Facebook Badge

Senin, 06 Februari 2012

"Good Morning MR.Simple"

Good Morning,Mr.Simple" part perkenalan.



"Good morning,Mr.Simple"teriak cewe berseragam SMU itu seraya berlari menghampiri cowo SMU y mengenakan seragam yg sama.
Cowo itupun menghentikan langkahnya dan menatap cewe imut yg kini berdiri disampingnya.
"bisa loe ga nyapa gw kayak tadi" cowo tinggi itu berkata dengan nada kesalnya membuat cewe putih itu tersenyum.
"bagus dung, dari pada gw manggil loe Mr.jelek, ayo pilih yg mana?"

Cewe imut berkulit putih dgn rambut panjangnya yg selalu diikat itu bernama andriana chantika maharani atau biasa dipanggil anna atau cantik. Dan cowo tinggi berkulit putih dgn wajah yg cukup tampan itu bernama Morgan handy winata atau biasa disapa Morgan atau Mr.simple panggilan anna khusus untuk morgan sahabatnya.
Anna adalah cewe yg energic dan sedikit ceroboh sementara morgan adalah cowo misterius yg ga suka sesuatu yg neko neko dan lebih cenderung pendiam, mereka bersahabat sejak awal masuk Sma.

Morgan melanjutkan langkahnya yg sempat terhenti karena anna memanggil y disusul oleh anna berjalan dibelakangnya.
Langkah morgan begitu cepat membuat anna kewalahan mengejarnya..
"Morgan, tunggu gw" anna berkata sambil menyimbangi langkah seribu Morgan.
"dasar keong"kata morgan pelan berharap anna tak mendengarnya.
"apa?" Anna menatap tajam Morgan yg terus melangkah,Morgan selalu saja mengacuhkannya, "bagaimana aku bisa bersahabat dgn cowo sedingin ini?"



Akhirnya mereka tiba juga digedung pendidikan itu,dan Anna masih mengimbangi jalan morgan yg cukup cepat.
Mereka terus mengintari kolidor sekolah sebelum seseorang memanggil nama anna.
"Anna"teriak cowo berbehel membuat anna dan morgan berhenti dan menatapnya.
Anna menatap cowo bertopi itu menghampiri mereka dgn setangkai bunga ditangan kanannya.
"ada apa?"tanya anna sambil menatap cowo itu yg kini berdiri didepannya.
"nih,buat kamu"cowo itu memberikan anna yg ada ditangannya dgn cepat anna meraihnya. Morgan y berdiri disamping ana hanya diam menatap keduanya.
"wah indah sekali,terimakasih" anna terus menatap kagum bunga ditangannya, tangkai bunga itu cukup panjang dan ada dua daun diantara tangkainya.
"loe suka?"
"iya, gw suka bunganya"
"bukan bunganya tapi ulet"
"apa?ulet?"
Anna berkata dgn nada takut sambil menatap cowo itu yg membalikkan daun hijau ditangkai bunga itu. Betapa terkejutnya anna mendapati ulet gendut diantara dedaunan itu.
"Aahh..."teriak anna histeris sambil memeluk Morgan disampingnya,Morgan y terkejut dgn pelukan anna hanya terdiam..Anna seketika membuang bunga ditangannya kelantai sekolah dan terdengar jelas suara tawa senang dari bibir cowo jail itu.
Anna melepas pelukannya dan menatap tajam cowo berbehel y masih tertawa lepas.
"Bismaa"Anna berkata sambil memukul lengan bisma.
Yah..namanya bisma karisma, cowo energic yg hobi menjaili orang lain dan jago dance, bisma adalah ketua dance di SMA merah putih itu...
Dan sebenarnya sejak lama bisma menyukai anna, teman sekelasnya sekaligus teman sebangkunya yg selalu ia jaili.
Morgan melangkahkan kakinya menjauhi keduanya yg sedang berdebat, langkahnya memasuki perpustakaan disamping ruang kesenian.
"bisa sehari ajah loe gak ngerjain gw?"tanya anna dengan wajah cemberutnya.
"ga bisa"jawab bisma enteng sambil mengambil bunga yg tergeletak dilantai dan membuangnya ketanaman kecil didepannya.
Tiba2 seseorang menabrak punggung bisma membuat bisma menatapnya tajam.
"aduh cupu,kalau jalan liat liat dung, untung yg loe tabrak gw bukan siRafa cowo sombong angkuh itu kalau enggak loe bisa dilabrak"bisma berkata pada cowo berkacamata yg berdiri disampingnya..
"maaf"katanya pelan dan berlalu pergi..
"dia itu dicky kan?"tanya anna sambil menatap bisma yg mengangguk.
Cowo berkacamata tebal yg hobi membaca itu bernama Dicky prasetya,Dicky adalah murid teladan yg selalu menjadi juara kelas dan dicky itu adalah ketua kelas dikelasnya. Walaupun cupu tp dicky itu cukup manis loch..
Anna menatap sekeliling pandangan'a langsung tertuju pada cowo tinggi yg sedang bermain basket ditengah lapangan,gayanya begitu lincah dan menawan membuat anna terpanah,bisma menatap ana y serius memandang cowo basket itu.
"dia sangat tampan"kata2 anna membuat bisma menatapnya tajam.
"siapa?"
"Rafael" jawab anna singkat sambil terus memperhatikan cowo berwajah oriental itu.
Sejak lama anna mengagumi sosok cowo oriental itu, tapi sifatnya yg cool dan arogant membuat anna enggan menyatakan perasaannya.
Tapi bagi anna cowo bernama lengkap Rafael landry tanubrata itu adalah pujaan hatinya selamanya.
"bisma buku gw mana?"teriak seorang cowo sambil berdiri disamping bisma.
Annapun segera menatap kedua sahabat bisma itu.
Reza adalah cowo playboy yg memiliki banyak kekasih wajahnya yg ganteng membuatnya menjadi idola..sementara ilham adalah cowo manis yg hobi melukis dan bikin puisi, dan ilham termasuk cowo romantis yg penuh perhatian terhadap semua cewe..bisma,reza dan ilham adalah sahabat tak terpisahkan..
"buku loe ada ditas gw,tenang ajah za"bisma berkata sambil merangkul lengan Reza tp reza menepisnya. Sementara ilham yg berdiri disampingnya hanya tersenyum tipis. Ilham mengalihkan pandangannya pada anna yg juga menatapnya dan mengambil sesuatu dari dalam saku seragamnya.
"ini buat kamu"ilham mengulurkan selembar kertas pada sasya yg langsung mengambilnya.
"ini apa?"tanya anna bingung.
"buka ajah"ilham segera berlalu setelah mengatakan kata2 itu dan annapun segera membukanya..
Anna membaca sebuah tulisan yg tertera disana.

I LOVE YOU,ANNA


Anna terduduk dipinggir lapangan, matanya tak pernah lepas memandang pujaannya Rafael yg sedang asik mengiring bola basket ditengah lapangan. Jam masih menunjukkan pukul setengah tujuh pagi jadi sekeliling gedung pendidikan itu masih terlihat sepi. Udara pagi ini begitu panas membuat tenggorokan Anna menjadi haus.
Rafael terus menggiring bola dengan lincah dan energic membuat anna semakin mengaguminya,Anna menatap kedepan dilihatnya beberapa cewe genit memanggil manggil nama pujaannya. Ternyata bukan hanya Anna yg terpesona pada ketampanan Rafael kapten basket sekolah.
"Anna"teriak seseorang membuat anna memalingkan wajahnya dari sekumpulan cewe centil itu. dilihatnya bisma duduk disampingnya.
"Bisma, ada apa?" anna menjauhkan duduknya kekanan, takut takut bisma membawa ulet gendut seperti tadi pagi.melihat tingkah anna bisma hanya tersenyum tipis.
"Ini untukmu,"Bisma berkata sambil meyodorkan sekaleng minuman soda pada anna yg segera mengambilnya.
"terimakasih"
"bukalah, aku rasa kau haus dan butuh sesuatu untuk menyegarkan tenggorokanmu" kata kata bisma membuat anna tersenyum lepas.
Untuk sesaat Anna terdiam, apa ini salah satu kejailan bisma padanya, tumben tumben bisma memberinya minuman sesuatu yg tak pernah bisma lakukan sebelumnya.
"tenang ajah ga ada uletnya kok" ledek bisma sambil menaikkan kedua alisnya genit.
Anna pun segera membukanya, tapi tiba tiba benar saja apa yg ditakutinya terjadi....
bruuurrrrrhhhhh seketika minuman soda itu menyembur tubuh dan wajah Anna membuat Bisma tertawa lepas, ternyata sebelum minuman itu bisma berikan pada anna, Bisma telah mengocok ngocok minuman itu hingga soda dalam minuman itu menyatu dan saat minuman itu dibuka soda itupun seketika menyembur sang pembuka.
Anna menatap Bisma garang yg masih tertawa.
Rafael yg telah menghentikan permainan menatap anna dan menghampirinya, terlihat handuk kecil dilehernya.
"kau baik baik saja?" tanya rafael pada Anna yg berdiri. Anna berusaha membersihkan semua soda disekujur tubuhnya tak tak menyadari kehadiran Rafael.
"pakailah ini untuk membersikan seragammu" rafael memberikan handuk kecil yg tergelantung dilehernya pada Anna, sesaat Anna baru menyadari pujaannya ada disampingnya.
Anna tersipu malu sambil meraih handuk kecil ditangan Rafael dan mulai membersihkan seragamnya, Rafael terus menatap Anna sambil tersenyum.
sementara bisma masih tertawa terbahak bahak hingga berguling guling diaspal sekolah sambil memegangi perutnya... Rafa yg melihat tawa berlebihan bismapun menendang kaki kanan bisma membuat bisma terdiam dan berdiri.
"Sorry, Na" kata bisma diiringi senyum lebarnya.
"AWAS KAU, BISMA" ancam anna dalam hati sambil menatap garang bisma yg tersenyum tak berdosa.






****
"lihatlah morgan, handuk biru ini milik rafael, aku tak pernah menyangka dapat memilikinya" Anna terus saja memamerkan haduk biru milik rafael pada morgan yg duduk didepannya.
"rafa hanya meminjamkanmu bukan memberimu handuk itu" morgan berkata tampa memandang Anna yg terdiam, Cowo cool itupun sibuk membaca.
saat ini Anna dan Morgan berada di ruang perpustakaan.
"benar juga, tapi tak apa, itu artinya besok aku dapat bertemu dengannya lagi untuk mengembalikan ini,"Kata Anna sumriyah sambil terus melambai lambaikan handuk kedepan wajah Morgan.
"Morgan, apa kau tak ingin memegangnya?"pertanyaan Anna membuat Morgan berhenti membaca dan menatapnya tajam.
"untuk apa, kau pikir aku menyukai Rafael?"
"maaf" anna menunduk sambil mengembungkan kedua pipinya.
"tapi Morgan hari ini aku benar benar bahagia" Anna berkata yg tiba tiba kembali ceria membuat morgan menggelengkan kepalanya dan kembali membaca.
"Tadi aku tak menyangka akan sedekat itu dengan Rafa, apalagi tadi dia sempat tersenyum padaku,Morgan senyumnya itu sangat manis, senyum termanis yg pernah aku temui, mor..." Anna menghentikan perkataannya ketika mendapati morgan sibuk membaca dan tak menghiraukannya.
"Morgan, kau tak mendengarkanku?" anna menatap morgan kesal sambil menutup buku yg dibaca Morgan.
"untuk apa, apa kau pikir aku tak bosan mendengarkan kau bicara rafa, rafa, rafa dan rafa setiap harinya, carilah seseorang yg bersedia mendengarkan keluh kesahmu itu"
morgan berdiri dan meraih buku diatas meja kemudian berlalu meninggalkan Anna yg cemberut.
"kenapa dia?"




****
Bisma menghampiri ilham dan Reza yg sedang berbincang bincang disudut sekolah. dengan bunga mawar ditangannya Bisma duduk disamping keduanya.
"apaan tuh, bunga?" tanya Reza heran sambil menatap Bisma yg mengangguk.
"yepz, bunga mawar merah plus ulet gendut" jawab bisma enteng.
"ulet gendut?"seru ilham dan Reza berbarengan dengan tampang terkejutnya.
"yepz, nih liat" bisma membalikkan daun hijau itu dengan tangan kananya sementara tangan kirinya memegang gagang tangkai bunga mawar merah itu. seketika ilham dan Reza mendapati satu ekor ulet gendut dibelakang daun hijau itu.
Ilham menggeser tubuhnya menjauh dari Bisma karena takut sementara Reza hanya menggeleng gelengkan kepalanya heran.
"kau ingin menjaihili anna lagi?"ilham bertanya sambil berdiri dari duduknya.
"mengapa, kau tak suka aku menjahilinya?" pertanyaan bisma membuat ilham terdiam sejenak.
" Wajah anna sangat luchu jika dia ketakutan seperti tadi,aku rasa akan lebih seru jika ada siaran ulangnya"kata bisma lagi sambil tersenyum evil.
"iya, apa kau tak kasihan padanya?"ilham berkata pelan sambil memperlihatkan wajah kecewanya membuat bisma yg menatapnya tersenyum.
Reza mengambil bunga ditangan bisma dan mulai bermain dengan ulet gendut ditangkai daun itu.
"tau dech yg suka, cinta, perhatian mah" ledek bisma sambil berdiri dan merangkul lengan Ilham.



*****
"Dimana dia, mengapa aku tak melihatnya?"Anna terus berjalan dikolidor sekolah sambil menengok kiri kanan mencari morgan sahabatnya.Anna telah mengintari seluruh ruang sekolah ini tapi tetap saja ia tak melihat morgan.
dengan handuk rafa masih ditangannya, Anna mendekati ruang kesenian dipojok kiri.
"apa mungkin morgan disana?"tanya anna dalam hati sambil mendekati ruang kesenian itu.
Anna terdiam saat mendapati Morgan disana dengan seorang cewe berseragm sama seperti anna.
"Angel?" anna memastikan sambil berdiri dibalik tembok, tiba tiba terdengar suara keduanya dari dalam ruang kesenian itu.
"mengapa kau selalu saja bersikap angkuh padaku, Morgan?" tanya angel cewe tinggi dan putih itu pada morgan yg terduduk didepan piano sementara posisi angel berdiri.
tak ada jawaban dari bibir morgan.
"Morgan, jawab aku, apa kau masih marah padaku?" tanya Angel lagi sambil memegang lengan Morgan membuat morgan menatapnya kaget.
"lepaskan, kau tak ingin aku bermain kasar padamu bukan?"morgan menepis pegangan tangan Angel dan berdiri.
"Apa kau tak bisa memaafkanku, Morgan"Angel berkata memelas sambil menundukkan wajahnya berharap Morgan simpati dan meminta maaf, tapi morgan berlalu begitu saja meninggalkan Angel yg kecewa dengan sikap angkuh Morgan.
Anna terus menyaksikan keduanya dari balik tembok, tapi tiba tiba seseorang menarik tangannya.
"kau???"belum sempat anna berbicara banyak tiba tiba orang itu menutup mulut anna dengan kedua tangannya membuat Anna diam Tak berkutik.... Anna membelakkan matanya menatap cowo yg kini ada didepannya, begitu dekat dan nyata...


***
"dicky,apa yg kau lakukan disini?"Tanya anna ketika dicky tak lagi mendekap mulutnya.
"seharusnya aku yg tanya padamu, apa yang kau lakukan disini, kau menguping, huh?" Dicky mengambil permen yuppy dikantong seragamnya dan membukanya.
"Tidak,kalaupun ia itu tak ada hubungannya denganmu" Anna berkata sambil merebut yuppy dari tangan Dicky dan memakannya.
"Yuppyku"Dicky berkata sambil menampakkan wajah cemberutnya membuat Anna tersenyum tipis.
"Jangan terlalu pelit,nanti kau bisa kaya mendadak," kata Anna sambil mengacak rambut cowo pintar itu.
Anna berlalu meninggalkan dicky yg masih belum ikhlas menerima kenyataan yuppy miliknya dimakan Anna.




***
"Dimana dia, tumben belum kembali?"Anna menatap keluar kelas menanti kedatangan MR.Jahil Bisma karisma..
"Bisma karisma..nama yg indah, tapi tidak dgn pemiliknya yang selalu membuat orang kesal"Gerutu Anna dalam hati.
"Bisma mana?"tanya anna pada ilham Dan Reza yang duduk dibelakangnya.
Ilham menggelengkan kepalanya sementara Reza mengangkat bahunya.
"Mana gue tau, Tumben loe nanyain Bisma, kenapa kangen loe ama dia," kata kata Reza membuat Anna memukul lengan reza keras.
"Siapa juga yang kangen, ga penting banget ngangenin Mr.jahil kayak dia" Anna terduduk dibangkunya dan menatap keluar kelas. Bel masuk telah berbunyi tapi kenapa Bisma belum kembali?
Anna menatap bangku disebelahnya, kosong hanya tampak tas ransel bisma tergeletak diatas meja.

Tak berapa lama,Bisma muncul dari balik pintu dan berjalan kearah tempat duduknya disamping Anna.
"Bis, tadi loe dicariin tuch ama Anna, katanya kangen sama loe" Reza berkata pada Bisma yg berdiri disamping mejanya.
"Benarkah,kau merindukanku?"tanya Bisma sambil menatap anna yg tersenyum sinis.
Bisma mencoba duduk dibangkunya..
"Emang cowo tampan nan mempesona seperti gue, selalu menjadi.."
Belum selesai kata itu diucapkan, tiba2.. BRRUUKK.. Bisma terjatuh dari duduknya, semua yg menatapnya tertawa lebar, tak terkecuali Anna Reza dan Ilham, seketika kelas menjadi risuh.. Bisma menundukkan kepala menahan malu sambil mengelus kakinya yg tiba2 ngilu.
"Makanya jadi cowo jangan jahil,makan tuch akibatnya, BISMA KARISMA,"Anna berkata dgn senyum kemenangan diwajahnya menatap Bisma diam tak berkutik.
"Tunggu pembalasan gue"
Kata Bisma dalam hati sambil berusaha berdiri, ditatapnya sekeliling kelas yang masih menertawakannya.




Morgan terdiam disudut ruang perpustakaan,pikirannya benar2 kacau, ia memilih untuk tetap diruang penuh buku bacaan itu ketimbang kembali mengikuti pelajaran.
Ia lebih senang menyendiri dan menyimpan masalahnya dalam hati, ia tak ingin ada satupun orang yg masuk dalam masalahnya.
Morgan membuka buku didepannya yg sedari tadi ia acuhkan dan mencoba membaca, tapi ia tetap tak dapat berkosentrasi, morgan menutup kembali buku didepannya dan menjatuhkan kepalanya keatas meja.
"Gue,harus lupain loe,Angel" kata Morgan pelan sambil berusaha menutup matanya.



"ANNA"Teriak seseorang membuat anna yg sedang membenahi kelas karena piket, berhenti dan menatap tajam cowo yg memanggil namanya tadi.
"Ilham"sapa anna pada ilham Yg tersenyum. Ilham berjalan kearah Anna dan mengambil sapu dari tangan Anna.
"Aku bantu yah" kata ilham lembut sambil mulai menyapu. Anna tersenyum sambil terus menatap cowo manis itu.
"kenapa kau begitu baik padaku?"Anna mencoba memulai pertanyaan sambil menghapus papan tulis didepannya.
"Aku rasa kau tau jawabannya" jawaban Ilham membuat Anna terdiam sejenak, Anna membalikkan badannya dan menatap ilham yg sedang menyapu meja paling belakang, tak ada siapapun dikelas hanya ada mereka berdua disana.
"Mengapa kau mencintaiku?" pertanyaan Anna yang tiba2 membuat ilham berhenti menyapu dan menatapnya tajam, jarak mereka memang cukup jauh tapi anna dapat merasakan tatapan tajam yg diberikan Ilham padanya.
"Apa ada alasan, untuk mencintai seseorang" jawab ilham sambil menatap Anna yg terdiam.

"I'm here" Reza berkata tiba2 dari arah pintu membuat keheningan itu berakhir,Tampak bisma mengekor dibelakang Reza.
"Perasaan hari ini bukan hari piket loe ham" Reza menatap daftar piket didinding kelas.
"gue cuma bantu2 ajah" ilham kembali menyapu begitupun Anna yg kembali membersihkan papan tulis.
Bisma mendekati anna dgn ulet gendut ditangannya, Anna terus ajah asik menghapus papan tulis dan tak menyadari bisma dibelakangnya.
Reza menatap Bisma yang mulai menjaili Anna dgn meletakkan ulet dibahu kiri Anna.
Reza melangkahkan kakinya berdiri disamping Anna,
"biasanya situasi seperti ini,Anna membutuhkan seseorang untuk dipeluk, kesempatan buat gue" kata Reza dalam hati sambil tersenyum tipis.
"Anna, kamu ga ngerasain sesuatu gitu yang aneh dibahu kamu?" pertanyaan bisma membuat anna membalikkan badannya dan menatap bisma yg tersenyum menampakkan deretan giginya yg berbehel.
"ga, emang kenapa?" tanya anna balik sambil memegang penghapus papan tulis ditangannya.
"Ga, itu ada ulet dibaju kamu" Bisma berkata sambil menunjuk ulet yg sedang jalan2 dibaju putih Anna, membuat Anna seketika berteriak kencang dan Reza siap2 menangkap pelukan cewe mungil itu.
"AAAAHHHH"Teriak Anna reflek sambil melempar penghapus papan tulis kesamping yg tak sengaja mengenai kepala Reza.
"aow"Rintih reza kesakitan.
Bisma tertawa lepas melihat anna loncat loncat ketakutan sambil membuang ulet dari baju seragamnya.
"Bisma karisma"Teriak anna kesal setelah berhasil menjauhkan ulet dari seragamnya dan menatap tajam bisma yg masih tertawa.
Anna mengalihkan pandangannya pada Reza yg sedang memegangi kepalanya.
"kamu kenapa?"tanya Anna tanpa rasa bersalah.
"seharusnya loe meluk gue, bukan malah lempar gue pake penghapus" kata Reza kesal pada Anna yg menunduk.
"Maaf" kata anna pelan.
Ilham hanya terdiam sambil terus menatap ketiganya dari sudut kelas.




"Good morning,MR.Simple" teriak Anna sambil berlari menghampiri Morgan yg berdiri disamping gerbang sekolah.
"Sekarang udah sore dan berhenti memanggilku mr.simple,"
"Aku selalu disini untuk menolongmu,"
"apa?"
"jika kau butuh seseorang untuk berbagi, aku bersedia mendengarnya" kata2 Anna membuat Morgan menatapnya tajam.
"apa kau pikir, saat ini aku sedang ada Masalah?"pertanyaan Morgan membuat anna mengangguk.
"kau sahabatku, aku akan melakukan apapun untukmu"
"benarkah?"Morgan menatap Anna yg mengangguk diiringi senyum manisnya.
Morgan meraih kedua tangan Anna membuat anna terkejut.
Morgan menggenggam erat tangan Anna dan menatapnya tajam..
Sebelum sebuah pertanyaan terlontar dari bibir sexy Morgan yg membuat Anna tersentak kaget..

"kalau begitu,jadilah pacarku"



***
Anna terdiam mendengar perkataan Morgan yg tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Anna menatap mata kecoklatan Morgan yg tajam menatapnya...
Tiba2 sebuah mobil menyerempet tubuh mungil Anna y berdiri ditengah jalan membuat anna terjatuh,seketika tangan Anna terlepas dari genggaman tangan Morgan.
"aww"teriak anna kesakitan sambil mengelus siku tangannya yg berdarah, mobil itupun berhenti.. Seseorang turun dari mobil dan menghampiri Anna yg masih duduk kesakitan.
"kau baik2 saja?"tanya pengemudi mobil itu yg ternyata adalah Rafa.
Anna menatap Rafa kaget sambil terus menatap Rafa yg membantu anna berdiri.
"Maaf,aku benar2 tidak sengaja,kau baik baik saja bukan?"pertanyaan Rafa itu membuat Anna tersenyum senang.
"Aku baik baik saja,"
"tapi siku mu berdarah"Rafa menatap siku Anna yg berdarah membuat Anna lagi2 tersenyum senang.
"tidak apa, jangan khawatir ini hanya masalah kecil."
"Bagaimana jika aku mengantarmu pulang?"
Pertanyaan Rafa membuat Anna terdiam, apa aku mimpi, Rafa mengajakku pulang bersamanya, siapapun tolong cubit aku, apa ini benar2 kenyataan..
"hello"Rafa melambaikan tangannya didepan wajah anna yg terdiam, tak ada respon Rafapun mencubit pelan pipi tembem anna.
"aww"Teriak anna kesakitan.
"Kau baik2 saja bukan?"pertanyaan Rafa membuat Anna mengangguk pelan sambil mengelus pipi merahnya.
"Bagaimana, apa kau mau aku antar?"tanya Rafa sambil menatap tajam Anna.
"terimakasih, tapi aku masih ada sedikit urusan, kau pulang saja"
"Baiklah" Rafapun melangkahkan kakinya menjauhi anna yg masih menatapnya tajam.
Rafa memasuki mobil hitam itu dan Berlalu.
"Bodoh, bodoh, mengapa aku menolaknya, ini adalah kesempatanku untuk dekat dgn Rafa, aku benar benar bodoh" anna berkata sambil mengacak acak rambut hitamnya.
"Tapi tunggu sepertinya aku melupakan sesuatu" Anna mencoba mengingat sesuatu yg sepertinya ia lupakan.
"Morgan"
Anna menatap sekeliling dan tak mendapati morgan disampingnya.
"kemana perginya dia?"
Keseriusan anna menatap Rafa membuatnya tak menyadari kepergian Morgan.



Anna telah sampai dikamar pink miliknya, anna menghampiri meja belajar dan menaruh tas pinknya diatas meja, Anna terduduk didepan meja belajar sambil mencari sesuatu dalam tasnya, seketika anna menemukan kertas bertuliskan "I LOVE YOU, ANNA" pemberian ilham, anna membuka laci dibawah meja belajarnya dan menaruh kertas itu didalamnya bersama kertas2 sebelumnya.. Yah sudah lebih dari 30 bertuliskan "I LOVE YOU, ANNA" pemberian ilham untuk anna, dan anna selalu menyimpan semua kertas pemberian ilham itu.
"aku tak butuh semua kertas ini, aku butuh kejujuran dari bibirmu, Ilham"
Anna menutup laci meja dan berjalan kearah tempat tidur dan berbaring.. Seketika anna teringat Morgan sahabatnya.
"kenapa dia selalu menghilang tiba2 seperti hantu,"
Anna menatap langit2 kamarnya.
"apa Morgan benar2 memintaku untuk menjadi pacarnya, apa aku hanya dijadikan pelampiasan cinta morgan pada Angel?"
Anna mengambil hp disaku seragam yg masih dipakainya "apa aku Sms dia?" annapun segera memainkan jemarinya diatas layar sentuh itu.

To: Mr.Simple (Morgan)
Apa kamu udah sampai Rumah?
Kenapa kamu tinggalin aku disekolah tadi?

10 menit tak ada sms balasan dari morgan, membuat Anna kembali mengirimi Morgan Sms.

To:Mr.Simple
Kenapa sms aku tak kau balas, apa kau marah padaku?

To:Mr.Simple
Good Morning Mr.Simple ^^

To: Mr.simple
Morgan

To:Mr.Simple
... :,( ...

Lebih dari 20 sms, anna kirim untuk Morgan tapi satupun tak ada jawaban dari cowo angkuh itu.



*** keesokan harinya ***

"Good Morning Mr.simple"teriak Anna sambil berlari menghampiri morgan yg terus berjalan mengacuhkannya.
Anna mencoba menyeimbangi jalan mereka.
"Morgan, mengapa kau tak membalas pesanku, apa pesanku tak masuk?"
Anna bertanya pada Morgan yg terus berjalan disampingnya.
"Ga ada pulsa"
"Kenapa kau tak mengisinya"
"malas"
Jawaban Morgan membuat Anna cemberut.
"Apa kau marah padaku?"tanya Anna sambil terus berjalan disamping Morgan.
"tidak,"jawaban Morgan singkat tanpa menatap anna.
"Lalu mengapa kau angkuh padaku?"
"karena ini sifat gue"
"Tapi dulu kamu tak pernah mengacuhkanku" anna berkata sambil menghentikan langkahnya dan menunduk.
Morgan menatap kebelakang, dilihatnya Anna yg menunduk sedih dan Morganpun menghampirinya.
"Maaf" Morgan berkata sambil mengangkat dagu anna membuat anna menatapnya.Morgan menurunkan sedikit tubuhnya mensejajarkan tubuhnya dgn tubuh mungil anna.
"gue ga bermaksud buat lo sedih karena sifat angkuh gue, tapi gue ingin lo tau inilah gue yg sebenarnya."
Anna menatap diam morgan yg masih bicara.
"sifat gue yg angkuh dan cuek membuat mereka menjauh, tapi kamu datang menawarkan persahabatan, cuma lo yang mengerti gue."
"Morgan.."
"gue gak akan pernah marah sama loe, mengerti?"kata2 Morgan anna mengangguk. "dan terimakasih, untuk pertemanan ini," Morgan tersenyum tipis sambil membelai lembut Rambut hitam Anna..
Anna kembali berjalan disamping morgan.
"Oh yah, tentang perkataan kamu kemarin, aku..."
"lupakan," Kata morgan memotong perkataan anna, membuat anna terkejut.
"Apa?"
"Anggap gue ga pernah ngomong apapun sama loe"
Perkataan Morgan membuat Anna terdiam tanpa kata.



Anna telah tiba dikelasnya, pikiran anna tak bisa lepas memikirkan perkataan Morgan tadi.
Bagaimana bisa, dengan mudahnya Morgan menyuruhnya melupakan kata2 yg telah membuatnya susah tidur karena memikirkan kata2 itu. "kalau begitu jadilah pacarku", memang anna hanya menganggap Morgan sahabatnya tapi entah mengapa saat Morgan mengatakan itu, hati Anna berbunga bunga.. Dan sekarang Morgan menyuruhnya untuk melupakan semuanya.
Anna terduduk dibangkunya dan menatap bangku Bisma yg kosong, tak beberapa lama tiba ilham dan Reza yg duduk tepat dibelakang Anna, tapi anna tak mendapati Bisma yg selalu bersama ilham dan Reza.
Tiba2 hp Anna bergetar tanda satu sms masuk.
Dan annapun segera membacanya.

From: Mr.Jahil (Bisma)
Ehh jelek, hari ini gue ga masuk, lo jangan kangenin gue yee

To:Mr.Jahil
Ga penting -,-'



Anna berjalan lurus dikolidor sekolah, sesekali menatap kiri kanan mencari seseorang dgn handuk kecil milik Rafael ditangannya.
"Rafa,dimana dia?"
Tanya anna dalam hati mencari2 Rafael.
Tiba2 anna menatap Rafael yg menarik tangan Angel memasuki ruang UKS, membuat anna melangkahkan kakinya menuju ruang UKS dan menatap keduanya yg sedang berdebat.
Dari balik pintu anna mendengarkan perkataan keduanya.
"Lepasin gue Rafa," Angel berkata sambil berusaha menepis pegangan tangan Rafa.
"gue butuh penjelasan dari lo, Angel"
"Penjelasan apa lagi, kita udah putus,Raf."
Putus.. Apa mereka sempat jadian.. Batin Anna.

"Gue Cinta Loe, angel"Rafa berkata sambil terus menggenggam tangan angel membuat Angel terdiam.
Begitupun anna yg tiba2 membeku mendengar perkataan Rafa itu.
Hati anna tiba2 sakit dan sesak mendengar cowo yg dicintainya ternyata mencintai cewe lain, yang tak lain adalah Angel, Kakak kandung Anna.


CONTINUE ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Online Now Icons