"Thank ga, hari ini ga akan pernah aku lupakan" mega berkata pada angga y duduk di samping'a tampak wajah bahagia'a saat itu..
Betapa tidak, mega baru saja di tembak dan jadian dgn angga,cow t'populer di sekolah..
"its ok's, sekarang kamu masuk udah malam" mega mengangguk mendengar perkataan angga. Iapun membuka pintu mobil dan b'lalu keluar.
"besok aku jemput kamu" angga b'kata sambil menatap mega y tlah b'diri di luar mobilnya dan mega hanya mengangguk.
"kamu hati-hati yah,i love you" mega b'kata dgn nada malu2 dan anggapun segera membalasnya.
"i love you more"
Mobilpun b'lalu setelah kata2 itu angga ucapkan dan kini hanya tampak mega dijalan sepi itu.
Saat mega hendak memasuki gerbang ia mendengar suara klakson mobil,tp saat mega mencari arah suara klakson itu, mega tak mendapati satu mobilpun di sana. Saat ini sudah pukul 10 malam jd jarang sekali mobil b'keliaran di jam malam seperti ini.
Mega menatap sekeliling, tak ada mobil d sana, tapi matanya t'tuju pada sebuah bingkisan y t'geletak d pinggir jalan.Tanpa ragu mega melangkahkan kakinya mendekati bingkisan merah itu dan membuka'a ternyata mega mendapati sebuah teddy bear luchu di dalam'a.
"teddy bear?" tanya mega dalam hati.
Seketika ia menemukan sebuah surat kecil d tangan boneka itu dan megapun membacanya
"he's mine"
Tak beberapa lama tanpa sepengetahuan mega sebuah mobil melaju kencang ke arahnya dan...
BRUKKK
Mobil silver itu menabrak tubuh mega hingga ia t'pental jauh dan mobil itupun b'lalu tanpa berniat menolong'a.
*~~~~~*
Pagi hari di rumah airlangga atau angga..
Angga bersiap2 berangkat sekolah, tiba2 dyland sahabat'a menghampiri'a di kamar dgn wajah pucat.
Dan pertanya'anpun t'lontar dr bibir angga
"kenapa loe,sob?"tanya angga y b'diri d depan cermin.
"loe baru jadian sama mega?"tanya dyland balik tampa menjawab p'tanyaan angga sebelum'a dan angga hanya mengangguk sambil merapikan dasi y dipakainya.
"gw baru jadian sama dia kemarin malam, dan rencana'a pagi ini gw akan nganterin dia ke sekolah"
Dylang hanya menunduk tanpa memandang angga y bicara.
"loe baik2 ajah kan dyl?" tanya angga sambil menatap dyland y berdiri d samping'a dan dyland menggeleng pelan
"apa y terjadi?" tanya angga penasaran.
Dyland menarik nafas'a sebelum ia bicara "mega meninggal,ditambrak mobil kemarin malam"
Druarr..
Seperti d sambar petir d pagi hari.. Angga tergeletak lemas tak percaya..
"kenapa ini,harus terjadi lagi?"angga berkata dgn nada penuh kekecewaan.
****
Sudah seminggu berlalu sejak kejadian mengenaskan itu, angga kembali mencoba membuka dirinya termasuk dalam urusan cinta.ia tak mau terlalu lama terpukul dgn apa y terjadi dan kini ia mencoba membuka hatinya kembali.
Tapi t'nyata tak semudah itu, mega bukanlah cewe pertama y tewas akibat tabrak lari dan surat misterius itu, melainkan mega adalah cewe ke6 y mengalami peristiwa naas itu.
Entah apa motif di balik pembunuhan teddy bear itu? Tp y pasti semua cewe akan bernasib sama ketika ia berani mengencani arlangga..
Karena Setiap cewe y ia (angga) kencani b'nasib tragis,karena itulah anggapun di juluki sang pembunuh cinta..
Angga terus melangkahkan kakinya menyusuri kolidor sekolah,saat ia hendak berbelok tiba2 ia menabrak seorang cewe berseragam putih abu2.
"sorry"angga berkata sambil duduk di anak tangga sekolah.
"its ok ga" kata mona cewe y bertabrakan dgn angga itu.
Di tatapnya wajah angga y keluh dan monapun duduk di sampingnya.
"aku turut berduka, atas kejadian y menimpa mega" kata mona prihatin sambil mengelus pundak angga, sementara angga hanya tersenyum tipis.
Seketika angga menatap mona yg sedang tersenyum pada seorang siswa y baru saja melewati mereka.
Dan terlintas di benak angga untuk menanyakan mona sesuatu..
"loe masih benci sama gw?"pertanyaan angga itu membuat mona terkejut tak ada jawaban dr bibir merahnya.
"loe masih belum bisa terima karena gw putusin loe beberapa bulan y lalu dan loe ga terima gw dekat sama cewe lain karena loe selalu bilang kalau gw cuma milik loe"
"maksud loe apa ga?"
"sekarang jawab, loe bencikan sama gw sehingga loe ga rela gw bahagia sama cewe lain"
Kata kata angga membuat mona terdiam tp suara bel masuk membuat angga berdiri dan berlalu meninggalkan mona sang mantan seorang diri..
Mungkinkah mona y melakukan semua pembunuhan berencana ini??
Bel istirahatpun berbunyi, sebagian anak keluar kelas dan sebagian lagi lebih memilih untuk tetap tinggal d dalam kelas.
Seperti kedua sahabat angga dan dyland, mereka lebih memilih untuk berdiam diri di kelas.
"Oh yah ga, ntar pulang sekolah kita ke toko buku dekat rumah loe yuk? Ajak dyland pada angga y sedang merapikan beberapa buku'a di atas meja.
"mau ngapain loe ke toko buku, tumben?" tanya angga heran.
"cuci mata"jawab dyland singkat diiringi dgn senyum manisnya.
"kalau loe mau nyuci mata di mall sono bukannya di toko buku"
"alah ga gaul loe, sekarang banyak cewe cantik y b'keliaran di toko buku, cuma cewe norak y masih berkeliaran di mall2 ga jelas"
"jiah berkeliaran, loe pikir kucing" kata2 angga membuat dyland tertawa lepas.
Dan seperti yg telah mereka sepakati,sepulang sekolah dyland mengajak angga ke toko buku favoritenya,dan benar adanya ternyata memang banyak cewe cantik di sana. Dan merekapun berpisah di dalam toko buku nirwana itu.
Dyland lebih memilih2 buku tentang hewan sementara angga mencoba mencari2 buku tentang cinta. Matanya langsung t'tuju pada sbuah buku b'judul "atasi masalahmu dgn cinta" saat angga akan meraih buku itu tiba2 ia menyentuh tangan halus cewe y juga ingin meraih buku y sama dgnnya. Dgn cepat angga menjauhkan tangannya dr gadis sma itu.
"sorry,bukunya buat loe ajah" angga berkata sambil menatap cewe b'nama mia itu.
"kamu arlangga?"pertanyaan mia membuat angga terkejut
"dari mana ia tau namaku?"batin angga.
"kamu arlangga kan sang pembunuh cinta"
Degg
Untuk kedua kalinya angga dibuat kaget oleh ucapan cewe berambut pendek itu.
"ia, tapi kamu tau dari mana, tentang julukan itu?"tanya angga makin penasaran.
"karena sebenarnya aku adalah penggemar rahasiamu"
Penggemar rahasia? Apalagi ini..
Dyland mendekati angga y sedang duduk seorang diri di meja panjang. Dan dyland pun duduk di sampingnya.
Dan yah ternyata perbincangan angga dan mia tlah berakhir.
Dyland menatap angga y terus saja membolak balik buku tanpa membacanya
"what's up bro?"
Sapaan dyland membuat angga membuyarkan lamunannya
" nope" jawab angga singkat.
Di atas genteng rumah angga, nampak angga y sedang melamun.
Anggapun teringat kata2 mia tadi sore
"aku adalah penggemar rahasiamu, aku slalu mengintai kamu kemanapun kamu pergi, tapi kamu jangan salah aku melakukan semua ini bukan karena aku cinta sama kamu, tapi semua ini aku lakukan karena aku ingin tau siapa pembunuh cinta arlangga sesungguhnya" perkataan mia yg selalu terliang di telinga angga.
***
Anehnya setelah kejadian kemarin, angga kerap kali bertemu dgn mia secara kebetulan,seperti saat ini, angga bertemu dgn mia di depan rumah makan favorite angga.
"hey,kamu masih ingat aku kan?"tanya mia
"tentu"jawab angga singkat.
Sejak saat itu, mereka akhirnya sering janjian untuk sekedar makan siang atau perkenalan.
Angga yang awalnya ragu dgn kehadiran mia kini berpaling simpati pada cewe virgo itu, sifat mia yang energic dan mampu membuat angga kembali ceria, membuat angga tak ingin kehilangan mia.
Suatu malam di sebuah cafe ternama..
"kamu ga takut dekat dgnku?"
Pertanyaan angga membuat mia tersenyum.
"kenapa aku harus takut?"tanya mia balik.
"Karna saat ini kamu lagi dekat dgn sang pembunuh cinta" untuk kedua kalinya mia tersenyum mendengar perkataan angga.
"angga, kalau aku takut dekat dengan kamu,saat ini kita ga mungkin bersama, justru aku senang bisa dekat dgn sang pembunuh cinta arlangga"
Saat ini angga y tersenyum mendengar perkataan mia.
"aku pikir setelah kejadian itu,gak akan ada cewe y mau dekat dgn aku" kt angga
"aku di sini untuk kamu angga"
"kamu ga takut,akan mengalami hal y sama karena dekat dgnku?"
Tanya angga sambil menatap mia y juga menatapnya.
"aku ga percaya semua itu, kita udah dekat lebih dari satu bulan dan sampai saat ini aku baik2 ajah"
Angga terus menatap mia y masih bicara.
"kamu harus percaya, semua itu akan berakhir,dan mungkin sekaranglah saatnya"
Untuk beberapa saat angga terdiam, mungkin mia benar, mereka tlah dekat lebih dari satu bulan dan tak terjadi apa2 pada mia, mungkin sang pembunuh misterius itu sudah letih dan semuanya tlah berakhir.
Dalam hati anggapun tersirat hasrat untuk menyatakan cintanya pada mia.
Keesokan harinya,di kelas angga dan dyland.
Tanpak keduanya sedang bercakap2.
"jadi loe kembali dekat dgn cewe?"tanya dyland
"ya..dan gw yakin kali ini dia benar2 cinta sejati gw"
"loe ga takut kejadian itu terulang lagi?"
"entah kenapa gw yakin,semuanya tlah berakhir"
"kenapa loe begitu yakin?"tanya dyland lagi.
"loe ingat, setiap gw jadian sama cewe, cewe itu slalu ngadu sama gw tentang ancaman2 aneh y mereka terima,gw udah nanya sama mia,dan dia bilang dia ga pernah dapat ancaman itu,bukankah itu aman"
Dyland terdiam beberapa saat sebelum kembali bicara"tapi bagi gw,ini aneh,dan gw malah curiga sama mia" anggapun tersenyum mendengar perkataan dyland.
"udahlah dyl, percaya ama gw semua akan baik2 ajah" angga berkata sambil berdiri dari kursi duduknya.
"oh yah,ntar malam gw berencana nembak mia"
Degg jantung dyland seakan terhenti mendengar perkataan angga barusan.
Entah apa y ada dipikiran dyland saat itu..
Anggapun berlalu setelah kata itu ia ucapkan..
Tapi tunggu tampak mona y sedang memperhatikan mereka dari kejauhan.
Malam tiba, sebuah mobil berhenti tepat di depan rumah bercat putih. Mia turun dari mobil sport angga dan berdiri sambil menatap angga y masih di dalam mobil.
"thx ga, hari ini adalah hari terbaik dalam hidup aku"
Angga tersenyum sambil memberikan mia sebuah kotak pink cantik dan mia segera mengambilnya.
"ini apa?"tanya mia sambil menatap kotak pink itu.
"bukan sesuatu yg mahal tapi sangat berharga buat aku"
Mia membuka bingkisan itu dan ternyata di dalamnya berisi sebuah gelang hitam bertuliskan nama arlangga di tengahnya.
"gelang itu adalah gelang penjaga aku, aku harap gelang itu dapat menjaga kamu dari segala bahaya y akan menimpa kamu seperti ia menjaga aku selama ini" tanpa terasa air mata mia menetes mendengar perkataan angga.
"aku cinta kamu mia" angga berkata sambil menatap mia y sedang membasuh air matanya.
"aku juga cinta kamu ga" kata mia.
Dan angga tersenyum mendengarnya.
Keesokan harinya di sekolah, tanpa dyland y sedang duduk seorang diri di kelas tak beberapa lama mona menghampirinya dan duduk di sampingnya.
"Ternyata ga ada kapoknya yah sahabat loe itu" kata2 mona membuat dyland menatapnya tajam.
"maksud loe?"
"gw bingung ajah, sampai kapan angga bertahan sebagai pembunuh cinta. Mengingat udah 6 cewe tewas karena dia"
"kenapa mon,loe cemburu angga jalan sama cewe lain,jangan2 benar loe masih cinta sama dia"
Mona terdiam mendengar perkataan dyland, karena emang benar dirinya masih mencintai angga.
"kenapa diam,benarkan kalau loe emang masih mencintai dia, oh jangan2 loe y udah rencanain semuanya, karena loe ga mau liat angga dekat sama cewe lain"
Plakk..
Sebuah tamparan mendarat tepat di pipi kanan dyland.
"loe kalau ngomong dijaga" mona berkata sambil mengangkat tas pinggang dyland dan melemparnya tepat ke arah dyland.
Semua benda di dalam tas dylandpun segera berserakan dilantai.
Mona mengambil sebuah buku yg tergeletak di tepat bawah telapak kakinya dan membacanya..
Betapa terkejutnya mona mendapati apa arti tulisan y tertera di sana..dan dgn lantang mona membaca tulisan tangan dyland
LOE EMANG SAHABAT GW GA,TAPI LOE UDAH BUAT GW BENCI SAMA LOE..
LOE BILANG LOE SAHABAT GW DAN KITA AKAN SELALU BERSAMA SEMULA SEMUANYA INDAH SEBELUM CINTA DATANG MENGHAMPIRI LOE.
KARENA CINTA KINI LOE LUPA SAMA GW.. KARENA CINTA LOE JARANG TELPON GW KAYA DULU DAN KARENA CINTA LOE JADI ANGKUH SAMA GW.. TERNYATA CEWE UDAH BUAT LOE BERUBAH.
APAPUN CARANYA, GW AKAN REBUT LOE KEMBALI.. GW BENCI SEMUA CEWE YANG DEKAT SAMA LOE
LOE CUMA MILIK Gw GA
Sahabat sejati loe
,dyland.
Dyland hanya terdiam..sementara tawa kecil terlihat jelas di bibir merah mona.
"Dyland..dyland..ternyat bukan hanya gw y benci cewe2 y dekat sama angga, ternyata loe juga,atau jangan2 loe lagi y rencanain semua ini"
Dyland menarik buku y di pegang mona.dan menatap mona penuh kebencian.
"oh jadi gini caranya loe memutar balikkan fakta"dyland berkata sambil tersenyum sinis.
Oh yah keadaan kelas masih sepi jadi tak ada seorangpun di sana kecuali mona dan dyland.
"dgr dyl,gw emang masih cinta sama angga dan gw ga rela dia jadi milik org lain,karena dia cuma milik gw" teriak mona kencang.
"dan gw ga terima dia lebih mementingkan cewe daripada gw sahabatnya.. Karena itu gw benci semua cewe y dkat sama angga" teriak dyland tak kalah kerasnya.
Suasanapun menjadi hening saat angga memasuki kelas dan menghampiri keduanya.tampak kekecewaan di wajah angga saat itu..ternyata angga telah mendengar semua pembicaraan mereka..
"sekarang jujur sama gw, siapa diantara kalian y merencanakan semua ini?"pertanyaan angga itu membuat keduanya terdiam..
Suasana kelas menjadi sunyi seketika, ketika p'tanyaan itu t'lontar dari bibir angga.
"jd siapa dalang semua ini? Apakah kau,mantanku?"angga menunjuk ke arah mona kemudian b'alih ke arah dyland"atau justru kau,sahabatku?"
Dyland hanya menunduk sementara mona berusaha angkat bicara.
"sebenarnya.."blum selesai mona bicara, tiba2 suara hp angga berbunyi. Angga meraba saku seragam'a dan mengambil hp dan segera menekan tombol hijau.
"mia,ada apa?" tanya angga panik, terdengar samar2 suara seseorang dr balik telpon genggam angga.
"aku lisa,sahabat mia,apa benar ini nomor tlp angga?" tanya seorang cewe y t'nyata adalah sahabat mia.
"iya saya angga, mia baik2 ajah kan?"tanya angga makin khawatir..
Tapi tubuhnya lemas tak berdaya mendengar perkataan indah
"Mia meninggal kemarin malam akibat tabrak lari di depan rumahnya"
Lagi..lagi..dan lg pembunuh cinta itu tlah membunuh wanita y sangat di cintai angga.. Saat ini hatinya benar2 hancur..
Dyland dan mona berusaha mendekati angga y tergeletak lemas d lantai tp angga lebih memilih pergi dan meninggalkan sekolah..
Jam terus b'jalan, pelajaranpun terus berganti tp angga tak juga kembali dan itu membuat dyland khawatir.
#istirahat
Dyland terus berusaha menghubungi angga, tp sayang angga slalu mematikan panggilan dari dyland, tak beberapa lama mona tiba dan duduk di samping dyland.
"Gmana udah ada kabar?" tanya mona dan Dyland hanya menggeleng.
"ini semua karena loe" kata dyland kasar.
"loe ga boleh nyalahin gw tampa bukti.."
"udahlah.. Gw tau siapa loe Mon"Dyland b'kata sambil berdiri dan berlalu pergi.
"dyland loe mau kemana?"
Tak ada jawaban dari dyland,ia terus melangkahkan kakinya keluar gerbang sekolah.
"Tunggu gw ikut" mona berkata sambil berlari mengejar Dyland.
Sepanjang perjalanan mona mencoba berjalan di samping Dyland, tp langkah dyland y cepat membuat cewe manja itu kelelahan.
"Dyl,bisa jalan loe di pelanin dikit,gw capek ngikutin langkah seribu loe" kata mona sambil tergesa2,sementara Dyland trus saja berjalan.
"dasar cewe"batin dyland.
Langkah merekapun terhenti saat Dyland mendapati angga sedang terduduk lemas di cafe melati.
"Kenapa berhenti, loe lapar?"ucap mona diiringi senyum manjanya. Dan Dyland hanya menatapnya tajam dan berlalu masuk.
"dasar cowo aneh"
#Dicafe
Dyland menghampiri angga diikuti mona di belakangnya.
"Ngapain kalian kesini,blum puas liat gw menderita"
Kata angga ketika mendapati dyland dan mona duduk di depannya.
"sekarang kalian puas liat setiap kali cewe y gw kencani tewas mengenaskan?"kata angga lagi membuat keduanya menunduk.
"Ga,loe harus p'caya sama gw,gw ga mungkin ngelakuin hal sejahat itu sama loe sahabat gw, masalah diary, itu gw cuma iseng ajah ga bermaksud apa2,loe percayakan sama gw?"pertanyaan dyland membuat angga terdiam dan kemudian menatap tajam mona "loe?"
"Ga,gw cewe, sekejam2nya gw,gw ga pernah berniat untuk membunuh seseorang,apalagi seorang cewe y status'a sama kaya gw"
Untuk kedua kalinya angga t'diam..
Entah apa ia harus percaya pada Dyland dan mona?
Angga hanya ingin tau siapa pembunuh cintanya y sesungguhnya.
Angga memasuki kamarnya dilantai atas, matanyapun langsung tertuju pada sebuah amplop pink berserta teddy bear diatas meja belajarnya.
Dan iapun segera meraih dan membacanya
"Semua'a akan berakhir, temui aku malam ini jam12 di taman matahari..
Jika kamu tidak datang slamanya kau tak akan p'nah mengetahui siapa aku?"
"YOUR'S MINE"
Pembunuh cinta arlangga.
Sperti yg tertulis d surat pink itu, tepat jam setengah 12 anggapun langsung menuju Tempat y tlah di tentukan.. Dgn mengunakan motor sport miliknya angga berlalu menjauh dari rumah bercat putih itu.
Tak sampai setengah jam,ia tlah sampai di taman cinta..
Angga menghentikan motornya,dan membuka helm y dipakainya.
Ditatapnya sekeliling taman y sunyi,tapi pandangannya langsung t'tuju pada seorang cewe y sedang duduk sendiri di bangku panjang taman. Dgn langkah cemas dan gelisah,angga mencoba mendekati cewe berambut panjang itu..
"hai"sapa angga ketika tiba didepan cewe itu.
Untuk sesaat,angga menatap tajam cewe tinggi itu.. "ia begitu anggun"gumam angga.
"duduk,kamu pasti angga" kata cewe itu sambil menggeser sedikit duduknya ke arah kiri dan mempersilahkan angga duduk.
Dan selayaknya di hipnotis tanpa kata anggapun langsung duduk..
Pembicaraanpun di mulai..
"aku,lisa sahabat mia,kamu masih ingatkan?"tanya lisa memulai pembicaraan.
"jd kamu y nelpon aku tadi pagi" tanya angga balik sambil menatap lisa y mengangguk.
"ok's to the poin ajah, loe ngapain panggil gw kesini?" tanya angga penasaran.
"gw cuma mau ngasih tau loe,siapa y sesungguhny udah ngebunuh cinta2 loe"
Kata2 lisa itu membuat angga tersentak..
"lisa,tau semuanya?? Apa ini ada hubunganny dgn mia??
Lisa berdiri dan membelakangi angga.
"loe tau apa tentang semua ini?"tanya angga penasaran sambil menatap punggung lisa.
"gw tau siapa y tlah membunuh cinta loe selama ini"
"siapa??"
"orang itu mia" lisa berkata sambil duduk kembali disamping angga.
"apa?loe jangan becanda gw serius" angga berkata tak percaya.
"apa gw keliatan becanda?"pertanyaan lisa itu membuat angga menatapnya tajam.
Yah ia menemukan kejujuran di mata lisa..
"Jadi mia y tlah melakukan semua ini,tp kenapa?"tanya angga lemas.
"karena mia punya dendam pribadi sama loe,ga"
"dendam pribadi?"
"iya, loe ingat cewe gendut teman smp loe,yg pernah nembak loe?"pertanyaan lisa membuat angga mengangguk.
"cewe aneh,y udah nembak gw di depan anak2"kata angga sambil mengingat kejadian 4tahun silam itu..
4 tahun yg lalu saat angga masih smp.
"hahaha...apa ga salah kamu nembak aku?" kata angga sambil tertawa panjang diikuti anak laennya y ikut t'tawa.
Tampak gadis kecil gendut menangis sambil menundukkan kepalanya malu.
"kamu sadar dung,apa pantas aku Angga, cowo keren jadi pacar kamu,cewe gendut jelek lagi" kata2 angga itu membuat gadis kecil gendut itu berlari sambil menangis..
Setelah kejadian memalukan itu, sang gadis kecil itu memilih untuk pindah sekolah.
Lamunan angga t'henti saat lisa menepuk pelan pudaknya.
"ya gadis kecil gendut itu nia,saudara kembar mia"
Angga menatap lisa y terus bicara.
"setelah kejadian itu,nia terus2an mengurung diri dikamar tapi pada suatu hari mia mengajak nia jalan2 agar nia kembali ceria..dan mia mengajak nia jalan2 ketaman, nia slalu membawa buku diary dan teddy bear kemanapun dia pergi,sampai akhirnya mia meninggalkan nia seorang diri untuk membeli es krim favorite mereka, tapi tubuh mia melemas saat ia mendapati nia terbaring tak berdaya ditengah jalan dgn darah disekejur tubuhnya yg besar sambil mendekat diary dan teddy bear"
Angga menunduk lemas tak berdaya mendengar pernyataan lisa.
"tapi nia sempat mengatakan sesuatu sebelum pergi untuk selamanya"
"apa?"tanya angga pelan.
"dia sangat mencintai kamu,tp dia begitu sedih karena kamu ga pernah mencintai dia,dan dia lebih baik mati daripada melihat kamu jalan dgn cewe lain"
Sekarang sudah jelas,semuanya..
T'nyata mia melakukan semua ini,untuk membalas dendam pada angga atas apa y tlah menimpa saudara kembarnya.
"nia meninggal tertabrak mobil sambil memegang teddy bear dan diary pink y isinya penuh dgn tulisan "he's mine""
Kata lisa sambil menatap angga y terdiam.
"trus,tentang kecelakaan y menimpa mia?"anggapun memberanikan diri untuk bertanya.
"sebenarnya,mia bukan kecelakaan tp bunuh diri"
"bunuh diri?"
"iya, mia bunuh diri setelah dia puas buat loe menderita"
Ini sulit dipercaya, ternyata orang dalang dari semua ini adalah mia,cewe y sangat angga cintai. Dan tentang pembunuhan misterius itu,mia hanya ingin angga merasakan apa y ia rasakan,kehilangan seseorang y kita cintai dgn cara mengenaskan.
Tapi semuanya tlah t'jadi, dan angga harus dapat menerima semua ini dgn ihklas.
Kini semuanya tlah jelas.. Lisa melangkahkan kakinya menjauhi angga y masih terdiam tp sebelum lisa pergi ia memberikan sebuah gelang y pernah angga berikan pada mia kemarin..
Keesokan harinya.
Angga menghampiri dyland dan mona yg sedang berbincang2 di samping kelas.
"cie yg baru jadian"ejek angga sambil duduk di tengah dyland dan mona.
"apaan sech ga"mona berkata malu2 sementara dyland hanya t'senyum.
"gw minta maaf ama loe dyl,karena gw udah mentingin cewe daripada loe sahabat gw,dan loe juga mon,maafin gw jg yah udah kasar slama ini ama loe,padahal loe sayang bgd sama gw"perkataan angga membuat keduanya mengangguk.
"oh yah gw kekantin dulu lapar"angga berkata kemudian berlalu meninggalkan dyland dan mona y sama2 terdiam.
Satu tahun kemudian.
Tampak angga dan vanny y sedang berdiri di depan pagar rumah vanny.
"makasih say, hari ini adalah hari spesial dalam hidup aku"kata vanny manja sambil menggandeng tangan kiri angga, dan seperti biasa angga hanya tersenyum.
Oh yach vanny adalah pacar pertama angga setelah mia meninggal, angga butuh waktu satu tahun untuk membuat semua cintanya kembali normal dan vannylah cewe y meyakinkan angga bahwa semuanya tlah berakhir.
"ya udah sekarang kamu masuk"perintah angga sambil mengelus lembut rambut panjang vanny.
Tapi langkah vanny t'henti ketika angga memegang tangan kanan vanny.
"oh yah ingat yah,kalau ada teddy bear di tengah jalan jangan.."belum selesai angga bicara, vanny melanjutkan perkataan angga.
"aku hiraukan,siapa tau ajah itu jebakan y akan buat aku celaka" kata2 vanny membuat angga mengangguk.
Sebenarnya vanny sudah hafal betul apa y akan angga katakan.
"angga mia itu udah ga ada, jd kamu ga usah parno lagi sama kejadian itu, ok's sayang"
Vanny berkata sambil menggenggam erat tangan angga y menunduk.
Vanny menarik nafas panjang2 kemudian kembali berkata"ok's aku janji" janji vanny cukup buat angga tersenyum lebar.
Vanny melangkahkan kakinya mendekati pintu masuk rumahnya tp ia mendapati sebuah teddy bear tergeletak tepat di depan pintu,vannypun segera mengambilnya dan membaca tulisan y tertera di selembar kertas.
"gw emang udah ga ada,tp gw tetap ga rela angga dkat dgn cewe lain t'masuk loe"
Tertanda
Sang PEMBUNUH CINTA
Vannypun teriak histeris ketakutan setelah membaca tulisan itu "ARLANGGA"
The end

Tidak ada komentar:
Posting Komentar