Sudah lebih dari satu tahun aku mengenalnya.. Tapi baru
satu minggu yang lalu ia menyatakan cintanya padaku.
Cukup simple memang, tak banyak kata yang ia ucapkan saat
menyatakan cintanya, hanya dengan setangkai bunga mawar dan sepucuk surat merah
jambu, disebuah taman disudut kota sore itu.
Sinar matahari yang begitu panas, membuat suasana yang
seharusnya romantis itupun menjadi sedikit membosankan.
Ia menyuruhku duduk dikursi kayu taman itu, disamping
gerobak tukang mie ayam tepatnya.
Untungnya aku masih dapat mencium aroma mie ayam yang
menggugah seleraku, membuatku sedikit bersemangat untuk tetap terduduk disampingnya.
Ia tersenyum padaku yang menatapnya resah.
"Apa tak ada jam lain, buat nembak gue selain
dibawah terik matahari seperti ini?" aku memutar mataku saat menatapnya
tersenyum. Lesung pipinya masih sama seperti pertama kali kita bertemu.
"Bacalah!"
Ia membuka surat merah jambu ditangan kananku dan
menyuruhku untuk membacanya.
Aku hanya menurut pelan.
Dear Rere
Satu tahun bersama dan saling mengenal membuat rasa
dihati gue tumbuh.
Bukan sahabat atau sekedar teman, tapi ini cinta.
Pernah atau bahkan sering gue memcoba untuk membuang
jauh2 rasa ini, tapi sungguh gue gak mampu.
Gue tau siapa lo begitupun lo yang tau segalanya
tentang gue.
Dalem-dalemnya guepun lo tau.
Kita selalu terbuka dalam segalanya.
Dan sekarang saatnya gue jujur tentang perasaan gue.
Gue cinta lo Re, gue cinta lo.
Ur lovely
Bryan ^^
Aku melipat surat itu menatap tajam Bryan yang memetik
setiap putik bunga mawar ditangannya.
"Lo serius?"
Aku menunggu jawaban dari bibir tipisnya.
Selang beberapa detik ia baru mengangguk.
"Hm, tapi lo taukan, gue lagi ama Pedro?"
Aku memasukkan surat itu pada saku kemeja yang aku
kenakan, lagi lagi ia mengangguk.
Memang kuakui selama aku bersamanya, aku jarang sekali
mendengar suaranya, padahal jujur ia memiliki suara yang cukup ngebash.
"Gue akan nunggu lo!"
Akhirnya suara ngebash itu menggema juga ditelingaku.
Aku tersenyum tipis, "Hm, segitu imutnya kah gue, sampai-sampai
dua cowok keren jatuh hati!"
Aku merapikan sedikit poni yang menutupi keningku yang
memang sedikit menonjol.
Entah gemas atau apa, Bryan menjitak kepalaku kesal.
"Anjrit, lo bukan imut tapi cantik!"
Katanya dengan nada suara bash yang cukup keras.
Beberapa orang yang melewati kamipun menatapku dan Bryan
risih.
Bryan menggenggam tanganku dan berkata, "Udahlah,
pokoknya sampai kiamatpun, gue bakal nunggu lo!"
Brugh!
Mataku membesar saat tangan kekar Bryan terlepas dari
genggaman, dan seseorang dengan tubuh besarnya menarik paksa kerah kemeja Bryan
dan menonjoknya berulang kali.
Bryan terjatuh kelantai jalanan, aku berusaha berdiri dan
mencegahnya.
"Pedro cukup!" aku menarik tangan kanannya yang
hampir saja kembali menghantam wajah Bryan.
Aku membawa cowok blasteran germany itu menjauh dari
Bryan.
"Lo apa-apaan sih?"
"lo milik gue Re, lo lupa gue udah resmi jadi cowok
lo!"
Aku menarik nafas panjang dan mengangguk pelan.
Yah, bagaimana mungkin aku lupa, kalau dialah
satu-satunya orang yang hampir saja mati dibunuh keluargaku saat menyatakan
cintanya didepan mereka, karena dialah keluargaku mengusirku saat mereka tau
bahwa aku juga mencintainya.
"Keluar lo dari rumah ini, rumah ini terlalu suci
untuk anak kotor seperti lo!"
Sakit emang saat keluarga kita tak bisa menerima
kekurangan kita.
Dan Pada Pedrolah aku selalu berbagi, bersamaan dengan
aku mengenal Bryan.
"Gue cinta Lo,Re, please be mine, gue janji gue akan
selalu ada buat lo, disaat semua orang mencaci maki lo, gue yang akan selalu
menggenggam tangan Lo!"
Janjinya itulah yang membuatku jatuh hati padanya.
Gue Rere atau Reiginald pramuda sbastian, cowok manis
dan imut yang menyukai cowok bertubuh besar dan tampan.
Apa gue salah, jika gue yang berkelamin cowok lebih
tertarik untuk menjalin hubungan dengan sesama jenis?
Caci dan makian udah sering gue terima, gue bukan gay,
homo atau apalah semacam itu, gue adalah aku.
Persetan dengan mereka,i.m what i'm, aku adalah aku,
lo gak suka silakan fuck-in gue, selama lo mandang sesuatu hanya dari sebelah
mata doang, sampai kapanpun keburukan seseorang yang akan selalu lo lihat.
Hidup itu singkat, nikmatilah apa yang membuat kalian
bahagia, dan kebahagiaan
Gue adalah mereka, Pedro dan Bryan.
Ini adalah kisah hidup Rere (gue) dan cinta terlarang..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar