE, dia sahabat terbaikku..
belaian lembut Morgan begitu dingin,tapi aku merasa nyaman setiap kali ia melakukan itu padaku,Tapi morgan telah memiliki kekasih dia kakakku sendiri kak Angel.
sementara Rafa,MR.LAUNDRY,dia itu pangeranku,kau tau bukan aku menyukainya??
belain lembut Rafa begitu hangat, aku merasakan suatu kehangatan setiap kali didekatnya, tapi ternyata dia telah memiliki tunangan,namanya LIA.
dan yang terakhir,Rangga,MR,BAKPAO,aku baru sehari mengenalnya tapi aku rasa kami bisa jadi sahabat.
belaian lembutnya sangat tulus dan ikhlas,dia yang mengatakan padaku bahwa setiap manusia didunia ini memiliki pasangan masing masing.
Aku percaya kata kata itu, kau juga kan diary..
Siapapun dia, yang nantinya menjadi pasanganku, aku hanya ingin yang terbaik untukku dan untuknya..
jakarta,28 desember 2011.
**Anna**

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Online Now Icons